Saturday, 24 November 2018

Day 4 BPN30dayChallenge2018 : Belajar dan Berkembang di BPNetwork



Blogger Perempuan adalah komunitas pertama yang saya ikuti sejak sekitar 2 tahun lalu. Sebelumnya, di 3 tahun pertama saya ngeblog, saya sama sekali tidak tertarik untuk bergabung dikomunitas apapun.

Kebiasaan lingkungan sosial saya sejak jaman kuliah hingga bekerja yang didominasi kaum lelaki (kebetulan saya berkecimpung di dunia IT), menyebabkan saya sering merasa malas dan kurang sreg jika harus bergabung disebuah lingkungan yg didominasi wanita.

Tetapi itu dulu, jauh bertahun tahun kebelakang. Sampai akhirnya saya merasa membutuhkan ilmu dan bimbingan untuk mengambangkan blog pribadi yang saya miliki. Banyak hal yang tidak saya pahami tentang dunia perblogan. Terutama dalam hal bagaimana blog kita bisa lebih berkualitas dan enak dibaca.

Akhirnya pada tahun 2016, saya mencari komunitas yang bisa memenuhi kebutuhan saya saat itu. Dan saya memutuskan untuk gabung di Blogger Perempuan. 

Awalnya saya hanya ikut kegiatan blog walking yang memang sangat terasa efeknya dalam meningkatkan performa blog. Sampai akhirnya blog saya memenuhi kriteria dalam mengikuti Blogger Perempuan Network (BPN).

BPN ini menjadi wadah bagi para blogger yang ingin menjadi professional dibidang ini. Namun, blogger yang tergabung didalamnya memang harus memenuhi kriteria tertentu dan bertindak penuh tanggung jawab.

Hal yang paling berkesan adalah saat saya baru saja sekitar sebulan bergabung dengan BPN, saya menjadi salah satu dari tiga blogger yang terpilih untuk mereview produk dari salah satu Bank ternama di Indonesia. Pada saat itu, fee yang saya dapatkan cukup tinggi buat saya yang masih baru mencoba lebih fokus di dunia blog.

Pengalaman tersebut membuat saya termotivasi dan percaya diri bahwa blog saya bisa bersaing di dunia maya ini. Sejak saat itu, setiap bulannya saya selalu mendapatkan pekerjaan baik berupa content placement ataupun campaign berbayar. 

Namun sayangnya produktifitas saya sempat menurun saat baru melahirkan. Setaun kebelakang ini, saya baru memulai aktif lagi di dunia blog.

Sebenarnya, bukan hanya soal pekerjaan atau penghasilan tambahan yang saya dapatkan dari BPN. Saya juga mendapatkan banyak ilmu tentang blog dari sharing bersama para senior serta menambah pengalaman melalui lomba blog. Saya juga berkesempatan mengenal banyak orang orang hebat. Selain itu, kesempatan untuk hadir di event event yang diadakan blogger perempuan pun terbuka lebar

Sayangnya, saya belum bisa mengikuti event2 yang kebanyakan diadakan di jabodetabek. Oleh karena itu, ditahun ini saya bergabung juga dengan komunitas lokal blogger di Bandung yang bisa jadi tempat saya belajar langsung bersama teman-teman blogger Bandung lainnya.

Oh ya, dengan mengikuti #bpn30dayschallenge2018 ini, saya berharap bisa memotivasi saya untuk lebih rajin menulis. Semoga saya bisa konsisten.

Terima kasih BPN sudah menjadi wadah untuk saya belajar dan berkembang bersama blogger-blogger perempuan lainnya.

Friday, 23 November 2018

Day 3 BPN30dayChallenge2018 : Memilih Nama Blog yang Tepat


Hula…memasuki hari ketiga dari #bpn30dayschallenge2018 yang sedang saya ikuti, kali ini temanya adalah Kenapa Memilih Nama Blog yang sekarang digunakan. 

Memilih nama blog yang tepat, bukanlah hal yang mudah saat awal saya berniat memiliki sebuah blog. Jujur saja, saya sudah 4 kali mengganti nama blog. Nama revinakreasidya.com akhirnya saya pilih sejak saya memilih mengunakan TLD (Top Level Domain). Apa Itu Top Level Domain? Top Level Domain adalah segmen terakhir dari nama domain. Dikenal juga sebagai akhiran dari sebuah domain. Atau merupakan bagian yang mengikuti final ‘dot’ di URL kita (seperti .com, .co, dll). 

