Wednesday, 20 March 2019

Hotel Review - EST Alila Bangsar, Kuala Lumpur


Foto diambil dari jembatan penghubung dengan LRT Station
Jika saya akan berlibur dengan keluarga, untuk urusan akomodasi akan saya cari sejak berbulan-bulan sebelum keberangkatan. Biasanya, minimal tiga bulan sebelum tanggal rencana kami liburan. Proses pencariannya pun bisa sebulan loh. Saya selalu cari yang benar-benar sesuai dengan budget dan kebutuhan kami sekeluarga.

Seperti saat liburan ke Kuala Lumpur tahun lalu, saya membuat beberapa kriteria untuk akomodasi yang saya cari, karna ini kali pertama ke KL bawa Dejas (umur 1,5 tahun). Oh ya, sebenernya saya ingin mencoba menggunakan airbnb, namun ga jadi karna sistem pembayaran yang hanya bisa menggunakan kartu kredit. Saya juga belum ngerti banget dengan aplikasi tersebut.

Akhirnya saya tetep mencari lewat situs online booking kesayangan, yaitu Agoda. Saat ini kita bukan hanya bisa cari hotel di Agoda, tapi juga Apartment ataupun Guesthouse dengan pilihan cara pembayaran dan proses booking yang anti ribet.

Baca cerita hari sebelumnya :

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (2) - Explore Genting Highland


Kriteria yang saya cari saat itu  :
  1. Kapasitas kamar untuk dua orang dewasa dan dua orang anak. Minimal ada satu kingbed atau dua twinbed, ditambah satu sofa atau sofabed.
  2. Space kamar luas, lebih dari 40 meter persegi (Iyah bener, saya selalu cek luas kamar kalo mo cari hotel. Karna ini ngaruh banget untuk kenyamanan. terutama kalo bawa krucils).
  3. Ada dapur yang dilengkapi kompor dan alat masak. Biasanya ada apartment or hotel yang dilengkapi dapur, tapi hanya ada microwave doang. Saya butuhnya kompor demi menghemat budget makan.
  4. Ada mesin cuci, karna saya hanya bakal bawa baju satu koper ukuran kabin untuk pakaian berempat selama liburan. Ini biar ga sewa bagasi ya. Kan mayan uangnya bisa buat yang lain. Sebenernya kita dapet jatah 3 koper kabin, karna beli tiket pesawatnya buat bertiga. Tapi karna kita juga bawa stroller, paling praktis hanya bawa satu koper aja. Jadi pembagian tugas geret kopernya gampang.
  5. Bersih dan nyaman.
  6. Deket dari KL Sentral biar gampang kemana-mana dan ga nyasar pas nyari hotel kaya waktu pas pertama travelling ma suami wkwkkwkwk
  7. Budget maks 500rb semalem. Gileee yah udah mah kepengennya banyak, tapi budget cuma segitu. 500rb di bandung aja paling dapet hotel bintang tiga yekan.
Pencarian pun dimulai sejak 6 bulan sebelum liburan. Dan akhirnya saya menemukan secercah harapan. Saya menemukan apartemen yang sesuai keinginan dan sesuai budget, yaitu EST Alila Bangsar yang terbilang masih baru....Tapi sayangnya, saya tidak menemukan review dari apartment ini dimana-mana. Paling hanya ada sedikit review di tripadvisor yang kalo ga salah hanya ada tiga review yang saya temukan. Dan ketiganya dari warga lokal yang mempermasalahkan parkiran. Tapi kan saya mah ga butuh parkiran kan :-D

Dari kriteria yang saya punya, tempat ini memenuhi semuanya. Akhirnya saya melakukan pemesanan kamar di EST Alila Bangsar dengan tipe kamar Deluxe Studio Unit seharga 500rb semalam.

Lokasi
Tepat diarea parkiran apartment, ada pintu yang langsung menuju jembatan penyebrangan penghubung Alila Bangsar dan LRT Station Bangsar. Di LRT Station ini tersedia mesin ATM, minimarket, penjual buah-buahan, roti, dan lain-lain. Hal ini memudahkan kita kalo mau beli air minum atau jajanan untuk anak-anak. Bahkan stok buah dan mie instant pun kita tinggal beli disini. 

Oh ya, karna waktu itu saya sekalian buka jastip aka jasa titip barang yang taunya tetiba pemesannya banyak, akhirnya saya mencoba mengambil mata uang ringgit menggunakan kartu ATM Mandiri saya, di mesin ATM yang tersedia. Kursnya malah lebih bagus dibandingkan kurs di money changer. Biaya pengambilan uangnya kalo ga salah antara Rp. 20.000 - Rp. 25.000.

LRT Bangsar ini jaraknya hanya satu stop dari KL Sentral. Pokonya enak banget karena kemana-mana lebih gampang dibanding waktu saya menginap di kawasan Bukit Bintang beberapa tahun yang lalu.

Proses Check In
Karena ini bukan hotel, jadi proses check in aga sedikit berbeda. Setelah saya melakukan proses booking via Agoda, pihak apartment langsung melakukan konfirmasi pemesanan saya. Hal ini membuat hati saya lebih tenang tanpa khawatir ada masalah saat akan check in. 

