Monday, 21 August 2017

Mandiri Merawat Bayi Baru Lahir - (1) Memandikan Bayi

Suatu hari, salah seorang teman saya bertanya : "Teh Rev, masih waras ngurus bayi baru lahir sejak hari pertama pulang kerumah tanpa bantuan siapapun?". Dilain hari, teman yang lain berkata : "Kamu serius? Ngurus bayi baru lahir cuma berdua ma suami? Ditambah kakanya yang masih balita?". Ditambah lagi ada keluarga yang menyarankan "Cari orang yang bisa bantuin atau nemenin aja" mungkin dalem hatinya ga mungkin banget saya yang kadang masih ga kaya orang seumuran saya ini (baca : awet muda...maksaaaaa wkkwkw), ga mungkin bisa ngurus baby kecil yang masih ringkih, masih merah, belum puput pusar dan "palalaur" kalo bahasa sundanya mah. Hhmmm sebenernya sih banyak yang dilakukan untuk ngejaga kewarasan itu (walau kadang suka tandukan) dan untungnya ada paksuami tercintahhhh yang bisa diajak kompak n slalu jadi tempat berbagi n berkeluh kesah sailorbunda ini :-D

Sebenernya udah sejak beberapa bulan lalu saya gatel pingin nulis tentang ini. Sejak 2 minggu pertama setelah melahirkan Baby J tepatnya. Tapi saya pikir, masih terlalu dini dan sayapun masih ga tau apakah saya memang mampu merawat bayi baru lahir (dengan baik) ditambah sang kaka yang lagi masa-masanya (ngegemesin) dan malah kena baby blues (aslinyaah malah Ken yang jadi super duper rewel). Sekarang, umur Baby J sudah hampir tiga bulan. Saya rasa sudah cukup pantaslah saya bikin tulisan ini. 

Tujuan saya tulis ini adalah untuk diri saya sendiri. Sebagai catatan yang siapa tau akan saya perlukan dikemudian hari. Sebagai contoh : dulu saya udah bisa mandiin Ken sejak dia baru lahir. Saat mau melahirkan Baby J, saya lupa selupa-lupanya dan akhirnya belajar lagi dari awal. Selain itu, semoga tulisan ini juga menginspirasi dan memotivasi emak-emak yang senasib dengan saya. Hayu mak, kita bisa mak. Kita harus jadi emak setrong kalo harus "dengan sangat terpaksa alias tanpa pilihan lain" harus ngurus baby sendirian dengan kondisi rahim masih sakit ditambah setres karna Asi baru sedikit keluar (curhat).

Biar tulisannya ga terlalu panjang n ga bikin ngantuk, saya akan membagi tema ini dalam beberapa postingan. 

Yang pertama adalah perihal Memandikan Bayi yang biasanya dianggap sulit bagi emak-emak baru ataupun emak-emak lama. Bahkan beberapa orang disekitar saya, menggunakan jasa orang untuk memandikan bayi di minggu-minggu pertamanya. Sukur-sukur nenenya sendiri atau sodara ada yang bisa bantu untuk menangani hal ini. Tapi kalo kaya saya yang "kepepet" harus mandiin sendiri, persiapan dan caranya adalah seperti dibawah ini.

BELAJARRRRRR
Yappp belajar cara memandikan sejak bayi kita masih dalam kandungan. Saya pribadi banyak belajar dari Youtube, ditambah dulu sempet liat demo mandiin bayi oleh suster di RS saat Ken baru lahir (kebetulan Baby Ken yang jadi model demonya).

Banyak aliran (halahhh bahasanya) cara memandikan bayi. Bahkan tiap daerah pun berbeda-beda caranya. Kaka ipar saya yang tinggal di Cilegon bercerita bahwa disana memandikan bayinya dengan cara ditaro dikaki (ibunya sambil duduk selonjoran dan bayi di taro diatas kakinya).

Terserah kita mau pake cara yang mana disesuaikan dengan naluri emak, mana yang terbaik buat baby kita. Saya pribadi mandiinnya dengan cara berikut :

Perlengkapan Mandi Baby
Nahhh cara memandikan yang saya pilih memang termasuk yang ribet dan memakan waktu sekitar 15-20 menit. Tapi menurut saya, ini yang paling cocok buat bayi saya. Langkah pertama sebelum memandikan bayi adalah mempersiapkan perlengkapannya. Biasanya saya letakkan bayi di kasur dan ember mandi berisi air hangat di sebelah kasur. Embernya yang berukuran besar ya. 
Yang saya siapkan adalah :
1. Ember berisi air hangat
2. Perlak bayi yang dilapisi bedong atau alas ompol bersih
3. Perlak bayi yang dilapisi handuk
4. Kapas bulat 
5. Cotton bud
6. Kain kasa (saat belum puput pusar)
7. Minyak telon
8. Sabun Head to Toe (buat badan n rambut sekaligus biar ga ribet)
9. Minyak telon
10. Bedak atau baby cream
11. Pakaian bayi lengkap (popok, bedong, baju kutung, celana, dan baju atasan)
12. Baby oil
13. Washlap

Langkah-langkah memandikan bayi (saya tulis sesuai urutan yang saya lakukan ya):
1. Hal pertama yang saya lakukan adalah letakkan bayi di atas perlak yang dilapisi bedong/alas ompol bersih denga kondisi bayi masih berpakaian lengkap.

2. Lalu bersihkan mata bayi menggunakan kapas bulat yang sudah dibasahi air hangat sebelumnya. Bersihkan dengan cara mengusap dari arah luar ke dalam. Satu kapas untuk satu mata masing-masing kiri kanan.

3. Setelah itu basahi cotton bud dengan baby oil untuk membersihkan bagian telinga bayi. Yang dibersihkan adalah bagian daun telinga dan diluar lubang telinganya. 

4. Gunakan Cotton Bud ukuran kecil untuk membersihkan lubang hidung bayi dengan perlahan.

5. Setelah beres membersihkan bagian-bagian di wajah tersebut diatas. Saya akan buka baju dan celana bayi (menyisakan popok). Selanjutnya lakukan pijat bayi menggunakan baby oil agar bayi menjadi lebih nyenyak saat tidur (jadi emak bisa metime) dan juga membantu pertumbuhannya. Cara memijat bayi ini saya pelajari saat baru melahirkan Ken.

6. Setelah beres pijat memijat, buka kain kasa yang ada di pusar bayi (yang belum puput)  serta buka popok bayi dan bersihkan area kemaluan depan belakang menggunakan kapas bulat dan air.

7. Selanjutnya baru mulai memandikan bayi. Pertama, lap dengan menggunakan waslap yang sudah dibasahi air hangat dimulai dari bagian wajah, kepala, tangan, perut (dan pusar yang belum puput), punggung, kaki dan terakhir area kemaluan depan dan belakang dengan posisi bayi masih tiduran.

8. Lalu tambahkan sabun diatas waslap yang sudah basah tersebut dan sabuni seluruh tubuh bayi dengan urutan sepeti langkah sebelumnya.

9. Setelah disabuni, angkat bayi dengan posisi tangan kiri melingkar di bahu bayi, lalu bersihkan badan bayi di dalam ember yang sudah disediakan. Sebenernya, Baby J punya babybather kado dari nenenya, tapi saya pikir belum bisa digunakan oleh bayi baru lahir.

10. Setelah bersih dari sisa sisa sabun. Letakkan bayi diatas perlak yang sudah dilapisi handuk. Keringkan badan bayi dengan baik, termasuk pusar yang belum puput (ini sangat penting).

11. Pakaikan popok, pusar yang belum puput cukup dibalut kasa kering, balur telon dan bedak/babycream (dikittt karna kulit Baby J yang sensitif.. waktu ken bayi malah ga pernah pake bedak) lalu pakaikan baju dan bedong (bedong hanya dipakai kalo cuaca dingin).

Syudahhh deh..baby udah cantik, emak senang. Tinggal diAsiin, terus biasanya baby bobo nyenyak karna abis dipijit. Samalah ya kaya emaknya, kalo abis dipijit bawaannya enak tidur :-D

Meskipun terlihat mudah, tapi kenyataannya ga selalu lancar. Waktu Ken bayi, setelah puput pusar, pusar Ken langsung rapih. Ga ada masalah apa-apa. Sedangkan, setelah Baby J puput pusar, pusarnya ada bekas luka yang mengeluarkan sedikit darah. Panikkk makkk..Mana tiap luka udah kering, suka ada yang nempel dipopok dan saat popok dibuka, lukanya berdarah lagi...pengen nangis rasanya. Mana rahim masih cenat cenut. Saya berusaha tenang dan banyak baca (google andalanku). Ujung-ujungnya curhat ke bidan tentang pusar ini. Ternyata katanya itu biasa. Cukup dibersihkan dan dioleskan betadine. Alhamdulillah 2 hari kemudian pusarnya benar2 sembuh dan kering. Fiuhhhh lega rasanya.