Menurut saya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita akan menentukan nama blog yang akan kita gunakan. 

1. Pilih nama domain yang mudah diingat dan diketik.
Terkadang kita ingin nama blog kita itu merepresentasikan diri kita. Tapi jangan sampe nama blog kita malah terkesan aneh dan sulit diingat pembaca. Dan yang terpenting, pastikan tanpa penulisan bahasa 4L4Y. 

2. Pilih nama yang kreatif dan menarik 
Hal ini penting sebagai langkah awal untuk menarik orang membaca blog kita. Pernahkah kamu membuka sebuah blog or website karna namanya? 

3. Hindari nama blog yang terlalu panjang 
Nama yang singkat lebih mudah diingat. Semakin mudah diingat, semakin besar peluang pembaca akan kembali mengunjungi blog kita. Pengalaman saya, kadang saya menemukan blog yang bagus, namun akhirnya saya bingung saat ingin mengunjunginya lagi karna namanya yang sulit diingat dan terlalu panjang, 

4. Pilih nama yang sesuai peruntukan blog 
Kenapa saya memilih nama revinakreasidya untuk blog saya? Kreasidya adalah nama usaha souvenir yang saya punya, yang ingin saya kenalkan ke orang banyak. Kreasidya sendiri memiliki kepanjangan Kreasi Widya (nama depan saya). Meskipun sekarang blog saya udah bukan hanya untuk keperluan bisnis, tapi saya enggan menggantinya karna sudah sangat sesuai dengan diri saya. 

5. Hindari penggunaan angka dan karakter khusus 
Menurut saya, ini adalah hal yang penting namun masih sering terjadi. Nama blog yang mengandung angka atau karakter khusus (misal : underscore), biasanya lebih sulit diingat dan rentan terjadi kesalahan ketik. 

Sebenernya masih banyak yang harus jadi bahan pertimbangan kita saat akan menentukan nama blog, namun 5 hal diatas dapat menjadi pegangan awal kita agar lebih mudah menentukan nama yang tepat. 

Saya pribadi sudah sangat sreg dengan nama blog saya yang sekarang. Karena sangat mewakili diri saya. Meskipun blog lebih baik disesuaikan dengan niche yang dipilih, namun untuk saat ini, saya masih senang memiliki blog gado-gado seperti ini. J

Thursday, 22 November 2018

Day 2 BPN30dayChallenge2018 :Tema Tulisan yang Disukai



Yess...
Memasuki hari kedua dari challenge yang digelar #bloggerperempuan dalam #bpn30dayschallenge2018, kali ini temanya adalah mengenai tulisan yang disukai.

Pada awal saya membuat blog ini, saya ga kepikiran sama sekali tentang niche apa yang akan saya pilih. Sehingga kalo diliat ke postingan-postingan lama saya, blog ini seperti gado-gado yang segala ada.

Tapi saya ga merasa itu sebagai masalah, karena pada dasarnya saya hanya ingin menulis apapun yang saya suka, tanpa dibatasi oleh niche. Memang sih, blog ini jadi terkesan ga focus dan serius. But who cares? Karna buat saya menulis itu adalah kesenangan. Menulis tentang apapun itu.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai sering menulis tentang kisah liburan saya bersama keluarga. Nah, ini adalah tema tulisan yang paling saya suka. Karena selain memberi Informasi untuk orang lain, saya jadi masih merasakan euphoria dan kebahagiaan saat liburan, meskipun terkadang itu sudah lama terjadi.

Selain itu, saya juga semakin sering mereview hotel untuk staycation. Tidak dapat dipungkiri, menulis tentang tema travelling ini membuat statistic viewer blog saya meningkat drastic. Dan ini seperti bonus buat saya. Apalagi dari banyaknya saya menulis tentang tema ini, saya mulai mendapatkan tawaran content placement dengan tema yang sama.

Itulah awal mula saya jadi lebih serius ngeblog, karena ternyata bisa menjadi sarana mencari penghasilan tambahan juga. Apalagi yang lebih mengasyikan selain hobi yang dibayar J

Meskipun begitu, saya tetap berusaha meningkatkan kualitas tulisan saya dari hari ke hari. Satu hal yang selalu jadi pegangan buat saya adalah : Apa yang saya tulis haruslah berisi Informasi yang bermanfaat buat orang lain.