Sehari sebelum tanggal menginap, saya di WA oleh salah satu marketing apartment. Sebut saja namanya "Mr.D". Saya banyak nanya ke Mr.D ini dari mulai fasilitas kamar, deposit yang harus disiapkan, hingga meyakinkan kapan saya bisa mulai check in. Mr.D menjawab semua pertanyaan saya dengan jelas dan sabar :-D

Saat hari H kami menginap, saya menghubungi Mr.D untuk menanyakan apakah saya bisa check in lebih cepat, yaitu jam 1 siang. Mr.D mengiyakan dan memberi instruksi ke saya berupa info nomor kamar yang akan kami tempati. Selanjutnya saya check in di resepsionis sekaligus menyerahkan data-data saya sekeluarga.

Setelah saya tiba di lokasi Alila Bangsar, saya langsung menuju resepsionis sesuai arahan Mr.D. Selanjutnya saya dipersilahkan menunggu kedatangan Mr.D di lobby. Deposit yang ditetapkan adalah sebesar 300RM dan dapat diambil kembali saat check out. Saya menyerahkan uang tersebut ke Mr.D untuk kemudian ditukar dengan access card dan password untuk masuk ke kamar. Kami mendapatkan kamar di lantai 12 kamar 19.
Area Check In

Fasilitas Kamar
Saat pertama kali membuka pintu kamar, kami sekeluarga sangat senang. Kamar yang kemi tempati sangat bersih dan luas. Kamar ini memiliki beberapa ruangan dengan fasilitas lengkap, yaitu :
  • Kamar Mandi Shower dengan toiletries yang lengkap. Ga perlu repot bawa handuk, sampo, sabun dan kawan-kawannya. Semua udah tersedia disini dengan kualitas yang baik. Di depan kamar mandi ada rak penyimpanan sepatu, lalu juga tersedia lemari yang cukup besar untuk menyimpan koper dan barang-barang lainnya.
  • Dapur yang luas dengan peralatan masak yang lengkap. Ada kompor, microwave, rice cooker, kulkas besar, area cuci piring, panci, teflon, dan peralatan makan yang lengkap dan bagus.
  • Area makan yang nyaman, dilengkapi dengan meja makan besar sehingga ga perlu sempit-sempitan kalo makan sekeluarga.
  • Area TV dilengkapi dengan dua sofa besar yang salah satunya adalah sofabed. TV nya dilengkapi dengan akses internet dan TV kabel. Lumayan lah bisa youtubean :-D
  • Area Balkon yang luas dan aman. View dari balkon ini sangat menarik. Kita bisa melihat kota KL dan juga kereta-kereta yang hilir mudik karena letaknya yang dekat dengan LRT Station.
  • Area mencuci yang ada di balkon yang dilengkapi dengan mesin cuci canggih dan jemuran portable. Ah ini kesukaan emak banget deh. Nyuci sambil mandang lampu-lampu gedung di KL di malam hari hehehhe.
  • Area tidur yang terletak di lantai 2. Terdiri dari satu kingbed size yang empuk dan nyaman namun areanya terbuka dan kurang aman buat anak-anak. Karna waktu itu anak-anak lagi masanya ga bisa diem, saya putuskan untuk saya dan anak-anak tidur menggunakan sofabed di area TV. Ayahnya tidur sendiri di lantai 2. Firasat saya tepat karena terbukti Dejas sempet terjatuh saat tidur di sofa bed.

Area TV dari arah dapur
Area favorit emak
Area dapur dan makan. Tangga disamping menuju area tidur.
ruang cuci
Fasilitas Hotel 
Kami sengaja tidak memesan paket breakfast di hotel ini. Ada kekhawatiran soal kehalalan makanannya. Jadi untuk sarapan, biasanya saya masak sendiri untuk keluarga. 

Kolam renang ada di lantai 40. Kami sempat melihat-lihat area kolam renang yang ternyata keren banget walaupun ga begitu besar. Sayangnya, karna jadwal yang padat (halah), kami ga sempat mencoba fasilitas ini. 

Di lantai yang sama juga disediakan fasilitas Gym yang lagi-lagi tidak kami coba.

Check Out
Malam sebelum check out, Mr.D bertanya kepada saya mengenai jam berapa saya akan pulang keesokan harinya. Waktu itu saya merencanakan checkout jam 8 pagi, karena kebetulan jadwal penerbangan pulang di siang harinya. Mungkin karena jam 8 pagi disana belum terang betul, Mr. D minta untuk pengembalian uang depositnya dia transfer ke kartu kredit saja. Tentu saya tolak karena saya ga punya kartu kredit hehe.

Akhirnya ga lama kemudian, ada seseorang yang datang. Waktu itu sudah jam 10 malam. Ternyata itu adalah rekannya Mr. D yang diminta untuk mengembalikan uang deposit saya lebih cepat. Seneng sih, Mr.D inisiatif sendiri tanpa saya harus menanyakan uang deposit yang ingin saya ambil.

Ada sedikit cerita tidak mengenakkan. Di malam pertama saya menginap, saya mendengar seperti ada suara orang memainkan koin di area dapur. Suaranya begitu jelas dari tempat saya tidur bersama anak-anak, yaitu di area TV. Suaranya terdengar berkali-kali. Saya sempat ketakutan karena ini pengalaman pertama (dan terakhir ) saya

Di malam kedua, saya dan suami ga bisa tidur sampai jam 3 pagi. Di atas kamar banyak suara berisik seperti orang sedang renovasi. Mungkin kah benerin kamar tengah malam?