Hmmm kendala apa lagi yah soal permandian ini...kayanya sejauh ini lancar2 aja ko, asalkan hati2 saat membilas sabun. Cara memegangnya pun harus bener (intip di youtube, saya biasanya banyak belajar dari chanel : babycentre)

Oh ya, saya ga lengkapin postingan ini pake foto ya. Kalo mau tau tutorial yg dalem bentuk video, banyak ko di dunia maya ini heehehee...

Semoga bermanfaat...Salam emak :-*





Friday, 14 July 2017

Mengatasi Anyang-Anyangan dengan Uri-Cran

Pernah denger tentang anyang-anyangan? Atau pernah mengalaminya?

Anyang-anyangan adalah gejala awal dari infeksi saluran kemih yang ditandai dengan rasa ingin buang air kecil terus menerus namun hanya sedikit cairan air kecil yang keluar disertai dengan rasa tidak nyaman. Penyakit ini lebih banyak dialami oleh wanita, walaupun sebenernya bisa juga menyerang pria.

Anyang-anyangan dapat disebabkan oleh seringnya menahan buang air kecil atau berlebihan mengkonsumsi minuman yang mengandung alcohol atau kafein. Anyang-anyangan juga sering menyerang wanita yang sedang hamil.

Saya sendiri mengalami gejala ini saat sedang hamil anak pertama. Rasanya sungguh sangat mengganggu dan tidak nyaman sekali. Terutama jika menyerang diwaktu jam kerja. Hal ini menyebabkan saya sering bulak balik ke kamar kecil terutama jika mengajar sambil berdiri (saat itu saya masih aktif mengajar). Biasanya, saya disarankan untuk mengkonsumsi banyak air putih.

Dulu saya belum tau bahwa ada cara yang mudah dan enak untuk mengatasi anyang-anyangan, yaitu salah satunya dengan menggunakan ekstrak Cranberry yang di dalamnya mengandung Proantocyanidin yang berfungsi untuk mencegah dan menangkap bakteri yang menempel pada saluran kemih yang menjadi penyebab anyang-anyangan.


Berkenalan dengan buah Cranberry?

Dari namanya saja kita sudah bisa menerka bahwa buah ini merupakan salah satu jenis tanaman berries. Akan tetapi, buah ini tidak dapat kita temui dengan mudah di negara kita, sulit menemukannya di supermarket atau pasar. Buah ini sangat mirip dengan blueberry, tetapi berwarna merah tua. Buah ini popular untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan kaya akan antioksidan. Pada saat ini, ekstrak cranberry banyak digunakan sebagai bahan dasar produk perawatan kecantikan dan kesehatan saluran kemih.

Jus Cranberry efektif mencegah infeksi saluran kemih, karena memiliki antioksidan yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi ini. Selain itu, sifat anti adhesinya membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi.

Ga perlu khawatir sulit mendapatkan manfaat dari buah ini. Saat ini ada Uri-Cran. Sebuah produk keluaran Combiphar yang sudah dikenal sebagai produsen farmasi yang telah lama malang melintang di Indonesia sehingga sudah tidak diragukan lagi kualitas produknya. 


Bebas Anyang-anyangan dengan Uri-Cran

Ada dua jenis produk Uri-Cran yang tersedia, yaitu :

1. Prive Uri-Cran yang berbentuk kapsul dengan kandungan 250mg ekstrak cranberry.

2. Prive Uri-Cran Plus yang berbentuk serbuk dengan kandungan 375mg ekstrak cranberry, dan dilengkapi dengan vitamin C, Lactobacillus Achidopillus, dan Bifidobacterium bifidum.

Silahkan pilih mana yang lebih disukai, apakah berupa kapsul ataupun minuman serbuk dengan rasa yang nikmat.

Produk ini adalah jenis produk tersebut yang pertama di Indonesia. Mendapatkannya sangat mudah, yaitu di apotik maupun drugstore yang tersebar di mall-mall dengan harga berkisar Rp. 100.000 – Rp. 120.000.


Sumber gambar : http://uricran.co.id/







Friday, 7 July 2017

Review - Redwin Sorbolene Moisturiser - Untuk Bunda dan Baby J

Ini postingan  pertama saya pasca lahiran. Setelah berbulan-bulan kena sindrom males nulis ketak ketik (terakhir posting bulan maret kemaren), akhirnya malem ini mood nulisnya muncul lagi gegara excited banget sama produk yang satu ini. Review ini murni hasil pengalaman pribadi saya, bukan karna pesan sponsor hehehehe.

Redwin Sorbolene Moisturiser Sensitive Skin - Jujur aja saya baru mengenal produk ini beberapa bulan kebelakang. Setelah mendapatkan kiriman produk ini, saya tidak langsung rutin menggunakannya sesuai fungsinya. Kebetulan saya bukan orang yang rutin menggunakan lotion dan sejenisnya, karena jenis kulit saya yang cukup lembap meskipun tidak menggunakan apapun setelah mandi :-).

Moisturiser ini cukup lama ngejagrak alies hanya disimpan diatas meja kerja saya dikantor. Sesekali saya pakai sebagai hand cream kalo kulit tangan udah berasa kering karna kelamaan diam diruangan ber-AC atau saat saya lagi jenuh sama kerjaan kantor (emang aslinya kadang kalo lagi iseng aja saya baru rajin pake lotion hehehe).

Kesan pertama saya saat mencoba moisturiser ini adalah saya kurang sreg sama baunya yang ga wangi. Kaya bau obat tapi sebentar juga baunya hilang. Teksturnya lebih kental dari lotion biasanya namun tidak meninggalkan kesan lengket. Itu karna produk ini merupakan jenis sorbolane (silahkan cari tau sendiri yah apa itu sorbolane, kalo dijelasin disini jadinya panjang dan membosankan hee).

Kalo dilihat di kemasannya, produk ini berfungsi untuk memulihkan dan meremajakan kulit kering, pecah-pecah, kasar dan bersisik sehingga menjadi halus dan lembut. Keunggulan dari produk ini adalah tanpa pewangi (makanya bau obat hee), tanpa pewarna dan paraben atau pengawet. Produk ini cocok untuk kulit sensitif, normal, dan seluruh anggota keluarga termasuk bayi baru lahir.


Di hari terakhir saya kerja menjelang cuti melahirkan, saya baru membawa produk ini kerumah dan mulai lebih sering menggunakannya terutama di bagian-bagian kulit yang mudah kering seperti tumit, telapak kaki dan sikut tangan. Hasilnya memang luar biasa terasa sekali bedanya. Dengan rutin menggunakan ini beberapa hari saja, telapak kaki berasa lebih halus dan segar.

Selain itu, saya juga menggunakannya untuk baby J sejak masih berumur satu bulanan. Kebetulan diantara kedua alis baby J atau diatas hidung terdapat kulit yang kering. Juga kulit baby J aga sensitif. Kalo sedikit aja kepanasan, pipinya bisa merah-merah, sama banget sama pipi kakanya waktu bayi. 

Awalnya saya ga yakin untuk mengoleskan produk ini di kulit bayi, Tapi setelah baca sana sini akhirnya saya coba dan foilaaa dalem 2 hari aja kulit baby J udah membaik. Keringnya berkurang dan merah-merahnya pun cepat hilang.

Logo Halal di Kanan Bawah
Produk ini buatan Australia, tapi jangan khawatir, sudah terdapat logo halal dikemasannya. Ini juga menjadi concern saya saat awal menerima produk ini.

Belinya dimana? Saya sering melihat produk ini di drugstore macam guardian, watsons, or century. Di carrefour juga sempet liat atau di hypermarket lainnya dengan harga kurang lebih Rp. 80.000 untuk kemasan tube 100gr seperti yang saya punya.