Jadi, walaupun isinya tentang liburan saya sekeluarga, tapi bukan hanya menampilkan foto-foto kami atau apa yang kami lakukan disana. Namun tulisan saya harus mengandung info atau review yang bisa bermanfaat bagi pembaca. Sebagai contoh adalah jika saya menceritakan tentang tempat wisata yang kami kunjungi, harus dilengkapi dengan cara menuju tempat itu atau rekomendasi tempat makan disekitarnya.


Selain tentang travelling, belakangan ini saya banyak menulis hal yang random. Ya itu sebagai ajang saya belajar aja sih. Yang terpenting adalah saya tetap happy saat menulis. J

Kalo kamu, suka baca blog yang bertema apa sih manteman?

Tuesday, 20 November 2018

Day 1 BPN30dayChallenge2018 : Kenapa Masih Ngeblog?


Sebelumnya, tepat pada Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober kemaren, saya sudah pernah menulis tentang alasan kenapa saya tertarik untuk mempunyai sebuah blog. Ditulisan itu, saya lebih banyak flashback ke cerita awal saya ngeblog dan sedikit berbau curhat colongan. Untuk lengkapnya bisa dibaca di link berikut :

Seiring berjalannya waktu, banyak banget orang yang nanya tentang gimana caranya saya tetep bisa ngeblog ditengah aktivitas sebagai istri, ibu dua orang anak, karyawan kantoran, dan sekaligus punya bisnis kecil-kecilan.

Seperti yang saya tulis di tulisan sebelumnya, ngeblog buat saya adalah sarana me time yang efektif menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang seabreg-abreg.

Saya biasa menuliskan apapun yang saya suka. Dari mulai tentang how to be me as working mom, cerita saat liburan ma keluarga, review hotel tempat staycation, dan sedikit tentang kecantikan. Walaupun terkadang memang ada pesan sponsor yang tersurat ditulisan saya, tapi saya tetap menikmatinya sebagai obat untuk tetap "waras".

Tentang gaya bahasa dan ejaan pun saya lakukan sesuai keinginan dan gaya saya sendiri. Reader yang bertambah hanyalah bonus yang saya terima. Bukan target utama saya ngeblog. Sehingga aktivitas ngeblog jadi lebih ringan dan menyenangkan tanpa beban.

Ngeblog adalah sarana saya menyalurkan hobi nulis dan alhamdulillahnya sekarang bisa jadi sarana mendapatkan penghasilan tambahan.

Kalo ditanya : "Gimana cara ngatur waktu untuk tetep bisa konsisten nulis blog?"

Saya biasanya menulis di dua waktu tertentu ditengah rutinitas saya.
1. Saat malam hari disaat suami dan anak-anak udah pada nyenyak, bahkan terkadang sambil meng-Asi-hi si bungsu yang berumur 1,5 taun. Biasanya dimalam hari saat suasana udah sepi itu, menulis bisa lebih tenang dan fokus. 
2. Saat istirahat makan siang di hari kerja. Jujur aja mungkin ini bukan kebiasaan baik. Saya biasa menghabiskan waktu makan siang dengan tetap duduk di depan laptop (sambil makan 😅). Nah biasanya, di waktu inilah saya melakukan editing dan posting tulisan yg sudah ada di draft pada malam sebelumnya.

Hal yang saya rasa sangat bermanfaat di kehidupan saya sebagai blogger adalah dengan ikut gabung di komunitas-komunitas blogger. Selain bisa mendapatkan info mengenai job or event seputar blog, saya juga mendapatkan banyak kenalan baru. 

Saya pribadi sangat selektif memilih komunitas, karena waktu yang saya punya untuk ngeblog ga banyak dan ga fokus. Saya hanya bergabung di dua komunitas yang saya udah sreg didalamnya.

Saya bisa banyak belajar dari temen-temen saya dikomunitas. Baik dalam hal menulis ataupun hal lainnya. Gabung dikomunitas juga bisa menambah motivasi untuk terus menulis. 