Di hari terakhir, teman saya juga mengalami hal yang aneh. Dia kesasar ke lantai 13 (di Indonesia ga ada yah lantai 13), padahal yakin menekan angka 12 di lift, dan mencoba membuka pintu kamar 19 yang tepat berada di atas kamar kami. Kamar tersebut sepertinya kosong tanpa penghuni.

Akhirnya saya bertanya ke Mr.D mengenai hal ini sesampainya saya di Indonesia : 
"Mr. D, thank you for the service, my family and I were happy to stay there. I wonder, is it right above my room that there is a room repair? because on my second night there, it sounded very noisy from above the room until 3 am.. 
Dan Mr. D baru jawab 4 jam setelah dia read chat saya  :
"Ok welcome yes got a construction"
Singkat dan janggal hehehe.

Secara keseluruhan. saya sangat merekomendasikan apartment ini. Karna fasilitasnya lengkap, dengan harga yang masuk akal. Ditambah lagi lokasi yang sangat strategis. Walaupun saya mengalami hal "aneh", tapi kalo ke Kuala Lumpur lagi, saya pasti akan menginap disini lagi.
Duduk santai di balkon
View dari kamar

Sunday, 24 February 2019

Night Skin Care Routine - My Me Time

Kalo yang udah lama kenal saya, pasti tau kalo dulu tuh saya cuek banget sama yang namanya penampilan muka. Dulu skincarenya cuma sabun cuci muka yang asal beli doang dan akhirnya muka jadi makin bermasalah. Jerawat, berminyak, kering di bagian tertentu, iritasi, bruntus. Lengkap lah pokonya. 
Sempet saya coba perawatan ke natasha skin care. Tapi mungkin saya kurang sabar, baru 3 kali perawatan, saya nyerah karna ko ga ada perubahan. Ditambah lagi biaya tiap dateng ke kliniknya makin lama makin mahal.

Sempet juga saya tergoda krim racikan dokter yang dibeli di apotek deket rumah. Lumayan lama pake krim ini sampe akhirnya berhenti pas hamil muda. Soalnya krimnya mencurigakan gengs. Bikin kulit mulus seketika. Tapi begitu berhenti, muka langsung ga karuan. Akhirnya muka pun penuh bekas jerawat yg semakin sulit dihilangkan.

Sampe akhirnya di tahun 2017, saya punya waktu nganggur dirumah selama 3 bulan, saat cuti lahiran Dejas. Saat itu saya mulai sering nonton youtube beauty vlogger. Sebelumnya mah sama sekali kudet soal beauty beauty. Sampe saya menemukan vlog dari Titan Tyra yang ngebahas perjuangan dia ngilangin bekas bekas jerawat dengan menggunakan roseship oil.

Nah dari situ saya jadi punya semangat untuk ngerawat muka. Sapa tau aja kan bisa mulus lagi kaya kulit bayi (halu). Saya mulai cari tau tentang skincare. Dan akhirnya di taun itu, saya menemukan produk-produk yang cocok dan membuat wajah saya membaik. Sejak saat itu, saya jarang coba-coba skincare lain.

Kali ini saya mo berbagi info tentang produk yang biasanya saya pake. Ini adalah kolaborasi bareng temen temen dari Bandung Hijab Blogger.

Langkah skincare yang menjadi rutinitas saya adalah sebagai berikut.

1. Cleanser
Langkah awal skincare malam hari yang saya gunakan, dimulai dengan penggunaan cleanser sepulang kerja. Nah biasanya saya menggunakan makeup remover atau oil cleanser, lalu dilanjutkan dengan micellar water.

Yang saat ini sedang rutin saya pake adalah Biore Cleansing Oil. Walopun sebenernya, saya aga ga nyaman karna terlalu perih dimata, saat saya membersihkan riasan mata. Saya gunakan cleansing oil ini bergantian dengan Nature Republik Make Up Remover biar ga bosen hee. Setelah itu, saya tetep menggunakan cleanser yang water base, dari Safi atau Nivea.
Setelah itu, saya menggunakan cleansing foam. Saya pake merk Senka dan Nature Republic secara bergantian. Dua-duanya cocok banget dimuka saya. Ga bikin kering dan muka berasa bersih banget.

Dulu awalnya selalu pake jasa jastip buat beli dua cleanser ini. Happy banget waktu senka masuk watsons dengan harga setengahnya dari yang biasa saya beli kalo nitip ke orang. Begitu juga dengan cleanser natrep, harganya menjadi terjangkau sejak counter natrep buka di Indonesia. 

2. Toner
Setelah wajah dipastikan bersih sebersih bersihnya. Langkah selanjutnya adalah menggunakan toner.

Saat ini saya lagi menggunakan Corsx AHA BHA yang membantu saya ngurangin beruntusan, lalu dilanjut dengan Safi Skin Refiner yang bikin kulit lembab dan siap menerima skincare selanjutnya.

Sebenernya saya aga-aga ragu pake AHA BHA ini. Jadi sering saya skip sih. Oh ya, sebelumnya saya pake Some By Me Toner yang katanya bisa bikin kulit cerah dalam 30 hari. Emang sih Some By me ini emang bagus, cuma takut juga kalo pake dalem jangka waktu lama. 

Selain itu Safi ini saya suka ganti juga sama Natrep or Real Floral Toner yg ada bunga calendula nya. Intinya si toner ini ga terikat ke merk. Tergantung mana yang lagi diskon aja saya belinya hehee.

