Entri Populer

Wednesday, 29 July 2020

Hobi Baru saat #dirumahaja

Huwahhh seneng banget bulan ini bisa kembali collab bareng temen-teman dari Bandung Hijab Blogger yang kali ini mengambil tema Finding Hobby in New Normal.

Mengawali tulisan aku kali ini, aku menghindari pembahasan mengenai pandemi ataupun virus bla bla bla ya. Karna terlalu menyedihkan untuk dibahas. Seperti minpi buruk yang kita alami bersama-sama. Intinya, penetapan pandemi menyebabkan kantor aku mulai memberlakukan aturan Work From Home sejak akhir Maret 2020.


Pada awalnya, aku merasa kerepotan saat bekerja dari rumah. Badan malah merasa lebih mudah lelah dan merasa 24 jam itu masih kurang untuk bekerja sekaligus mendampingi anak belajar di rumah. Namun, setelah aku menemukan formula yang tepat dalam memanagement waktu seperti yang aku tulis disini :

Management Waktu saat #dirumahaja
Aku merasa punya banyak waktu luang dan mulai bosan. Akhirnya, aku memutuskan untuk mencoba dan menekuni hal-hal baru :

1. Usaha Kuliner

Pada awalnya, aku memberanikan diri untuk memulai usaha kuliner ini karna @kreasidya_souvenir, bisnis souvenir pernikahan yang aku rintis sejak 10 tahun lalu harus berhenti sementara waktu karna imbas dari pandemi. Beberapa calon pengantin mengcancel orderan mereka, supplier towel sebagai bahan dasar produk aku harus gulung tikar.

Sedih...banget.. Tapi aku ga boleh berlarut-larut bersedih. Banyak pihak lain yang mungkin lebih merugi dari aku. Akhirnya, aku putuskan untuk banting stir ke usaha kuliner. Akun instagram @kreasidya_souvenir aku rubah menjadi @dapur_kreasidya.

Jujur aja, aku ga mahir membuat kue ataupun makanan lainnya. Namun, dengan berbekal sedikit ilmu dari mamah aku yang memang berpengalaman dalam bidang ini sejak puluhan tahun lalu, aku memberanikan diri untuk memulai.

Dengan modal Oven tangkring pemberian tante aku yang belum pernah aku sentuh sama sekali sejak pertama dikasih sekitar 3 tahun lalu, aku memutuskan untuk menjual kue-kue yang memang aku kuasai pembuatannya. Yaitu Bread Pudding dan Macroni Schotel. Keduanya sangat mudah dibuat dan tidak rentan gagal.

Aku kaget dengan sambutan orang-orang sekitar aku. Sejak hari pertama aku berjualan, pesanan selalu ramai. Aku membuka PO hanya satu atau dua kali seminggu, saat pekerjaan kantor hanya sedikit. Sempat dalam sehari aku bisa mendapatkan omzet hingga 2 juta rupiah. Nilai yang sangat besar buat aku.

Namun karena bulan yang lalu aku sudah mulai kembali Work From Office, dengan berat hati usaha ini tidak aku teruskan. Pesanan yang datang aku forward ke adik aku yang memang menggeluti usaha yang sama.

2. Belajar Kalimba
Setelah harus kembali bekerja di kantor, aku tetap merasa bahwa waktuku masih bersisa banyak. Ya mungkin karna aktifitas hanya sebatas rumah dan kantor saja. Aku mulai merasa bosan. Ada keinginan untuk membeli alat musik keyboard. Yaps, sejak kelas 3 SMA sampe kuliah semester akhir, aku mempunyai pekerjaan sampingan yaitu instruktur keyboard di salah satu Music Course di Bandung.

Dulu, apabila bosan atau sedih, aku akan meluapkannya melalui permainan musik. Mengulik nada-nada dan cara bermain sebuah lagu dapat membuat perasaanku menjadi refresh.

Namun sayangnya, harga sebuah keyboard saat ini cukup mahal. Apalagi ditengah pandemi seperti ini, rasanya tidak bijak jika aku mengeluarkan uang banyak untuk hobi.

Sampai akhirnya aku mengenal alat musik yang bernama Kalimba. Aku belum pernah melihatnya sama sekali sebelumnya. Awalnya, aku tertarik setelah melihat video-video cover song menggunakan Kalimba yang menghasilkan suara yang merdu dan menenangkan. Ditambah lagi dengan kemudahan untuk memainkan alat musik ini dimanapun dan kapanpun.

Kalimba merupakan alat musik perkusi yang merupakan versi modern dari alat musik asal Afrika Selatan, yaitu mbira. Nama lainnya adalah thumbs piano atau "piano jempol" karena dimainkan dengan menggunakan kedua ibu jari yg menekan bagian tuts dari logam untuk menghasilkan nada-nada. Kalimba mulai dikenal oleh banyak orang pada tahun 1960.

Nah sekarang, cara me time termudahku adalah dengan bermain kalimba :-)

10 comments:

Meywa23 said...

Hobi yang menghasilkan. Meski sayang harus terhenti dulu, tapi penasaran banget pengen belajar juga alat musiknya.

Nuylentik said...

Seneng bangeut teteh suka share main kalimba,aku punya diksih sama tmn tapi bingung mainya,, btw semoga usaha teteh lancar ya, aamiin

Linda Nur Muhaimin said...

Aku sukaaaa klo lihat postingan Teh Revi lagi main Kalimbam memang alat musik yang unik banget ya. Bunyinya menenangkan. Dsini masih jarang yang mainkan alat musik Kalimba ini.

ida tahmidah said...

Wah seneng banget punya hobi asyik yang bisa menghasilkan ya jadi semangat mengerjakannya btw aku malah baru tahu ada alat musik bernama kalimba... kudet deh..hehe..

nitalatif said...

Belajar kalimba seru juga ya teh...pengen jago juga kaya tth...
Udah mahir banget
Enak di dengeršŸ¤©

nitalatif said...

Belajar kalimba seru juga ya teh...pengen jago juga kaya tth...
Udah mahir banget
Enak di dengeršŸ¤©

Rafahlevi said...

Seneng yaa teh kalo bisa nemu hobi baru gini. Aku jadi penasaran juga pengen nyoba mainin alat musik kalimba jtu. Liat langsung dan denger apalagi mainin lom pernah soalnya haha

Bioeti said...

Wah.. Aku baru tahu malahan soal Kalimba... Dulu aku pikir judul lagu doang.
Sukses yah buat usaha kulinernya. Semoga pandemi Segera berlalu

Dian Andari Yuan said...

Duh, ternyata memang semua kena imbasnya ya, Teh. Mudah2an keadaan ini segera berlslu. Kehidupan normal lagi seperti dulu.
Tapi tetep bersyukur, saat ini masih bisa bertahan dengan memanfaatkan hobi menjadi usaha sampingan. Semangat, TehšŸ¤—

Widya nuraini said...

Unik banget sih si kalimba tuh..suaranya kaya mainan kaca yang ada penari balletnya haha