Satu bulan kedepan ini, saya nekat menerima tantangan dari blogger perempuan untuk ikut challenge menulis satu postingan setiap harinya. Enaknya sih temanya sudah ditentukan, jadi saya ga akan kehabisan ide tulisan. Kenapa saya berani ikutan, padahal setiap harinya masih suka berasa ga punya waktu? Justru dengan ikutan kegiatan ini, saya berharap bisa konsisten nulis dan blog ini ga bersarang laba-laba 😁

#bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018 #Day1

Friday, 2 November 2018

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (2) - Explore Genting Highland

Genting Highland

"Genting Highlands terletak 2000 m di atas permukaan laut yg merupakan puncak dari pegunungan Titiwangsa di Malaysia. Dikenal sebagai Las Vegas-nya Malaysia, tempat ini merupakan satu-satunya tempat berjudi daratan yang legal di Malaysia serta dioperasikan oleh Resorts World Bhd. Resort ini juga memiliki beberapa hotel yaitu Hotel Genting, Hotel Highlands, Hotel Resort, Hotel Theme Park, Awana Genting, dan Hotel First World. Hotel First World memiliki 6.118 kamar, menjadikannya hotel kedua terbesar di dunia saat ini. Fasilitas lainnya ini adalah theme park, lapangan golf, mall perbelanjaan, simulator sky diving, hall konser dan masih banyak lagi.      (sumber : wikipedia)


Berhubung pada saat liburan kemaren, saya memanfaatkan tiket promo 0 rupiah dari AirAsia, yang mana tanggal pulang dan perginya itu ga bisa semau hati kita pilih. Jadi saya mendapatkan rentang tanggal pulang pergi yang cukup lama, yaitu 6 hari.

Baca persiapan dan itinerarinya di :

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (1) - Itinerary


Saya sempet khawatir kami sekeluarga bakal bosen dan mati gaya , kalo 6 hari 5 malem full itu hanya dihabiskan di Kuala Lumpur. Akhirnya saya putuskan untuk memasukkan Genting Highland ke itinerary kami. Berhubung bawa 2 anak kecil, saya ga mau itinerarynya terlalu padat, jadilah dijadwalkan menginap 2 malam disana.

Sebelumnya, ga banyak yang saya tau tentang Genting selain casino dan mall dengan berbagai tempat mainnya. Dari banyak blog yang saya baca, banyak yang bilang Genting highland ini membosankan kalo ditinggali lama-lama. Biasanya orang hanya datang pagi pulang malam, tanpa menginap.

Tapi ternyata, menginap 2 malam di Genting bukanlah hal yang saya sesali. Justru kebalikannya. Kami sekeluarga mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan sangat menyenangkan (dan menegangkan) selama disana. Pingin kesana lagi? Iyahhh tentu (peluk celengan). 

Oh ya sebagai gambaran, kurs pada saat saya berangkat liburan adalah 1 ringgit = 3620 rupiah. (saat ini mungkin sudah berubah)

Cara menuju Genting :
Genting ini terletak didataran tinggi Kuala Lumpur (kalo di kita mah area Puncak). Untuk menuju kesana, kita harus menggunakan bis menuju Awana Station dan disambung dengan menggunakan gondola atau SkyWay menuju Resort World Genting.

Banyak orang yang menuju Genting melalui KL Sentral (pusat public transportation di Kuala Lumpur), dengan menggunakan Express Bus yang lama perjalanannya sekitar 1,5 jam menuju Awana Station, dan dilanjut menggunakan SkyWay. Harga tiket bus include skyway ini adalah RM11,9 dengan jadwal bus yang berangkat setiap jam, mulai pukul 8:00am - 08:00pm (untuk sabtu minggu ada keberangkatan tambahan jam 3:30pm dan 9:00pm).

Genting dengan kabutnya
Karna saya memutuskan Genting sebagai destinasi pertama yang akan kami kunjungi, jadi kami memilih naik bus langsung dari Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2). Walaupun harga tiket busnya lebih mahal, namun secara waktu akan lebih singkat dibandingkan kami harus menuju ke KL Sentral dulu. Lebih nyaman untuk anak-anak juga pastinya.

Kami tiba di KLIA2 pukul 2:30pm dan langsung membeli tiket AeroBus menuju Genting untuk keberangkatan pukul 15:30, seharga RM35 untuk dewasa dan RM25 untuk anak-anak.