Sepertinya produk ini akan jadi andalan saya sekeluarga untuk saat-saat tertentu :-)


Monday, 13 March 2017

Budget Liburan ke Singapore dengan Balita - Backpackeran ala Kami



Sebenernya saya dan suami paling anti untuk nyebutin nominal atau angka dalam hal apapun (terutama berat badan wkkwkwkwk). Tapi dengan pertimbangan topik ini banyak direquest, bahkan hampir setiap minggu saya dapet permintaan email mengenai budget liburan yang saya keluarkan, akhirnya kami putuskan untuk nulis ini di blog. Toh juga liburan kami kebanyakan diskonan dan gratisannya heheee, jadi bukan bermaksud untuk hmmmm tau sendiri lah kadang ada aja orang yang nyinyir nyangkanya kita liburan cuma buang-buang uang.

Singapore lagi? Banyak yang nanya kenapa kami memilih Singapore lagi untuk berlibur awal tahun 2017 kemaren. Sebenernya saya memiliki keinginan untuk mengeksplore negara-negara Asia Tenggara. Namun berhubung kami liburan sekeluarga bareng bocah balita yang kadang anteng kadang cranky, akhirnya kami pilih Singapore lagi dengan pertimbangan :

1. Waktu tempuh dengan pesawat yang Cuma sekitar 2 jam dari Bandung.
2. Sarana Public Transportation disana yang kids friendly. Gampang banget bawa anak plus stroller naik turun MRT dan Bus bahkan jalan di trotoar pun sangat nyaman.
3. Mudahnya mencari makanan yang halal dan cocok dilidah apalagi kalo bawa anak yang kadang picky sama makanan.
4. Banyak tempat dan pertunjukkan menarik atau tempat main anak yang gratis hohoho kalo ini emaknya suka bener. Ga perlu ngebudgetin untuk masuk ke tempat wisata berbayar. Kalo rela bayar aga mahal, banyak tempat wisata berbayar yang cocok buat balita. (banyak banget malah)
5. Cuaca yang ga beda jauh sama disini sehingga anak gampang beradaptasi.

Hal yang mungkin jadi bahan pertimbangan yang memberatkan untuk ke Singapore adalah nilai tukar Dollar Singapore yang lumayan heee, taun lalu 9700 rupiah/SGD, awal tahun ini lumayanlah turun jadi sekitar 9300 rupiah/SGD…Hal ini menyebabkan biaya liburan kesana terasa mahal (kecuali ngakal-ngakalin budget kaya saya dan suami). 

Ditulisan ini, saya akan jelaskan detail budget nya dengan perbandingan untuk budget perorang dan budget sekeluarga (saya, suami, dan Ken), serta budget harga normal dan budget yang benar-benar sesuai pengalaman kami.


Tiket Pesawat
Yang pertama adalah tiket pesawat. Harga tiket pesawat pulang pergi dari Bandung-Singapore atau Jakarta-Singapore (kedua rute ini harganya betis alies beda tipis) untuk budget airlines macam AirAsia, Jetstar, Lion or Tiger sekitar 1 sampe 2 juta perorang tergantung tanggal. Untuk maskapai full services macam Garuda atau Singapore Airlines sih harganya pasti jauh diatas itu.

Kami sendiri selama 3 taun berturut-turut memanfaatkan promo Freeseats Air Asia. Yuppp bener-bener freeseats yang berarti kami hanya membayar pajak bandara dan perintilan lainnya. Tahun 2015 saya mendapatkan harga 500rb/orang PP Bandung-Singapore. Tahun 2016 350rb/org PP Jakarta-Kuala Lumpur. Dan awal tahun 2017 kemaren kami mendapatkan harga 600rb/org PP Bandung-Singapore.

Tiket promo ini kami beli melalui website Airasia langsung tanpa melalui Agen Travel atau apapun. Caranya sangat mudah bahkan tersedia pembayaran melalui Transfer Bank. Biasanya promo ini ada untuk penerbangan hingga setahun kedepan. Ya jadi kita harus mau berkorban beli tiket dulu walopun belum tentu pergi setahun kemudian :-D Seperti awal tahun kemaren, kami hampir gagal pergi karna ternyata saya sedang hamil lima bulan di tanggal keberangkatan itu. Tapi setelah konsultasi sama dokter, akhirnya kami tetap pergi semacam babymoon kalo Bahasa gaulnya…hasek.

Oh ya, salah satu cara agar mendapat harga seminimal mungkin melalui web AirAsia adalah dengan menskip semua pilihan yang memungkinkan kita terkena biaya tambahan. Biasanya saya tidak membeli asuransi perjalanan dengan pertimbangan waktu penerbangan yang sebentar (keputusan ini kembali kepertimbangan masing-masing orang, ada yang berpendapat bahwa asuransi perjalanan itu penting). Saya juga tidak memesan bagasi pesawat karna biasanya saya akan mengatur barang bawaan saya hanya untuk masuk kabin pesawat. Tips packing barang bawaan ada disini. Namun jika dirasa perlu membeli bagasi, misal saat pergi bersama kaka ipar yang memang berencana belanja di Singapore, saya memesan bagasi secara online jauh hari sebelum keberangkatan demi diskon 50% :-D 


Akomodasi
Yang kedua adalah akomodasi yang dapat kita persiapkan jauh-jauh hari. Alamak kalo biaya liburan langsung digebrokin alies disekaligusin mah pasti kerasa berat buat saya yang ada diantara pelit dan irit ini hee. Biasanya saya juga hunting hotel jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Saya akan membandingkan harga-harga di beberapa hotel online booking system macam traveloka, agoda, dan lain-lain. Biasanya mereka suka memberikan diskon dadakan dan berbatas waktu. 

Depan Mitraa Inn Hostel
Saya pernah mendapatkan diskon 50% melalui misteraladin.com, tapi karna saya kebanyakan mikir dan merasa bahwa waktu keberangkatan masih lama, saya kehilangan kesempatan itu. Haseum banget pokonya. Untuk hotel dengan harga sejuta semalam, saya bisa dapat dengan harga 500 ribu semalam, tapi semua gugur gegara saya kebanyakan pertimbangan. Alhasil saya Cuma dapet diskon sekitar 30% dari Traveloka. Itu udah rate terbaik setelah saya terawang beberapa situs booking itu.

Waktu saya ke Singapore Cuma berduaan sama pak suami, kami memilih menginap di hostel dengan tipe kamar mixdorm (tipe kamar yang terdiri dari banyak tempat tidur bercampur dengan orang lain). Tipe kamar ini biasanya paling murah. Dulu kami mendapatkan harga 150rb perorang untuk semalam di Mitraa Inn Hostel Serangoon Road yang dekat dengan MRT Farrer Park. Kalo buat di Bandung sih harga segitu udah bisa dapet kamar private yak. Total kami membayar 600 ribu untuk dua malam. Rada berat sih untuk akhirnya memilih tipe kamar ini, mengingat kami harus berbagi kamar dengan orang lain baik laki-laki maupun perempuan. Untungnya hostel yang kami pilih ini sangat bersih termasuk shared bathroomnya. Air panas mengalir dengan deras sehingga dapat meringankan pegal-pegal setelah seharian jalan-jalan. Semua ruangan di hostel ini bersih dan terawat. Belum lagi resepsionis India yang gokil dan ramah menyapa kami. Sarapannya pun lumayan lah membuat kami kenyang dan siap untuk jalan-jalan lagi. Rasanya keresahan menginap di hostel hilang sudah dengan kondisi hostel yang menyenangkan.

Saat membawa Ken, kami memilih menginap di hotel dengan Private Bathroom untuk kenyamanan dan demi keberlangsungan acara nyuci baju saya. Maklum, untuk menghindari sewa bagasi, saya memang hanya membawa sedikit pakaian dan mencuci di kamar hotel. Hotel dengan kamar tipe ini, ratenya lumayan mahal untuk di Singapore. Kamar kapasitas dua orang plus satu balita berkisar sekitar 800rb permalam. Itupun di hotel yang kecil bahkan mungkin tanpa jendela. 

Tahun 2016, saya menginap di Hotel 81 Rochor yang terletak tepat disebelah MRT Rochor. Jadi kemana-mana sangat mudah. Rate permalam sekitar 800rb. Namun kamarnya kecil dan tanpa jendela. Meskipun begitu, kebersihan tetap terjaga dan cukup nyaman kalo buat tidur doang.