3. Serum
Sekitar bulan Juni tahun lalu, saya dapet sepaket produk dari loreal yang harus saya review di blog, berupa serum, night cream dan day cream.
Reviewnya bisa dibaca disini :

Sampe saat ini, produknya masih saya pake dan belom abis-abis. Karna apa? Karna saya suka males pake sodara sodara, jadi awet😁 padahal efek dari rangkaian loreal perfect white ini cukup ngefek ngilangin bekas jerawat dan bintik hitam diwajah saya.

Setelah pake toner, saya menggunakan serum di seluruh wajah dan leher, lalu didiamkan sebentar hingga meresap.


4. Roseship Oil
Ini dia penyelamat wajah saya dari penampakan bak kilang minyak dan mati satu tumbuh seribunya jerawat. Setelah rutin pake roseship oil, wajah saya jadi ga gampang berminyak dan bekas jerawat memudar.

Seneng banget sih punya pengalaman pake roseship oil ini. Pertamanya ragu ko muka minyakan malah dirawat pake minyak juga. Ternyata sebelumnya saya salah kaprah, karna merasa muka bersih kalo udah kerasa keset dan kering.

Awalnya saya coba merk Trilogy. Bagus banget memang, tapi harganya sama kayak tiket promoan ke Singapore 😅😅 Akhirnya coba merk yang lebih murah, yaitu Suskin dan Mineral Botanica. Sampe akhirnya menemukan merk lokal yaitu Organic Supply dengan harga setengahnya dari Trilogy. Ku bahagia dan ga  kan pernah berpaling lagi sampe ketemu yang lebih murah lagi.

5. Night cream
Saya masih ngabisin krim malam dari loreal yang udah saya bahas diatas. Mungkin setelah cream ini habis, saya akan coba cari merk lain, karna loreal ini harganya lumayan juga.

Yang saya suka dari cream ini, adalah teksturnya yang ga lengket dan cepat meresap. Selain itu juga saya suka sama formulanya yang bikin wajah jadi lebih cerah.

6. Shooting Gel
Nah ini tahap yang ga pernah saya lewatkan. Kadang saya suka melewatkan tahap nomer 2,3, 4 dan 5. Tapi saya ga pernah lupa sama tahap ke enam ini.

Pake shooting gel kesukaan sejuta umat, yaitu Nature Republic Aloe Vera. Gel ini ajaib banget sih. Multifungsi untuk dipake dari ujung rambut sampe ujung kaki. Bahkan buat bekas gigitan nyamuk sekalipun.

Saya selalu pake gel ini sebagai sleeping mask. Ga usah dijelasin lagi khasiatnya yak. Udah banyak dibahas dimana-mana.

7. Peeling, Masker, Sheetmask
Seminggu dua kali, saya menggunakan peeling untuk menghilangkan sel-sel kulit mati di wajah. Dulu biasanya pake apricot peeling dari styves. Nah sekarang udah berpaling ke Nature Republic Peeling Gel. Bentuk scrubnya lembut diwajah, tapi ampuh buat ngangkat kulit mati.

Kalo lagi rajin, saya suka pake claymask Freeman atau mudmask Jafra. Diselang seling sama masker Aztec.

Nah favorit saya adalah me time nonton running man sambil pake sheet mask. Sejauh ini, saya cocoknya pake sheet mask yang lagi-lagi dari brand natrep.

Semua skincare yang saya pake, ga bikin ketergantungan atau efek purging. Pernah saya sebulan males pake skincare, tapi ya ga papa. paling muka jadi berminyak. Lalu normal lagi setelah mulai rajin lagi. Intinya konsisten ya kalo mo tetep kinclong itu.

Saya emang hanya punya waktu 5 menit untuk makeupan setiap hari sebelum kerja. Tapi saya punya banyak waktu skincarean kalo anak-anak dah pada bobo. Huray... Salam emak emak...

Tuesday, 12 February 2019

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (3) - Kemana aja di Genting?


Tulisan ini adalah kelanjutan dari cerita pengalaman saya sekeluarga, saat berlibur di Kuala Lumpur tahun 2018 kemarin. Kelamaan yak updatenya? Maafkan karna mood nulis emang sering ilang timbul belakangan ini. Tapi saya berusaha untuk membuat tulisan yang seinformatif mungkin, sehingga bisa bermanfaat sampai kapanpun dan ga akan pernah basi...tsahhh....

Itinerary dan persiapan liburannya ada di sini :
Sebelumnya saya akan menjelaskan kembali sedikit tentang Genting ini. Jadi si Genting Highland ini bisa dicapai menggunakan Bis dari KL Sentral (pusat public tranportation Kuala Lumpur) atau dari Bandara Kuala Lumpur (KLIA). Lama perjalanan sekitar satu sampe dua jam. Kuala Lumpur juga suka macet shayyy. Nah Bis ini akan berhenti di Awana Station. Dari Awana Station, kita bisa lanjut menggunakan SkyWay atau Gondola yang akan berjalan di ketinggian membelah bukit. Siap-siap antimo buat yang mabokan ya.

Jadi, saya melewati perjalanan yang cukup mencekam menggunakan SkyWay ini, saat baru tiba di Genting. Bisa dibaca di cerita saya sebelumnya :

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (2) - Explore Genting Highland


Alhamdulillah kami semua akhirnya tiba di SkyAvenue Station yang merupakan pemberhentian terakhir SkyWay tersebut dengan selamat. Meskipun kaki masih gemeteran dan jantung berdebar.