Berikut ini jadwal dan rate Aerobus dari KLIA2 menuju Genting.
Sumber : www.rwgenting.com

Bus yang kami tumpangi ini sangat nyaman dan bersih. Perjalanan selama 1,5 jam dari KLIA2 ke Genting itu tidak berasa, karna hampir semua dari kami ketiduran. Kecapean karna sebelumnya sejak jam 3 subuh kita sudah berangkat dari Bandung ke bandara Soekarno Hatta.

Jalanan yang dilalui saat mendekati wilayah Genting, sangat berkelok-kelok. Persis seperti di puncak, namun jalurnya lebih rapih dan banyak bangunan besar. Saat sampe di Awana Station yang terhubung dengan Genting Highland Premium Outlets, kami mulai merasakan mual dan pusing karna perjalanan yang menanjak dan luar biasa itu. Kami berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan SkyWay, tanpa sanggup tergoda untuk mengunjungi mall yang dipenuhi barang branded tersebut (mual banget mak).

GPO yang terhubung dengan Awana SkyWay Statiom
Saat itu waktu sudah menujukkan jam 7 malam. Meskipun biasanya jam segitu masih terang di Malaysia, namun cuaca mendung bikin suasana mencekam. Yaps sebenernya, saya dan suami deg-degan bawa anak-anak naik SkyWay dengan langit yang mulai gelap. Kami khawatir mereka ketakutan. Kenyataannya malah ayah bundanya yang takut, sedangkan mereka anteng-anteng aja.

Harga tiket SkyWay dari Awana Station ke Resort World Genting tempat kami menginap adalah RM 7. Bisa dibeli melalui vending machine yang banyak disediakan di station itu.  Sebenernya, ada juga pilihan gondola dengan lantai kaca. Tapi kami ga akan sanggup deh, karna perjalanannya membelah gunung dengan view hutan belantara dan ditemani kabut pekat (kebayang kan ya?).

Tiket SkyWay

Seperti yang kami bayangkan saat membeli tiket, perjalanan menggunakan SkyWay ini tidak akan terlupakan. Karna, selain hari sudah gelap, tiba-tiba turun hujan deras dan angin kencang. Tegang banget waktu SkyWay bergoyang kencang ketiup angin diatas ketinggian. Belum lagi yang keliatan hanya gelap sejauh mata memandang. Lampu di dalam SkyWaynya sendiri redup remang-remang doang. Yang saya takutkan adalah, lampu mati atau skyway mati. 
Ini Gelapnya di dalam SkyWay

Sepanjang perjalanan, saya hanya bisa berdoa. Sedangkan Ken malah tetep aja ngomong ga bisa diem. Kalo Dejas, ya anteng aja sambil ngemil seperti biasa. Yang saya syukuri, mereka ga ketakutan dan menikmati perjalanan menegangkan malam itu.

Sky Way di Siang Hari
Foto diatas adalah foto perjalanan dengan SkyWay saat pagi hari. Kebayang kan saat kami kesana, langit udah gelap disertai hujan deras jauh diatas hutan belantara seperti itu.

Alhamdulillah kami tiba di Resort World Genting dengan selamat.
Oh ya, saran untuk yang mo ke Genting, pertimbangkan waktu keberangkatan SkyWay. Bagusnya sih pas pagi sampe sore hari saat cuaca lagi cerah. Biar ga perlu gelan-gelapan dan tegang di dalem SkyWay.

Seperti apa pengalaman kami selama 2 hari di Genting?
Tunggu tulisan berikutnya ya :-)

Alhamdulillah bisa foto berdua tanpa diganggu krucil

Saturday, 27 October 2018

Kenapa Ngeblog?

Selamat Hari Blogger Nasional ... :-)

Mungkin banyak yang belum tau, kalo tanggal 27 Oktober itu diperingati sebagai hari blogger nasional. Dimulai sejak tahun 2007, yang menjadi asal muasal pencanangan hari tersebut oleh Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, yaitu Bapak Muhammad Nuh.

Dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional kali ini, Bandung Hijab Blogger megadakan kolaborasi dengan tema "Why I Started Blogging". Kesempatan nih ditulisan collab kali ini pasti akan berbau curhat dan flashback masa-masa awal ngeblog :-D


Kenapa ngeblog?