Jalan depan Hotel 81 Rochor, tepat sebelah MRT Station
Awal 2017, kami menginap di Fragrance Hotel Emerald yang terletak dikawasan Geylang Road. Reviewnya bisa dibaca disini. Meskipun Geylang disebut sebagai red dicstrictnya Singapore, tapi posisi hotel ini cukup aman dalam artian tidak ada yang aneh-aneh selama saya menginap disana. Kami menginap di kamar tipe Family dengan kapasitas 3 dewasa dan 1 anak dengan rate 800rb permalam. Kamar disana berjendela dan kamar mandi private dengan bathtub. Namun lokasinya lumayan jauh dari Stasiun MRT terdekat (MRT Kallang). Akan tetapi, dekat hotel terdapat halte bus dengan rute menuju banyak tempat wisata di Singapore.

Jadi untuk memilih hotel, tergantung pertimbangan masing-masing dari segi lokasi, harga, fasilitas, kenyamanan, dan lain-lain. Kalo menginap tanpa anak, saya akan memilih hostel dengan lokasi strategis dan sarapan gratis hehehhe . Tapi harus siap berbagi kamar dengan orang lain dari berbagai negara.




Transportasi
Yang paling mudah dan murah, menurut saya adalah dengan naik MRT atau bus di Singapore. Taxi relative mahal tarifnya. Tapi artinya kita kudu siap naik turun MRT dan Bus. Jangan khawatir, naik MRT sambil dorong stroller pun rasanya sangat mudah ko. Ditambah Informasi rute yang mudah dimengerti.

Sebenarnya kita bisa membayar bus menggunakan uang cash dengan catatan sopir bus tidak akan memberi kembalian. Kita bisa tanyakan berapa tarif bus untuk kita sesuai jarak ke tempat tujuan. Begitupun dengan MRT, kita bisa membeli tiketnya untuk sekali jalan. Tapi untuk kemudahan dan lebih murah, ada STP (Singapore Tourist Pass) atau EZ link yang bisa kita gunakan untuk naik bis atau MRT. 

Di MRT
EZ Link ini adalah kartu yang digunakan untuk membayar transportasi di Singapore, baik MRT maupun Bus. Kenapa kami memilih EZ Link, bukan STP? STP adalah tourist pass yang berfungsi sama seperti EZ Link, tetapi masa berlakunya hanya 1, 2, atau 3 hari, tergantung pilihan kita. STP ini bisa dipake sepuasnya untuk naik MRT atau Bus selama jumlah hari yang dipilih. Sedangkan EZ link masa berlakunya adalah 5 tahun (pengennya sih next time kami bisa liburan ke Singapore lagi heee). EZ link ini saldonya akan berkurang sesuai pemakaian kita saja. Misal, kalo kita beli STP buat satu hari seharga 10 SGD, mau kita cuma sekali naik MRT pun tetep aja kartu itu hanya berlaku satu hari. Kalo EZ Link, misal kami hanya sekali naik MRT di hari itu, saldonya hanya berkurang maksimal 2 SGD. Lumayan kan yah hehhee....Dan senengnya lagi, Ken masih gratis naik MRT dan Bus di Singapore sepuasnya.

Harga kartu EZLink adalah 12 SGD yang berisi saldo sebanyak 7 SGD. Untuk jalan-jalan selama 4-5 hari, biasanya saya topup saldo sebesar 10SGD (nilai minimum saat topup). Kalo buat saya sih itu cukup. Karna biasanya saya akan susun itinerary dengan mempertimbangkan lokasi-lokasi yang akan dikunjungi. Jadi lokasi yang berdekatan akan didatangi dihari yang sama sehingga meminimalisir bolak-balik arah dengan MRT atau bus.

Makan
Untuk biaya makan ini sangat tergantung dari masing-masing orang. Waktu pergi hanya berdua dengan suami, biasanya setiap makan, saya hanya pesan satu menu di resto India or Arab yang sudah terjamin halal. Biasanya porsi disana cukup besar untuk dimakan berdua. Harga perporsi kisaran 5-7 SGD seperti untuk nasi lemak dengan potongan ayam yang besar. Untuk minuman berkisar 1-2 SGD. Biasanya kami jarang membeli minuman di tempat makan. Kami membawa sendiri minum air putih di botol minum yang kami bawa dari rumah.

Saat pergi dengan Ken, budget buat makan bertambah satu porsi (untuk saya berdua dengan Ken). Sebenernya ada tempat-tempat makan murah yang bisa kita cari infonya sejak awal sebelum berangkat kesana. Jadi kita ga kebobolan dan bisa makan sesuai budget :-D

Favorit saya di Singapore adalah Staff Canteen di Changi Airport. Biasanya saya makan disana setiap baru tiba atau akan berangkat dari Changi. Lokasi kantin ini tidak sulit dicari. Bisa tanyakan ke petugas bandara, atau cari dulu info lokasinya sebelum berangkat. Kantin ini menjual banyak makanan dengan dua harga, yaitu untuk staff bandara dan untuk umum. Harganya relative murah. Misal dengan seporsi nasi, ayam dan sayur, saya hanya membayar 2-3 SGD. Serunya lagi, disana kita makan dengan banyak petugas bandara, termasuk pilot dan pramugari beragam maskapai yang seragamnya bagus-bagus :-D

Adam's Corner Halal Resto - Favoritos
Oh ya, biasanya saya bekal roti dan selai dari Indonesia untuk sarapan disana demi menghemat budget. Bahkan saya membawa sekilo gepuk matang dan kering tempe sebagai selingan makanan. Cukup membeli nasi seharga 1SGD (sudah dapat porsi untuk 2 orang). Trik ini cukup menghemat budget.

Untuk air mineral bermerk macam aqua, harganya sangat mahal. Saya pernah terpaksa membeli aqua 600ml seharga 3 SGD (27rb rupiah). Duhh ngenes banget rasanya. Minumnya juga sambil menggerutu xixixixi. Cara untuk mengiritisasi masalah minum ini adalah dengan membawa botol minum dari rumah. Sesampainya di Changi, saya langsung mengisi botol tersebut melalui drinking tap water (keran air minum) yang tersebar di banyak tempat di bandara. Begitupun saat ditempat wisata, kita bisa menemukan keran-keran air minum untuk mengisi ulang botol kita. 

Jika sulit menemukan keran air minum, belilah air mineral non branded (hee) yang ada di minimarket atau warung pinggir jalan. Bukan di mall atau seven eleven ya hehehe. Biasanya di minimarket tersebut ada air mineral murah (ga murah-murah amat juga sih). Untuk ukuran 1 liter seharga 1SGD. Untuk 2 botol biasanya mendapatkan diskon menjadi 1,5SGD/2botol.

Ada yang bilang bahwa air keran itu berasal dari daur ulang air. Hmmm ga tau juga sih benernya gimana. Tapi Alhamdulillah, saya sekeluarga sehat-sehat aja walau minum dari keran air minum gratisan.

Jadi, untuk budget makan dan minum di Singapore, biasanya saya membudgetkan maksimal 200rb rupiah sehari untuk bertiga. Itu udah mahal menurut saya. Biasanya dalam sehari saya menghabiskan 100-150 ribu rupiah bertiga. (makan siang dan malam)

Jadi, berapa budget berlibur ke Singapore versi saya?

Kalo ditotalin, sekitar segini untuk seorang :

1. Pesawat PP AirAsia promo Freeseats untuk seorang Bandung Singapore : Rp 600.000

2. Hostel perorang 4 hari 3 malam kurang lebih Rp.750.000 (untuk hostel mixdorm)

3. EZLink plus topup 22SGD = kurang lebih Rp. 210.000

4. Makan 4 hari (makan siang dan malam) perorang Rp. 100.000/hari = Rp. 400.000 (masih bisa lebih irit)

Total seorang : Rp. 1.960.000

Tidak usah khawatir, banyak tempat menarik di Singapore yang gratis. Coba buka-buka postingan lama saya, disana ada pengalaman saya di Singapore yang sebagian besar adalah mengunjungi tempat gratis.
Untuk oleh-oleh mah atur sendiri ya, banyak ko yang murah-murah dikawasan Chinatown atau Bugis. Kalo coklat, yang termurah dan terlengkap ada di Mustafa Centre.

Kalo budget saya sekeluarga (dua dewasa dan satu balita), untuk awal 2017 kemaren, kurang lebih seperti ini :

1. Pesawat PP AirAsia promo Freeseats untuk seorang Bandung Singapore : Rp 600.000 *3 = 1.800.000

2. Hotel dengan private bathroom 5 hari 4 malam kurang lebih Rp.3.600.000. Berhubung saya dapet rejeki nomplok, jadi saya dapet hotelnya secara gratis.