Ekspresi pas pertama mo naik SkyWay, gatau kalo bakal sangat menantang. Begitu turun mukanya ga sumringah kaya gini lagi wkkwkwkw

View dari dalam SkyWay malam hari, bener-bener gelap gulita
SkyAvenue Station ini terhubung dengan SkyAvenue Mall yang juga terhubung dengan First World Hotel tempat kami menginap malam itu. Dari Stationnya, kami berjalan cukup jauh menuju hotel kami itu. Namun karna jalannya di dalam mall, capenya ga berasa. Apalagi setiap beberapa menit, akan ada pertunjukan di area mall. Jadi dikit-dikit kami berhenti untuk menikmati pertunjukan dan foto-foto.

Waktu menunjukkan pukul 8 malam, pantesan perut udah keroncongan dan kepala keleyengan. Akhirnya kami putuskan untuk cari makan dulu, sambil menuju hotel. Banyak sekali pilihan makanan di dalam mall tersebut. Namun karna ga tau harga dan kehalalan beberapa restoran, akhirnya kami putuskan makan di Texas aja. Jauh-jauh ke Malaysia makannya fast food hehehe. Ini pilihan paling aman sih buat perut dan budget. Oh ya, pajak resto di sana cuma 6%. Jadi berasa seneng aja gitu makan pajaknya segitu :-D Menu Texasnya berasa lebih enak dilidah saya. Kaya lebih seger dan berempah. Atau mungkin karna malem itu saya udah terlalu lapar kali yak, jadi berasa apapun enak. Total makan berempat sekitar 100rb kalo dirupiahin.

Setalah makan, kami lanjut berjalan menuju lobby First World Hotel tempat kami menginap. Saya pilih hotel ini karna merupakan hotel terbesar didunia, yang mempunyai sekitar 2000 kamar. Rate yang saya dapat untuk 2 malam adalah kurang dari 800rb untuk kamar deluxe. Saya booking sekitar 8 bulan sebelum berangkat, jadi bisa dapet rate lebih murah.

Lobby hotel ini sangat luas, berjejer banyak counter checkin baik secara mandiri maupun manual. Yaps kita bisa melakukan check ini secara mandiri alias langsung menggunakan mesin yg disediakan untuk mendapatkan kunci kamar. Pada saat itu, ada petugas hotel yang membantu kami melakukan check ini di mesin tersebut. Tinggal masukkan kode voucher dan scan paspor, lalu kami bisa mendapatkan kunci kamar.

Mesin Self Check In Hotel

Hotel ini sangatttttttt besar, yapss 2000 kamar kebayang kan luasnya? Ada beberapa tower sesuai no kamar yang kita dapatkan. Kebetulan saya mendapatkan kamar di tower 3. Sedangkan teman saya sekeluarga mendpatkan kamar di tower dua.

Tadinya saya ingin membuat review hotel ini secara terpisah, tapi apa daya saya sama sekali ga foto-foto di dalem kamar. Padahal saya menginap dua malam disana. Kalo yang liburan bawa krucils mungkin tau rasa rempongnya sampe ga sempet foto-foto :-D

Di dekat lobby hotel banyak spot foto menarik

Secara keseluruhan. menginap di First World Hotel merupakan pengalaman luar biasa. Dari mulai akses menuju hotel yang harus menggunakan SkyWay. Bisa sih pake bis yang biasa tapi jalannya berkelok-kelok dan banyak tikungan tajam. Kalo beruntung seperti teman saya, dia mendapatkan kamar dengan view ke jalanan bukit yang sangat indah. Kalo saya, dapet viewnya ke bangunan lain. Mungkin tentang view ini bisa jadi special request saat booking kamar. 

Kamarnya cukup luas dan bersih. Walaupun tanpa AC, udaranya sangat dingin melebihi udara di Puncak. Disediakan pemanas air dan kelengkapan standar kamar lainnya. Dengan rate sekitar 400rban, hotel ini saya rekomendasikan untuk temen-temen yang akan mengunjungi Genting. Bookingnya dimana? Tentu aja di agoda dong. Situs booking kesayangan saya. Untuk lebih mudah cari tau tentang rate hotel ini, bisa klik gambar dibawah ini ya :

Bangunan First World Hotel
Kami beristirahat dengan nyaman di hotel tersebut. Sampe ga kerasa tau-tau udah pagi. Kalo ga inget lagi liburan, ingin rasanya tetep selimutan di kamar menikmati udara dingin ditemani gorengan hangat. Tapi berhubung ga ada tukang gorengan, kami bergegas siap-siap ke tujuan kami berikutnya sekitar pukul 9 pagi. Oh ya tujuan kami pagi itu adalah Chin Swee Temple yang masih berada di area Genting.

View dari kamar teman saya seindah ini

Chin Swee Temple 
Tujuan utama kami ke Genting Highland ini adalah Chin Swee Temple. Kenapa saya masukan temple ini ke itinerary? Karna lokasinya yang gampang dijangkau dan tersedianya shuttle bus gratis tepat  dari lobby hotel kami. Selain itu, tiket masuknya juga gratis. Sebagai mamak-mamak bijaksana, yang gratis kaya gini harus banget dikunjungi.

Nah karna saat kami ketinggalan shuttle bus gratis dan harus menunggu sekitar sejam untuk bus berikutnya, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan SkyWay lagi menuju temple. Jaraknya cukup dekat. Kami juga penasaran sensasi naik SkyWay di pagi hari. Karna sebelumnya, kami naik SkyWay saat kondisi langit sudah gelap.