Kalo ditanya kenapa saya tertarik buat ngeblog sih ngejawabnya aga bingung. Karna awal saya ngeblog ini murni dari keisengan akibat kejenuhan di tempat kerja saya yang sekarang. Uppppsss..

Jadi gini, saya udah suka banget nulis dari jaman SMP. Tapi dulu nulisnya masih berupa cerita-cerita ngayal di buku tulis biasa. Dulu pengen banget ngirim cerpen atau cerbung ke majalah or koran-koran yang masih musim pada waktu itu. Yaps, jaman saya SMP tuh, baru banget kenal yang namanya komputer. Tapi belum kenal internet. Masih sebatas tau Lotus123 sama Wordstar doang. Ayo siapa yang pernah pake Lotus123? Pasti kita seangkatan :-D

Memasuki SMA, hobi nulis saya disalurkan melalui nulis buku harian. Isinya seputaran pengalaman sehari-hari, puisi-puisi ala dilan dan curhat-curhatan ga penting. Tapi buku harian itu pernah dibaca sama orang ga bertanggungjawab dan akhirnya saya kapok. Tapi ada salah satu buku harian yang masih disimpen sama suami saya sampe sekarang. Isinya kebanyakan tentang dia karna kebetulan kita pacaran 6 taun sejak saya SMA. Dari mulai saya masih ABG sampe lulus kuliah n kerja. Buku itu disimpen sebagai barbuk kalo saya pernah alay katanya.

Setelah lulus kuliah, saya berkesempatan buat ngajar di kampus tempat saya kuliah. Disitulah hasrat nulis saya disalurinnya ke banyak menulis Student Work Book, silabus, dll. Udah ga sempet lagi nulis curhat-curhatan atau cerita ngayal. Tapi semua yg ada di kepala tertuang di bahan ajar atau disampein saat cuap-cuap depan mahasiswa.

Setelah 6 tahun sibuk ngajar, akhirnya saya putuskan untuk cari kerjaan yang waktunya lebih flexible. Akhirnya, saya bekerja di IT Company dengan suasana kerja yang lebih serius, tapi jam kerja yang lebih teratur. Di kantor saya ini, saya jarang banget ngobrol sama temen sekantor lainnya. Waktu itu, saya adalah satu-satunya karyawan perempuan disana. Kalo sekarang sih udah banyak perempuannya, jadi udah ga terlalu kesepian.

Dulu tuh kadang dalam seharian kerja, saya ga ngomong sepatah katapun sama siapapun. Tetiba saya merasa jadi orang yg introvert. Yang biasanya saya bebas berekspresi dan berkreasi, saya jadi lebih banyak diem dan asik sendiri.

Dari situlah akhirnya saya memutuskan untuk punya blog. Sebagai sarana saya mengeluarkan uneg-uneg dan apa yang ada dikepala. Saya mulai ngeblog di tahun 2013. Tepat sebulan setelah saya berhenti mengajar.

Awalnya, blog yang saya punya berisi cerita-cerita pengalaman saya menghadapi PCO dan tiga taun perjuangan untuk memiliki anak. Selain itu, saya banyak share tentang awal mula saya bisnis souvenir, pengalaman selama bisnis, dan lain-lain.

Tahun 2015, setelah saya mulai hobi jalan-jalan bareng keluarga, mulailah saya banyak menulis tentang travelling. Oh ya, semua tulisan saya, biasanya diperiksa dulu sama suami sebelum dipublish. Ga boleh ada unsur riya dan harus bermanfaat untuk orang lain. Itulah pesan suami saya tercintah :-) Pada saat itu, saya masih jarang banget upload tulisan. Dalam setahun, paling hanya dua atau tiga tulisan baru yang ada diblog.

Di tahun 2016, saya mulai serius dan merasakan enaknya ngeblog, bukan cuma untuk nyalurin segala isi pikiran dan perasaan, tapi juga bisa dijadikan sebagai ajang mencari penghasilan tambahan. Di tahun itu, saya mulai menerima tawaran-tawaran pekerjaan dari ngeblog ini.

Oh ya, yuk baca tulisan Anisa  yang juga berbagi pengalamannya mengenai ngeblog ini. 