3. EZLink karna masih punya bekas perjalanan sebelumnya, saya hanya topup berdua 20SGD (Ken gratis) = kurang lebih Rp. 190.000

4. Makan 5 hari (makan siang dan malam) bertiga saya budgetin maks Rp. 200.000/hari = Rp. 1.000.000 (masih bisa lebih irit)

5. Jajan-jajan buah dan ngemil Rp. 400rb

6. Buat oleh-oleh sekitar 500rb 

Total bertiga : Rp. 3.890.000 (kalo sama hotel, tambah 3.600.000)

Relatif murah yah kalo buat bertiga. Mengingat harga paket travel ke Singapore tuh biasanya marahal. Temen saya membudgetkan biaya liburan ke Singapore sebesar 3jt untuk sendiri, belum termasuk pesawat dan hotel. Jadi semua balik lagi ke gaya liburan masing-masing.

Oh ya, tiket pesawat dan hotel saya urus setaun sebelum keberangkatan. Jadi saya punya waktu setahun untuk menabung buat bekal liburan. Cara menabungnya adalah dengan menggunakan celengan Ken. Kurangi makan diluar rumah, bekel maksi ke kantor, kurangi keluar masuk mini market, tabung setiap kembalian belanja sayur, tabung hasil jualan, no belanja yang ga perlu macam makeup, baju, dll kecuali udah butuh banget, dll. Karna prinsip saya adalah, budgetkan liburan bukan dari penghasilan tiap bulan, tapi dari penghasilan “tambahan” tiap bulan.

Apa yang kami rasakan setelah pulang liburan? Pastinya senang dan semangat jadi ngumpul lagi. Yang pasti, banyak pengalaman yang kami rasakan. Saya sih jauh lebih suka liburan irit-irit. Lebih seru :-)

Oh ya, banyak juga yang comment : "Ga cinta Indonesia, liburan mending di negara sendiri, bla bla bla". Masalahnya adalah, liburan domestik tuh malah mahal menurut perhitungan saya :-D Kalo ada rejeki (atau sponsor lebih tepatnya), kami mau banget mengunjungi tempat-tempat indah di negeri ini. DItambah lagi, untuk rute pesawat domestik, udah ga ada lagi diskon gila-gilaan kaya jaman dulu :-D

Tips backpackeran pernah saya tulis disini :

Pengalaman Backpackeran dengan Balita : Persiapan dan Tips


Barang bawaan yang lengkap juga menghindari kita dari over budget. Apa aja yang dibawa, bisa dilihat disini :

List Barang Bawaan - Backpacker dengan Balita



Happy travelling :-)

Friday, 24 February 2017

Hotel Review - Aryaduta Hotel Bandung (Recommended)


Mungkin warga Bandung sendiri belum banyak yang "ngeh" dengan nama baru hotel ini. Dulunya, hotel ini bernama Hyatt Hotel yang sangat terkenal di Kota Bandung. Baru beberapa tahun belakangan ini namanya berubah.

Hotel Aryaduta terletak di Jalan Sumatera No. 51 Bandung. Bersebelahan dengan Mall Bandung Indah Plaza yang berada di Jalan Merdeka yang strategis dan ramai. Untuk mencapai hotel ini, hanya membutuhkan waktu 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Husein Sastranegara dan 10 menit dari Stasiun Kereta Api (jika jalanan tidak macet hee), Aryaduta Bandung dikelilingi segala yang khas dan terkenal dari Bandung, dari mulai pusat belanja, kuliner, dan budayanya.

Kami tiba sekitar pukul 3 sore dan langsung menuju area parkir. Area parkir ini terhubung dengan area parkir mall BIP, sehingga terasa agak crowded. Memang ada parkiran khusus tamu hotel, namun cukup terbatas. Dari parkiran, ada petunjuk jalan menuju lobby hotel, namun sayangnya saya harus menaiki tangga sebanyak dua lantai (untuk emak hamil seperti saya saat ini, kerasa banget capeknya).

Saat memasuki hotel, kami disambut dekorasi hotel klasik yang mewah. Cukup banyak spot berfoto yang bagus, tapi karna kami kurang suka selfie, jadilah ga banyak foto yang kami punya.

Area lobby

Kami berkesempatan untuk staycation di Superior Room hotel ini dengan luas kamar 34m² yang dilengkapi dengan tempat tidur king size. Jendela kamar sangat lebar yang menghadap ke Jalan Sumatera (arah taman lalu lintas). Saya sangat menyukai view dari kamar ini. Walaupun menghadap jalanan, tetapi jalanan rindang disekitar hotel membuat suasana menjadi menyenangkan, 

VIew dari kamar

Berikut ini pengalaman dan pendapat saya tentang hotel ini secara detail :

Proses Check In
Proses check in membutuhkan waktu yang cepat, karna counter check in cukup banyak. Kami diberikan dua kartu access ke kamar, plus user wifi.. Oh ya, saya tidak melihat adanya welcome drink. Sungguh disayangkan untuk sekelas hotel bintang 5 seperti ini.

Fasilitas Kamar
Begitu proses check in selesai, kami langsung menuju kamar kami dilantai 7. Kami memilih kamar No Smoking Room. Saat memasuki kamar, kami sangat senang karna kamarnya luas yang berarti banyak space Ken buat main. Untuk hotel-hotel lama seperti ini, luas kamar yang dimiliki memang biasanya terbilang luas dengan furniture yang klasik dan mewah. Berbeda dengan beberapa hotel baru yang mengambil tema minimalis baik dari segi ukuran maupun dekorasi. Seandainya kami menambah ekstra bed dan diletakkan di area kamar pun, kamar tidak akan menjadi sempit. Lantai area tidur dilapisi dengan karpet tebal nan lembut.

Kamar kami sangat bersih dan nyaman dengan fasilitas yang lengkap. Kulkas yang disediakan pun bersih dan dingin. Sebelumnya saya pernah mempunyai pengalaman staycation dengan fasilitas kulkas yang tidak terawat dan bau, sangat berbeda sekali dengan di hotel ini.

Seperti biasa, disediakan juga teko pemanas air, air mineral dan beberapa jenis gelas. Sendal dan kimono pun ada yang bisa dipakai sesuai kebutuhan kita. Lemari penyimpanan baju yang ada pun cukup besar. Selain itu, kamar ini dilengkapi dengan sofa yang nyaman serta meja kerja yang cukup besar.



Area Kamar


Bathroom
Salah satu kelebihan hotel ini, adalah disetiap bathroomnya memiliki bathtub yang cukup besar. Ukuran bathroomnya pun cukup luas dengan cermin yang besar. Air panasnyapun mengalir dengan lancar jaya dan mudah disesuaikan suhunya.


Kamar mandi dengan bathtub

Kolam Renang
Area kolam renang berada di lantai 3, dekat dengan area fitnes dan area bermain anak. Kami tidak sempat mengintip area fitnesnya karna tempatnya yang cukup tertutup. Tapi Ken sempat bermain di area bermain anaknya. Disana ada arena bermain bola, alat musik, perosotan, dll. 

Kolam berenangnya sendiri cukup luas, terdiri dari satu kolam dewasa dan satu kolam anak. Kami sangat puas berenang disini, karna kolam yang bersih serta view yang menarik.





Breakfast
Bukan hanya kamar dan lobby yang didesign mewah. Resto tempat sarapan pun begitu luas dan nyaman. Menu yang ditawarkan pun beragam. Dari mulai pastry, prasmanan dengan rasa yang enak, aneka buah dan manisan, aneka juice dan aneka minuman tradisional, aneka salad, bubur ayam, bubur sum-sum dan masih banyak lagi. Semuanya rasanya enak-enak dan diatas standar.

Restoran


Lokasi
Secara lokasi, hotel ini sangat direkomendasikan bagi yang ingin menikmati kota Bandung. Lokasinya sangat dekat dari jalan Riau dan Dago, pusat FO dan kuliner kekinian. Sangat mudah jika mencari makan di dekat hotel ini. Hotel ini terhubung dengan Mall BIP yang ramai dan banyak pilihan makanan. Di sebelah BIP ada supermarket Yogya Express yg cocok buat belanja cemilan saat males masuk mall. Mau makanan yg harganya bersahabat? Di belakang BIP ada foodcourt dengan berbagai pilihan makanan dan harga yang bervariasi.