Didalam SkyWay pagi hari

Pemandangan dari SkyWay di Pagi hari

Ternyata, naik SkyWay di pagi hari dengan langit yang terang lebih bikin olahraga jantung. Karna sejauh mata memandang, kami hanya melihat hutan jauh dibawah kami. Terdengar suara-suara monyet dan burung dari hutan di bawah kami. Untungnya perjalanan hanya sekitar 10 menit, tapi tetap saja isi perut serasa diaduk-aduk :-D

Setelah sampai di station SkyWay di kawasan kuil ini, kita tinggal berjalan menuruni bukit. jangan khawatir, karna selain tangga, juga disediakan eskalator. Kebayang ga? ada eskalator untuk menuruni bukit. Jadi ga cape cape amat walopun sambil bawa anak-anak.

Foto berdua dulu begitu turun dari SkyWay mumpung krucils pada anteng
Chin Swee Cave Temple ini dibangun pada tahun 1975 di atas sebuah lahan hutan berbatu spada ketinggian 4600 mdpl. Lim Goh Tong seorang pengusaha yang mengembangkan Genting Highland Resort, mulai membangun kuil ini setelah pembangunan kasino-nya selesai. Ia mendonasikan tanahnya dan mengajak teman-temannya beserta keturunan keluarga dari Penglai, provinsi Fujian, China untuk ikut membantu pembangunan kuil ini.

Hal pertama yang saya rasakan saat tiba di tempat ini adalah kagum. Karna meskipun gratis, kawasan kuil ini sangat sangat bersih. Dibangun dengan sangat indah dan nyaman. Ada air terjun di salah satu sisi temboknya yang bisa dipake buat sedikit ngadem, karna cuaca memang panas. Pemandangan dari atas kuil sangat indah. Ah pokonya susah dijelasin pake kata-kata. Intinya, saya merasa sangat rileks saat melihat pemandangan dan menghirup udara disana.

Anak-anak juga sangat senang. Mereka bebas berlari dan bemain. Saya ga khawatir juga ngebiarin anak-anak main, karna tempatnya benar-benar aman dan nyaman. Dan sekali lagi saya tegasin, semua ini GRATIS. Setelah puas bermain dan berfoto, kami kembali menuju hotel dengan menggunakan shuttle bus gratis.























Pemandangan dari atas kuil




Bis gratis untuk kembali ke hotel
Setelah dari Chin Swee Temple, kami mengitari SkyAvenue Mall sampai sore. Sampai akhirnya kami kembali beristirahat di kamar hotel. Jadwal kami selanjutnya adalah acara bebas. Teman saya dan keluarganya, mereka mengeksplore First World Shopping Mall yang sangat luas. Sedangkan saya sekeluarga hanya lenje-lenje bermalas-malasan di kamar.

Sebenernya masih banyak yang bisa di eksplor di Genting ini. Ada Colmar Tropicale yang merupakan desa bergaya Perancis. Juga banyak wahana-wahana permainan di dalam mallnya. Tapi karna waktu itu Dejas masih berumur setahun lebih dikit, kami putuskan untuk tidak membuat jadwal perjalanan yang terlalu padat.

Keesokan paginya, kami checkout dari hotel tersebut. Cara checkoutnya sangat mudah, kita tinggal memasukkan kartu akses ke kamar ke dalam kotak yang sudah disediakan.

Mesin Check Out
Kami sekeluarga menggunakan SkyWay lagi dan dilanjut dengan bus untuk menuju Kuala Lumpur. Sedangkan teman saya dan keluarganya menggunakan bus yang langsung menuju Singapura. Oh ya, bus dari Genting ke Singapura ini menurut saya sangat murah, hanya kurang dari 200rb rupiah dengan lama perjalanan sekitar 8 jam.

Bersambung ke 
Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (4) - Eksplor Kuala Lumpur (soon)

Friday, 8 February 2019

Hotel Review - Hotel De Paviljoen Bandung


Biasanya, butuh waktu berbulan-bulan setelah staycation untuk saya punya mood nulis review suatu hotel di blog ini. Tapi kali ini berbeda. Saya udah ga sabar ingin berbagi pengalaman dengan temen-temen pembaca semua sejak hari H saya menginap di hotel ini. Karna berkesan sekali pastinya :-)

Kalo kamu sering lewat ke Jalan Riau Bandung, pasti ga asing sama hotel yang eyecatching, dengan area pejalan kaki yang nyaman didepannya dan seru buat foto-foto atau nongkrong bareng temen. Yaps, Hotel De Paviljoen Bandung yang terletak di Jl. R.E. Martadinata 68 Bandung (aka jalan Riau) dengan tinggi 12 lantai dan memiliki 145 kamar yang unik ini menjadi salah satu bangunan menarik di Jalan Riau. Kawasan ini sering dikunjungi wisatawan domestik ataupun penduduk lokal, karna banyaknya pusat kuliner dan belanja yang berjajar manis.