Banyak banget hal positif yang saya dapatkan dari ngeblog ini, antara lain :
1. Penghilang Stress
2. Sarana Me Time
3. Penghasilan Tambahan
4. Kenal orang-orang baru.

Seperti di Bandung Hijab Blogger, sejak gabung komunitas ini, saya bisa banyak belajar dari blogger-blogger senior yang humble dan ga segan-segan untuk berbagi ilmu mereka. Selain itu, saya bisa berpartisipasi dalam event-event seru dan bermanfaat. 

Salah satunya adalah dengan turut berpartisipasi dalam membantu korban bencana alam di Palu dan Donggala. Kita bisa mengirimkan bantuan semampu kita, untuk meringankan beban saudara-saudara kita disana.

Temen-temen juga bisa ikut memberikan donasi dengan cara berikut :

Kantor ACT Humanity Jabar :
Jl Gitar No 21 RT 02/10 Kelurahan Turangga Kecamatan Lengkong, Bandung, Turangga, Jawa Barat 40264


Monday, 15 October 2018

Tiga Wanita Berpengaruh dalam Dunia Teknologi Informasi


Seneng banget kali ini saya kembali berkesempatan untuk berkolaborasi sama temen-temen dari Bandung Hijab Blogger. Untuk kali ini, tema kolaborasi yang sedang berlangsung adalah tentang 3 Inspiring Woman in the World. 

Tentunya sangat banyak perempuan-perempuan di dunia yang berhasil menyebarkan energi positifnya serta memberikan inspirasi bagi perempuan lainnya. Saya sangat menyukai tokoh-tokoh wanita dunia yang dengan kegigihannya, mampu bersaing dan berprestasi, sehingga namanya dikenal keseentaro jagad raya ini.

Nah, karena saya hidup belasan tahun di dunia teknologi informasi, atau yang biasa dikenal dengan dunia IT. Dari mulai kuliah sampai kerja pun, ga pernah pindah ke lain bidang (setia emang orangnya :-D). Jadi saya mau bahas tentang wanita-wanita yang berpengaruh di dunia IT ini,

Oh ya sebelumnya, mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Stanford Alison Wynn dan Profesor Shelley Correll pernah mengadakan penelitian, dimana akhirnya mereka menyaksikan bagaimana disparitas gender di dunia teknologi.  Muncul anggapan  bahwa dunia IT itu didominasi pria, sehingga wanita sering dianggap tidak mampu bekerja dan berkarya di sana.

Kalo menurut saya sih, salah satunya kenapa wanita dianggap susah bertahan didunia IT ini adalah karena wanita selalu bertindak dan berfikir dengan emosi. Sehingga sering baper disaat harus terus melaju bersama kemajuan teknologi. Ini pengalaman pribadi sih sebenernya. Tujuh atau delapan tahun lalu, saya masih bisa ngikutin ngupgrade kemampuan programming (ngoding) saya, tapi karena kecepatan dunia programming yang cepet banget kaya kenaikan harga bbm dan suka bikin mood swing, saya memutuskan untuk menyerah dan fokus lebih banyak waktu buat keluarga aja. Meskipun saya masih bekerja di dunia IT, namun beban pikirannya ga seperti jaman waktu masih suka ngoding :-D


Balik lagi ke tema kolaborasi kali ini, saya akan bahas mengenai tiga wanita yang berpengaruh di dunia IT :

1. Susan Wojcicki, CEO Youtube

Susan Wojcicki adalah wanita cantik dan cerdas yang menjabat sebagai CEO Youtube sejak periode Februari 2014. Siapa sih yang jaman sekarang ga tau youtube. 

Susan Wojcicki memiliki ayah seorang  profesor fisika di Standford University, sementara ibunya adalah seorang staf pendidik berdarah Jerman. Jadi Susan sejak kecil sudah dekat dengan dunia dan pendidikan, dan memperlihatkan minatnya kepada teknologi informasi.


Ia menyelesaikan jenjang pendidikan dan lulus dengan gelar sarjana di salah satu universitas paling kenamaan yakni Harvard University di tahun 1990 dan juga menerima gelar sebagai master ekonomi selepas menyelesaikan studinya di University of California pada tahun 1993. Seolah tidak puas dengan gelar dan ilmu yang telah diserapnya, Susan kembali mengukir prestasinya dengan memperoleh gelar master di bidang administrasi bisnis pada tahun 1998.