Rate
Berdasarkan masukan beberapa teman, mulai saat ini saya akan mencantumkan rate kamar hotel yang saya review heee... Untuk kamar Superior, ratenya berkisar 900rban. Biasanya jika melalui situs booking online, kita bisa mendapatkan rate yang lebih murah. Rajin-rajin aja buat cari voucher diskonan hotel :-D Saya pribadi, paling sering melakukan pemesanan melalui Agoda karna transaksinya mudah dan cepat, plus promo-promo potongan harga yang menggiurkan. Untuk lebih mudahnya, bisa klik link dibawah ini untuk melihat rate hotel ini : Pesan Hotel Aryaduta Bandung

Secara keseluruhan, hotel ini sangat saya rekomendasikan untuk kamu yang ingin menikmati Kota Bandung atau sekedar istirahat lenje lenje dikamar yang nyaman dan fasilitas hotel yang lengkap.

Apakah saya ingin menginap disini lagi? Tentu saya Iya, 

Penilaian :
Lokasi 9
Pelayanan 9
Kamar 9
Wifi 7 (aga lemoth)
Kolam Renang 9
Sarapan 8

Semoga reviewnya bermanfaat :-)

Monday, 23 January 2017

List Barang Bawaan - Backpacker dengan Balita

 

Berapa tas yang dibawa saat bepergian dengan balita? 

Kalo saya pribadi, mau kemanapun dan berapa haripun bepergiannya, diusahakan hanya membawa satu ransel/koper ukuran kabin yang memuat seluruh pakaian saya, suami, dan anak. Ditambah satu tas yang berisi makanan. Biasanya tas yang berisi makanan ini akan kosong saat pulang. Nah barulah tas ini dimanfaatkan untuk membawa oleh-oleh.

Apa aja sih yang biasanya saya bawa?
DIbawah ini adalah list barang bawaan saat liburan terakhir di Singapur kemarin. Jika akan liburan ke tempat lain, tinggal di sesuaikan dengan kebutuhan. Misal saat ke Yogya, saya ga perlu bawa colokan universal :-D

1. Ransel/Koper Kabin : 
Ini biasanya menjadi tanggung jawab pak suami karna beliau yang paling setrong. Isinya paling
banyak dan paling berat. Kalo pergi naik pesawat, beratnya diatur maks 7kg. Kalo
taunya lebih, ya kelebihannya dibagi ke tas jinjing yg saya bawa.

Biasanya, mau sya pergi berapa haripun bawaannya selalu segini, Mau 2, 3, 4 atau 5 malam.
Karna biasanya saya nyuci dihotel untuk mengurangi barang bawaan :-D
Emak emak banget memang saya ini hehehe.




2. Tas Selempang Kecil : 
Biasanya saya dan pak suami bawa masing-masing satu tas selempang yang berisi barang-barang krusial seperti dokumen pribadi dan uang. Masing-masing dari kami membawa copyan dokumen sekeluarga untuk menjaga kalo-kalo terjadi hal yang tidak diinginkan.


3. Tas Jinjing :
Nah biasanya tas ini berisi makanan dan akan beralih fungsi menjadi tas oleh-oleh saat pulang berlibur. Biasanya saya yang bertanggung jawab atas tas ini. Iyalahya biasanya Ken kalo minta makanan atau apa ya pasti ke emaknya. Jadi saya yg paling hafal isi tas ini.



Kalo diliat sih seperti yang rempong ya, saya sangat mendetail mengenai isi setiap tas dengan tujuan agar tidak ada barang penting yang tertinggal. List ini sangat mempermudah saya saat packing. Bahkan sekarang saya hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam untuk packing ke tujuan yang jauh dengan berpegang ke list ini.

Semoga bermanfaat :-)

Friday, 20 January 2017

Hotel Review - Fragrance Hotel Emerald Singapore


Sebenernya banyak yang tidak merekomendasikan hotel ini untuk menginap bersama anak kecil. Salah satu alasannya adalah karena hotel ini terletak di kawasan Geylang yg notabene merupakan “red district” nya Singapore. Bahasa kitanya mah mungkin lokalisasi kali yaak. Daerah ini memang terkenal dengan jejeran hotel-hotel murah yang bahkan katanya bisa disewa jam-jaman. Katanya sih kalo malam, bakal banyak kupu-kupu malam yang berkeliaran. Ih ini ngetiknya aja ampe merinding.

Terus kenapa saya tetap memilih hotel ini untuk menginap bersama balita?
Karena setelah saya browsing sana-sini dan menerawang review2 orang lain di tripadvisor, hotel ini letaknya di Lorong 6 Geylang yang "bersih" dari begituan. Jadi ceritanya Geylang itu kawasannya cukup luas dan terdiri dari buanyak lorong.  Gembling sih, saya pikir kalo ternyata pas di TKP keliatan ada yg aneh2, saya akan menghindari kelayapan malem-malem sama Ken.

Selain itu, hotel ini memiliki family room berkapasitas 3 orang dewasa dengan harga under 1juta. Kebetulan sekali  yang akan menginap adalah 3 dewasa dan satu anak. Plus nya lagi, hotel ini memiliki jendela. Waktu liburan ke Singapore sebelumnya, saya menginap di Hotel 81 Rochor dimana kamarnya tidak berjendela sehingga bawaannya pengen tidur mulu alies ngantuk dan mager aka males gerak. Karna itulah akhirnya pilihan jatuh ke Fragrance Hotel Emerald dengan nilai review yang baik di banyak web booking hotel online.

Seperti apa pengalaman saya menginap disana?

Menuju hotel dari Changi Airport
Sebelum berangkat, saya mengumpulkan Informasi terlebih dahulu mengenai cara dari bandara menuju hotel. Hal ini mencegah kami untuk tersesat seperti pertama kalinya ke Singapore. Biasanya saya membandingkan aplikasi gothere.sg dan google map. Pilihan menuju hotel ini adalah dengan menggunakan MRT atau Bus. Berhubung barang bawaan saat pertama tiba di Singapore cukup rempong, kami memutuskan menggunakan MRT.

Dari terminal 1 tempat kami mendarat, kami menggunakan Skytrain menuju terminal 2 dimana letak station MRT berada. Lalu naik MRT sampai Station Tanah Merah dan dilanjutkan dengan MRT yang menuju Station Kallang.

Hotel ini terletak cukup jauh dari Station MRT terdekat yaitu Kallang. Menurut gothere.sg, untuk menuju hotel ini, kita harus berjalan sekitar 800 meter dari MRT Kallang. Lumayan sekali pemirsah, melewati beberapa perempatan besar disiang bolong dengan panas benderang.

Namun jangan khawatir, tepat di depan Station MRT Kallang, ada halte bus dengan beberapa pilihan no bus yang menuju halte bus yang dekat  dari hotel ini, yaitu halte Yi Xiu Fty Building, dengan perjalanan yang hanya melewati 1 halte bus. Untuk no busnya bisa di cek di halte yang ada di Kallang. Sangat mudah mencari info rute bus di setiap halte di Singapore, bahkan terpampang di halte-halte yang kecil. Info  tersebut dilengkapi dengan info tarif bus yang harus kita bayarkan berdasarkan jarak tempuh.

Oh ya jangan lupa, Bus bisa juga kita bayar cash tanpa menggunakan kartu EZLink atau STP. Kita cukup sebutkan tujuan kita ke pak sopir bus tersebut. Lalu dia akan memberitahu ongkos yang harus kita bayar. Kita tinggal memasukkan uangnya ke kotak yang sudah tersedia. Pak Sopir tidak akan menyediakan uang kembalian. Jadi siapkan receh, kecuali kita ridho untuk membayar lebih kepada Pak Sopir heeee.

Dari halte Yi Xiu Fty Building, kita tinggal mencari Geylang Lor 6 sesuai alamat hotel ini. Jangan lupa mengambil peta gratisan saat tiba di Changi Airport, kecuali jika kita membeli simcard sehingga gadget kita bisa tetap online dan memanfaatkan online map 

Proses Check In
Kami tiba di hotel ini pukul setengah 3 sore. Waktu check in seharusnya adalah jam 3 sore. Tapi tidak masalah. Saat memasuki lobi, saya disambut oleh receptionist yang langsung menyebutkan nama saya…ehhh ko tau ya xixixi

Kami diharuskan memperlihatkan passport seluruh tamu yang akan menginap di kamar yang kami pesan termasuk anak kecil. Sekitar 10 menit kemudian, kami mendapatkan kunci kamar dan password wifi (ini penting). Oh ya, kami juga diberikan contekan rute-rute bus menuju tempat-tempat wisata di Singapore. Wah ternyata hotel ini memang sangat strategis jika kita akan memanfaatkan bus untuk berjalan-jalan. Ada halte yang sangat dekat dengan hotel, yaitu Halte Opp Mohd Salleh Mque yang berada tepat di depan masjid dan sebelah minimarket seven eleven.