Hotel De Paviljoen Bandung adalah hotel berbintang empat yang memiliki dekorasi bergaya kolonial kontemporer yang unik. Sejak pertama masuk ke dalam hotel, kita dapat langsung merasakan dan melihat dekorasi menarik dan juga banyak lukisan-lukisan cantik. Kaken pun langsung beraksi minta difoto sama ayahnya :-D


Beberapa lukisan yang ada di lobby

Sebenernya, ini kali kedua saya sekeluarga menginap di hotel ini. Yang pertama adalah waktu saya hamil tua, dua minggu sebelum Dejas lahir. Waktu itu kami menginap di kamar tipe Deluxe. Nah kenapa ga saya tulis reviewnya di blog? Karna pengalaman pertama saya kurang menyenangkan. Bukan karna kondisi hotelnya, tapi karna waktu itu saya diserang kontraksi palsu sepanjang hari wkwkkw. Boro-boro bisa mikir mau review apaan.  Yang ada malah siaga untuk brojol karna kandungan memang sudah masuk ke usia 41 minggu.

Pengalaman saya yang kedua adalah awal Februari 2019 ini. Alhamdulillahnya, saya menginap di kamar tipe Executive Club yang ukurannya jelas lebih luas dan lebih nyaman buat anak-anak.

Proses Check In

Seingat saya, dulu waktu pertama menginap disini, proses check in berlangsung cepat dan mudah. Sayangnya kali ini, hotel sedang dalam kondisi ramai-ramainya karna banyaknya rombongan yang akan menginap. Proses check in jadi cukup memakan waktu lama. Meskipun begitu, saya tetap dilayani dengan ramah oleh petugasnya, walaupun keliatan sekali kondisinya sedang hectic :-)

Menurut saya, ada baiknya disediakan counter check in khusus orang-orang yang membawa rombongan, ataupun untuk yang gendong anak macam saya. Maaf yah bukannya pengen dispesialin, tapi banyak hotel yang sudah melakukannya. Seengganya untuk orang tua, ibu hamil, dan ibu yg membawa anak disediakan kursi.
Check in Area..tuh saya yg lagi gendong bayi gede :-D
Fasilitas Kamar
Disini saya akan bahas dua tipe kamar yang pernah saya coba ya biar adil dan damai. 

Hotel ini memiliki 104 kamar tipe deluxe yang memiliki luas kamar 26 meter persegi. Dilengkapi dengan satu king bed atau dua twin bed yang nyaman buat bobo cantik. Kebersihan kamarnya patut diacungi jempol, dan lagi-lagi dekorasi kamarnya sangat menarik. Ada hal yang berbeda dibandingkan hotel lainnya. Tipe kamar ini memiliki area toilet dan shower dalam bilik terpisah, namun area wastafelnya terbuka.

Oh ya, ada dua hal yang menjadi nilai minus buat kami di tipe kamar ini. Yang pertama adalah bilik toiletnya terasa pengap dan sirkulasinya kurang bagus. Yang kedua adalah bilik shower yang kacanya aga-aga tembus pandang gitu. Walaupun saya perginya sama keluarga, tetep aja saya malu dan merasa ga nyaman kalo lagi pake shower. Apalagi yang perginya sama orang lain ya hehehe. Oh ya, karna dari area tidur langsung nyambung ke area wastafel, jadinya kerasa dingin  dan lembab dimalam hari.

Tapi diluar itu, kamar ini sangat nyaman ko. Mungkin saya aja yang aga lebay ngurusin masalah kenyamanan ampe hal sekecil mungkin. Atau mungkin karna saya dulu lagi hamil gede, jadi lebih sensitif dan merasa selalu benar :-D

Dulu saya menginap waktu masih punya satu anak. Rasanya kamar ini masih cukup luas. Tapi untuk saat ini, kayanya aga sempit untuk dua anak yang doyannya lari-larian dan manjat-manjatan macam Kaken dan Dejas.

Oh ya Rate kamar ini berkisar 700an tergantung tanggal ya.

Area wastafel terbuka di sebelah bed

Design Interior unik

Lampu yang disudut itu bikin pengen bawa pulang

Untuk yang kedua, saya menginap di tipe kamar Executive Club dengan luas 36 meter persegi. Kamar ini memang letaknya menghadap pemandangan Bandung yang indah untuk kita bersantai, Saat pertama kali masuk ke dalam kamar, kami terkesan dengan kerapihan dan kebersihannya. Meskipun tidak terlalu luas, namun tata letak furniture dan dekorasinya membuat kita nyaman berlama-lama di dalam kamar. Seperti biasa dikamar disediakan  teko pemanas air, air mineral, teh dilmah beraneka rasa favorit saya, dan coffee creamer gula sachetan. Kamar ini memiliki tiga area, yaitu area ruang tamu, area tidur, dan area kamar mandi.

Saat pertama membuka pintu kamar, kita akan disambut oleh area ruang tamu yang homy. Terdapat dua sofa nyaman, meja kaca dan televisi dengan design kontemporernya. Ini area favorit suami dan anak-anak. Enak banget buat unyel-unyelan kumpul keluarga. Area ruang tamu dan area tidur dibatasi partisi yang berupa cermin, sehingga meskipun ruang tamu ini luasnya terbatas, namun nampak lega.