Untuk bisa menjabat sebagai CEO di perusahaan ternama seperti Youtube sangatlah tidak mudah.
Susan menggagas dan mengupayakan sistem navigasi youtube dengan tampilan yang ergonomis dan user friendly. Hal ini membuat viewers youtube merasa nyaman dan semakin banyak peminatnya diseluruh dunia.


Selain itu, Susan berhasil meningkatkan pendapatan youtube melalui iklan. Dia juga menjadi penggagas mengenai penggunaan iklan AdSense dan AdWords yang mana hal ini juga menguntungkan pihak pencipta dan penerbit konten-konten online. 


2. Angela Ahrendts, Senior Vice President of Retail on Apple

Wanita selanjutnya adalah Angela Ahrendts yang merupakan Senior Vice President of Retail di Apple. Dia bertanggung jawab pada penjualan ritel online Apple di seluruh dunia. Yapss seluruh dunia loh.

Ahrendts lahir dan dibesarkan di New Palestina, Indiana. Ia memiliki 5 saudara kandung. Sedari kecil Ahrendts memang dikenal kreatif, ia kerap membuat kolase dari majalah mode yang ia kumpulkan.

Ibu dari tiga anak ini kuliah di jurusan Merchandising dan Marketing di Indiana sebelum bekerja di industri fashion di New York City. Spesialisasi karirnya memang di bidang pemasaran, dan akhirnya pada 2006 ia menjabat sebagai CEO Burberry, sebuah rumah mode mewah yang bermarkas di London.

Ia menjabat sebagai CEO Burberry selama 8 tahun (2006-2014). Selama menjadi CEO brand fasion kenamaan tersebut, Ahrendts selalu tampil modis, karena kompensasi pakaian pribadinya disebutkan mencapai puluhan ribu dolar AS per bulannya.

Ia meninggalkan posisinya di Burberry pada 2014 untuk memulai bekerja di Apple. Business Insider melaporkan Ahrendts merupakan pegawai dengan gaji tertinggi di Apple pada 2017.


3. Tracy Chou, programmer 

Yang terakhir yang saya kagumi adalah seorang programmer muda bernama Tracy Chou, yang keahliannya sudah mendunia. Berawal dari magang di Facebook dan Google, lalu berada dibalik cantiknya Pinterest, lalu sekarang bekerja di situs tanya jawab Quora sebagai software engineer.

Lewat pengalamannya, Tracy sudah terbiasa menganalisis data dalam jumlah sangat besar. Tracy sempat belajar teknik elektro sebelum akhirnya memilih mendalami ilmu komputer, dan kemudian fokus dalam bidang data.

Dia menyadari bahwa industri teknologi itu didominasi laki-laki, tapi dia sadar bahwa dia yang mendapatkan kesempatan bisa untuk mendorong perempuan di industri ini. Dia pun mencoba melakukan survei terhadap seberapa banyak wanita di industri teknologi. Hasilnya tidak menggembirakan. Kurang dari 9% dari insinyur Mozilla adalah perempuan, dan Facebook dan Yahoo hanya punya 15% insinyur wanita. Lebih sedihnya lagi, perusahaan tertentu bahkan tidak bisa menghitung satu wanita di tim engineering mereka.

Tugas dia memang tak sekedar bekerja menyesuaikan diri di lingkungan laki-laki, lebih dari itu dia mencoba mendorong banyak wanita mengerjakan pekerjaan yang tak umum ini.

Akhirnya, saat ini Tracy mendirikan organisasi bersama tujuh wanita lainnya di industri teknologi, yaitu grup advokasi bernama Project Include yang bertujuan membuka kesempatan semua orang dari berbagai latar belakang agar bisa sukses di dunia teknologi.

Itulah ketiga wanita yang menginspirasi saya. Kita masing-masing pasti memiliki ketertarikan pada bidang yang berbeda, sehingga wanita-wanita yang menginspirasi pun berbeda-beda. Banyak wanita hebat di dunia ini. Teman saya Anis, mempunyai pandangan berbeda tentang hal ini. Dia menulis tentang 3 MODEL WANITA INSPIRATIF yang dapat membuat kita semakin bersyukur dan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang besar.

Siapa wanita hebat yang menjadi inspirasimu? Sharing on comment yak :-)