Fasilitas kamar
Untuk kamar tipe family yang kami tempati terdiri dari satu ranjang single dan satu ranjang double dengan total kapasitas 3 orang dewasa yang masing-masing mendapatkan jatah 2 buah bantal (huray). Ukuran kamarnya sesuai standar di Singapore kali yah, memang kecil tapi bersih dan lengkap dengan AC, TV, pemanas air, hair dryer dan perlengkapan mandi.

Untuk kamar tipe ini mendapatkan kamar mandi dengan bathtub. Lumayan banget kita dapat berendam air hangat setelah pegal seharian menjelajahi kota ini. Air panas mengalir dengan deras dan stabil. Menurut saya, justru kamar mandinya terbilang luas dibandingkan budget hotel lain.

Seperti biasa saya bisa memanfaatkan kamar mandi ini untuk mencuci dan menjemur pakaian. Saat mau bepergian keesokan harinya, pakaian yang sudah dicuci cukup saya letakkan di depan jendela kamar. Panasnya itu loh bikin cucian sudah kering ketika kita pulang sore atau malam harinya.

Secara keseluruhan, saya merekomendasikan menginap di hotel ini. Liburan ke Singapore mah ga perlu nginep di yang mahal-mahal. Toh paling cuma buat tidur dan mandi doang, Yang terpenting adalah lokasi yang strategis dan kebersihannya.

Di sekitar hotel ini, kita bisa menjumpai restoran halal tepat di depan Mohd Salleh Mque. Namanya restoran ABC dengan menu india yang enak *dan banyak. Selain itu, kita dapat menemukan banyak tempat yang menjual buah-buahan (bahkan ada satu tempat khusus durian), sayuran, gerai isi pulsa, dan minimarket yang menjual air minum kemasan dengan harga murah.

Apakah saya akan menginap disana lagi? 

Maybe Yes karena masih banyak tempat menarik di Singapore yang belum saya jelajahi. Jika saya kesana lagi, mungkin hotel ini akan jadi salah satu yang saya pertimbangkan.

Maybe No karena saya tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yg lain jika ada kesempatan..Aamiin..Nabung nabung nabung hohoho

Berhubung saya dan suami kelupaan foto-foto penampakan kamarnya, jadi buat yang mau lihat bisa diintip disini :





Saturday, 22 October 2016

Solusi Menabung Pilihan Saya – Wujudkan Angan Menjadi Kenyataan dengan TAHAPAN BERJANGKA


   
Apa sih yang terlintas dibenak anda saat mendengar kata “Menabung”?

Untuk saya, menabung adalah kata yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.

Sejak tahun 2011, saya memulai bisnis souvenir dan bertekad untuk menyisihkan setiap keuntungan dari bisnis ini di tabungan khusus yang akan saya buat. Tapi seiring berjalannya waktu, saya selalu menunda-nunda mengunjungi Bank dengan dalih jam kerja kantor yang padat merayap. Alhasil, hingga detik ini rencana ini belum juga terwujud.

Awal tahun 2015, saya dan suami memiliki hobi baru, yaitu jalan-jalan. Hobi ini dapat menyulitkan jika kami tidak memutar otak sedemikian rupa untuk mewujudkan mimpi-mimpi (travelling) ini. Berhubung kami berasal dari keluarga yang biasa saja, penghasilan yang cukup, dan bukan pengikut kanjeng pengganda uang yang sedang fenomena saat ini, maka kami memutuskan untuk mulai menabung.

Kami menyisihkan sebagian kecil penghasilan tambahan kami (bukan penghasilan utama) dan ditabung ke dalam celengan biasa. Banyak metode menabung yang saya pernah coba, salah satunya adalah mengurangi belanja di mini market, mengurangi makan di luar, dan menyisihkan uang kembalian. Kami berkomitmen mengisi celengan itu setiap harinya dengan nominal yang berbeda-beda. Selang tiga bulan kemudian, kami membuka celengan itu dan sangat senang karna ternyata tabungannya cukup banyak untuk bekal jalan-jalan.

Berawal dari pengalaman menabung itu, saya berfikir bahwa ternyata saya bisa menyisihkan uang dengan nilai lumayan setiap bulannya asalkan tekad saya kuat. Akhirnya saya mulai mencari info tabungan produk Bank yang cocok buat saya. Rencananya saya ingin bikin beberapa tabungan untuk kebutuhan yang berbeda-beda, diantaranya untuk pendidikan anak, perputaran bisnis, dan liburan.

Saat ini, saya punya dua tabungan dari dua bank yang berbeda, yang keduanya adalah tabungan payroll dari kantor saya yang dulu dan kantor saya yang sekarang. Namun saya tertarik dengan BCA. Kenapa?
Karena sejak saya memulai bisnis, banyak supplier dan customer yang menginginkan transaksi menggunakan BCA. Mungkin karena jaringan bank ini sangat luas di Indonesia. Atas dasar hal ini lah saya mulai mencari info tentang BCA.

Saat menggali Informasi mengenai produk BCA, saya tertarik dengan Tahapan Berjangka (TAHAKA). Pertama kali mendengar kalimat “Tahapan Berjangka”, saya teringat tempat saya sempat bekerja dulu (selama sebulan saja), sebuah perusahaan perdagangan berjangka dengan transaksi index Hang Seng dan Nikkei setiap harinya yang membuat mata berkunang-kunang. Tetapi Tahapan Berjangka ga ada hubungannya dengan itu.

Tahapan Berjangka adalah produk dari Bank BCA yang diperuntukan bagi nasabah perorangan di mana nasabah dapat menentukan nilai setoran rutin serta jangka waktu yang diinginkan untuk menabung.

Cara menabungnya pun sangat mudah, karena langsung autodebit dari tabungan BCA utama kita, baik dari Tahapan, Tahapan Gold, Tapres maupun Tahapan Xpresi tanpa tambahan biaya administrasi. Kita tidak perlu repot datang ke bank setiap bulannya, atau khawatir lupa menyetor. Setiap nasabah dapat memiliki lebih dari satu TAHAPAN BERJANGKA.

Adapun fitur produk TAHAPAN BERJANGKA secara lengkap adalah sebagai berikut :
  1. Tabungan dalam mata uang Rupiah.
  2. Jangka waktu menabung minimal 12 bulan dan maksimal 240 bulan.
  3. Autodebet setoran bulanan dari rekening sumber dana.
  4. Setoran bulanan mulai dari Rp 500.000 per bulan (kelipatan Rp 50.000).
  5. Tidak dapat dilakukan penarikan dana selama jangka waktu menabung.
  6. Fasilitas e-statement setiap bulan sampai dengan 2 tahun berjalan di KlikBCA Individu.
  7. 1 Nasabah dapat memiliki lebih dari 1 rekening Tahapan Berjangka yang dihubungkan ke 1 rekening utama (sumber dana).
  8. Kepemilikan rekening dibuktikan melalui identitas kepemilikan dari rekening sumber dana.
  9. Kemudahan pengecekan saldo di Klik BCA Individu.
Tahapan Berjangka ini dapat membantu kita mewujudkan setiap impian kita. Misal, 3 tahun lagi anak saya akan masuk SD. Saya dapat mempersiapkan biaya sekolahnya sejak sekarang. Tabungan ini akan cair pada waktu yang sudah saya tentukan, sehingga sangat cocok dengan kebutuhan saya saat ini. Rekening yang telah jatuh tempo akan ditransfer ke rekening sumber dana dan kita akan mendapat pemberitahuan melalui SMS/Email.

Selain itu, tabungan ini juga meliputi perlindungan asuransi jiwa. Manfaat asuransi yang akan diterima nasabah terdiri dari uang pertanggungan sebesar setoran rutin Tahapan Berjangka yang belum disetorkan dan tambahan uang pertanggungan santunan kematian. 