Area tidur di kamar Executive club ini menjadi favorit saya, karna selain dilengkapi kasur ukuran besar yang muat untuk kami berempat, ruangan ini juga dilengkapi televisi juga. Jadi ga rebutan sama anak-anak khann... Oh ya, yang paling saya suka adalah cermin besar yang disudut ruangan, serta posisi kasur yang tepat dihadapan jendela kaca besar. Sambil tiduran di kasur aja, saya bisa menikmati keindahan kota Bandung sore dan malah hari. Ahhh ini bener-bener bikin saya betah dikamar.



view dari jendela depan kasur
Yang terakhir adalah area kamar mandi. Ini kayanya jadi favorit kita semua hahaha. Jadi dari ruang tamu dan dari ruang tidur, masing-masing ada pintu menuju kamar mandi, Jadi sejak baru dateng ke kamar ini, anak-anak rame lari-larian masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu lainnya. Kalo dilihat difoto diatas, ada lemari putih besar. Nah lemari tersebut punya dua sisi pintu. Jadi bisa dibuka dari ruang tidur maupun dari kamar mandi. Bisa ditebak kan apa yang dilakukan anak-anak? Keluar masuk lemari juga udah bikin mereka seneng :-D

Kamar mandinya luas shayy. Bersih dan nyaman. Di sebelah kiri terdapat dua bilik terpisah antara shower dan toilet, lalu diarea tengah ada wastafel dan cermin besar lengkap dengan segala aminities standar macam sabun, sampo, lotion, sikat gigi, dan lain lain. Di sebelah kanan terdapat bathtub besar cantik dan bersih, tepat dibawah jendela yang menghadap keluar. Ah senangnya bisa berendam sambil menikmati suasana Bandung di malam hari.

Rate kamar tipe Executive club ini sekitar 1,4 juta. Selain dua tipe kamar diatas, masih ada beberapa tipe kamar lain dengan harga yang bervariasi. Bisa dicek langsung di web hotel atau di situs booking online ya gengs.


bilik kiri : shower, bilik kanan : wc
view dari area bathtub

Resto dan Lounge
De Paviljoen memiliki beberapa area Restoran dan Lounge, yaitu Keuken Resto, Koffie corner dan Vesper Sky Bar and Lounge.

Untuk sarapan, kita dapat menikmatinya di area Keuken Resto maupun Koffie Corner yang ada di lantai dasar. Keuken resto ini areanya sampai ke pelataran hotel loh. Disana terdapat juga kolam ikan yang cantik. Jadi sambil sarapan, anak-anak bisa senang liat-liat ikan.

Menu sarapannya sangat beragam, bukan hanya buffet, pastry, dan dessert aja, tapi juga banyak makanan khas Jawa Barat yang disajikan. Karna saya sekeluarga memang ga biasa sarapan banyak-banyak, kita hanya cicip buffet dan buah potongnya aja. Padahal saat itu juga ada empal gentong, mie ayam, dll.

Suasana saat sarapan juga enak. Design Keuken Restoran yang lagi-lagi unik ini bikin kami betah berlama-lama. Sehabis sarapan, kami langsung berfoto ria sambil berjemur di pelataran hotel.

Untuk Vesper Sky Bar and Loungenya ga sempet kami lihat. Karna kami cuma semalam disana, jadi waktunya berasa kurang :-)






Kolam di area sarapan bikin adem

Berhenti makan sebelum kenyang, meskipun banyak yang bisa dimakan :-)
Eh nemu foto Ken di area teras Keuken Resto 2 taun lalu waktu doi masih langsing



Fasilitas Hotel
Dulu waktu masih berduaan sama suami, kalo mau staycation, yang penting lokasinya oke biar bisa sambil main. Tapi kalo sudah berbuntut beda lagi sodara-sodara. Yang dicari adalah hotel dengan kamar luas dan fasilitas lengkap. Seengganya, kalopun cuma diem doang di hotel, anak-anak udah seneng dan emak bapaknya ga cape dan ga harus keluar budget lagi buat jalan-jalan :-D

De Paviljoen ini udah sangat sempurna buat bawa main anak-anak. Fasilitasnya lengkap dan bagus. Meskipun hanya berhibernasi di dalem hotel, banyak aktivitas yang bisa dilakukan para krucil.

Kolam renang sudah pasti menjadi prioritas utama kalo mau pilih hotel buat staycation. Beberapa kali saya menginap di hotel-hotel baru, dengan kolam renang di rooftop, tapi hanya cocok buat foto-fotoan. Kebanyakan kolamnya sempit, jadi ga bisa renang "beneran".

Berbeda dengan di De Paviljoen ini. Kolamnya ada di lantai tiga dan cukup luas dengan view yang juga indah. Ada juga kamar tipe Suite dua lantai yang tepat berada dipinggir kolam renang. Selain kolam renang, ada juga The Kids Club yang dilengkapi beragam mainan. Udah pasti anak-anak bakal suka ya. Kita bisa pake Kids Club ini sepuasnya kan selama menginap di hotel.


Ada juga The Gym dan The Spa yang bisa kita nikmati. Tapi berhubung saya pergi bersama anak-anak. Bisa sempet berendam di bathtub dalem kamar juga udah seneng. Saya bawa bathboom dan scrub dari rumah. Jadi bisa me time :-)




Secara garis besar, saya merekomendasikan hotel ini untuk staycation bersama keluarga. Begitu juga untuk temen-temen dari luar kota yang cari hotel untuk bersantai di kota Bandung. Hotel ini memiliki keunggulan dari segi fasilitas dan lokasi. Meskipun ratenya terbilang cukup mahal. Ada beberapa hotel berbintang lima yang ratenya lebih murah tetapi memang tidak senyaman De Paviljoen ini.

Oh ya, saya selalu booking hotel melalui Agoda. Menurut saya, rate di Agoda selalu yang terbaik di banding situs booking online lain.

Tertarik buat booking hotel ini? Silahkan klik link berikut :