Untuk lebih jelasnya mengenai Tahapan berjangka, bisa dilihat disini.

Nah ada kabar gembira terutama bagi emak-emak kaya saya yang doyan hadiah dan gratisan. Saat ini sedang ada program dimana mulai 1 September 2016, jika kita membuka Tahapan Berjangka di kantor cabang BCA terdekat, akan ada hadiah menarik untuk 50.000 pembuka rekening TAHAPAN BERJANGKA pertama.



Sebagai catatan, jika rekening sumber dana saldonya tidak mencukupi saat pendebetan, proses autodebet akan diulang pada akhir bulan berjalan. Namun jika proses autodebet gagal sampai 3 bulan berturut-turut, maka rekening Tahapan Berjangka akan otomatis ditutup dan seluruh dana tabungan akan dikembalikan ke rekening sumber dana.

Oh ya, kita dapat menambah jumlah dana tabungan kita sewaktu-waktu. Ah ini cocok banget buat saya. Kalo tahun ini kita nabung sejumlah x, tahun depan harusnya nilai yang ditabungnya lebih besar dong yah, biar tabungannya cepet banyak heee. Akan tetapi, kita tidak bisa menarik dana sebelum jangka waktu menabung berakhir. Kalaupun terpaksa hal tersebut terjadi, maka akan dikenakan biaya penutupan rekening sebelum jatuh tempo.

Yuk kita barengan buka TAHAKA :-) 

Sumber : www.bca.co.id

Wednesday, 12 October 2016

Hotel Review - Park View Hotel Bandung (Recommended)



Huwahhh semangat banget mau ngereview hotel yang satu ini. Sampe sekarang masih gemes-gemes gimana gitu pengen ngabisin waktu disana. 

Namanya Park View Hotel Bandung yang terletak di Jl. Sukajadi. Sangat dekat dengan Mall Paris Van Java (PVJ), bahkan saya sempat berjalan kaki ke Indomart seberang PVJ. Hotel ini terbilang baru beroperasi (sekitar Oktober 2015), namun sanggup bersaing diantara hotel-hotel baru lain yang semakin menjamur di Kota Bandung.

Park View Hotel menyuguhkan design interior yang lain daripada yang lain, yaitu dengan design ala Paris di setiap jengkal hotelnya. Hal ini benar benar membuat saya terpukau, karna designnya sangat detail dan indah. Dari luar, bangunan hotel memang tidak terlihat terlalu besar, namun tampak kokoh. Sayangnya memiliki area parkir yang sempit, sehingga kami harus menggunakan jasa valet parkir setiap akan keluar masuk mobil.

Proses Check In
Begitu memasuki area lobby, kita akan disuguhkan pemandangan interior yang menawan. Tangga melingkar di sebelah kanan serta lampu gantung elegan menambah kesan mewah hotel ini. Lantai hingga plafon pun terbuat dari material yang indah dan didekor dengan sempurna.

Oh ya, hotel ini memiliki tiga tipe kamar dengan design dan furniture yang berbeda-beda, yaitu : Vintage Retro (type kamar superior), Parisian Blue (deluxe), dan Midnight in Paris (executive). Saya memilih kamar bertipe Parisian Blue, yang didominasi dengan warna biru lembut yang romantis.

Proses check in tidak memakan waktu yang lama. Saya diberikan kunci, voucher sarapan dan user wifi. Sambil menunggu proses check in, Ken dan Pak Suami menikmati welcome drink berupa orange juice yang segar.

suasana lobby


Fasilitas Kamar

Kami mendapatkan kamar di lantai 5. Saat memasuki kamar, kami cukup terkejut, karena design interior dan furniture yang mewah dan elegan. Berbeda dengan hotel-hotel lain yang pernah kami kunjungi.

Kamar Parisian Blue ini sungguh menawan bagi kami. Berbagai furniture unik seperti kursi, meja, lemari, semua sangat detail designnya dan tidak asal-asalan. Ditambah lagi view dari jendela kamar yang menakjubkan. Kami kebagian kamar yang menghadap ke gunung tangkuban perahu di kejauhan dan view kota Bandung disekitarnya.

Fasilitas didalam kamar juga termasuk lengkap, tersedia  kulkas, safe deposit box, tv cable, teko listrik beserta peralatan coffe maker, bantal cadangan, satu meja kerja dan dua kursi empuk. Kebetulan saya memang memilih kamar dengan twin bed. Ukuran twin bednya cukup besar sehingga saat kedua kasur disatukan, area tidur menjadi lebih luas. Ken puas loncat-loncatan di kasur sampai bundanya cape menyanyikan lagu no more monkey jumping on the bed.

Oh ya, wifi disini lumayan kenceng. kami bisa browsing dari dua gadget bersamaan dengan lancar.




Kamar Mandi
Dalam setiap postingan saya tentang review hotel, saya selalu mencantumkan tentang kamar mandi. Karna ini menjadi salah satu elemen penilaian bagi saya. Kamar mandi dihotel ini terbilang cukup kecil. Untuk tipe kamar yang saya pilih, kami mendapatkan kamar mandi dengan shower. Untuk tipe kamar diatasnya (Midnight In Paris), anda bisa mendapatkan kamar mandi dengan bathtub.

Jika saya sedang menggunakan wastafel, pintu kamar mandi tidak akan bisa dibuka dengan bebas. Karna pintu yang terbuka akan menghalangi posisi wastafel. Amenitiesnya cukup lengkap, dari mulai sikat gigi, pasta gigi, sabun, sampo, handbody, handuk muka, handuk besar, handuk olah raga, hingga sanitary bag. 

Nah yang saya suka dari kamar mandinya adalah showernya. Selain air panas yang stabil, showernya pun mengeluarkan air dengan lembut. Pancaran airnya sangat tipis seperti bulu, sehingga akan terasa lembut dikulit saat kita mandi. Berasa kaya dimanjain banget memang di hotel ini.



Sarapan
Bukan hanya kamar dan lobby yang didesign mewah. Resto tempat sarapan pun begitu indah dan romantis. Restoran yang bernama Le Jeirden ini, memberikan suasana hangat dengan sofa berwarna ungu dan dominasi warna putih di furniture lainnya.

Menu yang ditawarkan pun beragam. Dari mulai pastry, prasmanan dengan rasa yang enak, gado-gado, aneka juice dan aneka minuman tradisional, aneka salad, bubur ayam, bubur sum-sum dan masih banyak lagi. Semuanya rasanya enak-enak dan diatas standar.

Sarapan disini adalah rekor sarapan terlama bagi kami. Selain tempat yang bikin betah, kebetulan sebelumnya saya sekeluarga lari pagi dulu di Sabuga. Jadi sarapan ini bener-bener me reload energi kami lagi (percuma lari wkwkkwkw).




Kolam Renang
Disini tersedia kolam dengan air hangat. Lagi-lagi kolam renang pun didesign ala Paris. Ah memang luar biasa hotel ini. Tapi sayangnya, kolam ini hanya cocok untuk anak kecil karna pendek dan tidak luas.

Walaupun begitu, kami menyukai kolam ini karna cukup instagramable. Walaupun kami  tidak doyan selfie, tapi sangat menyenangkan berfoto disekitar area kolam renang ini.






Lokasi
Nah ini nih satu hal yang aga bikin saya ga sreg, yaitu lokasi hotel ini. Memang sih hotel ini strategis karna dekat dengan pusat keramaian seperti mall PVJ, Kolam renang karang setra, setiabudi, pasteur, dll. Tapi ini justru membuat jalan menuju hotel ini sering macet.

Kalo untuk mencari makanan sekitar hotel sih jangan khawatir. Di sekitaran hotel, misal di Jalan Sukajadi sendiri banyak tempat makan yang enak dan kekinian.

Secara keseluruhan, saya sangat sangat sangat merekomendasikan hotel ini. Pokoknya menginap disini tuh sangat berkesan.

Untuk pemesanan bisa melalui sini : pegipegi.com
Saya senang menggunakan situs ini karna penggunaannya yang mudah, serta ada pilihan transfer antar atm, sehingga transaksi menjadi lebih cepat.

Apakah saya ingin menginap disini lagi? tentu jawabannya ya ya ya pasti...

Hasil Penilaian :

Lokasi 8
Pelayanan 9
Kamar 10
Wifi 9
Kolam Renang dan fasilitas lainnya 9
Sarapan 9,5

Semoga reviewnya bermanfaat :-)