Tuesday, 12 February 2019

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (3) - Kemana aja di Genting?


Tulisan ini adalah kelanjutan dari cerita pengalaman saya sekeluarga, saat berlibur di Kuala Lumpur tahun 2018 kemarin. Kelamaan yak updatenya? Maafkan karna mood nulis emang sering ilang timbul belakangan ini. Tapi saya berusaha untuk membuat tulisan yang seinformatif mungkin, sehingga bisa bermanfaat sampai kapanpun dan ga akan pernah basi...tsahhh....

Itinerary dan persiapan liburannya ada di sini :
Sebelumnya saya akan menjelaskan kembali sedikit tentang Genting ini. Jadi si Genting Highland ini bisa dicapai menggunakan Bis dari KL Sentral (pusat public tranportation Kuala Lumpur) atau dari Bandara Kuala Lumpur (KLIA). Lama perjalanan sekitar satu sampe dua jam. Kuala Lumpur juga suka macet shayyy. Nah Bis ini akan berhenti di Awana Station. Dari Awana Station, kita bisa lanjut menggunakan SkyWay atau Gondola yang akan berjalan di ketinggian membelah bukit. Siap-siap antimo buat yang mabokan ya.

Jadi, saya melewati perjalanan yang cukup mencekam menggunakan SkyWay ini, saat baru tiba di Genting. Bisa dibaca di cerita saya sebelumnya :

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (2) - Explore Genting Highland


Alhamdulillah kami semua akhirnya tiba di SkyAvenue Station yang merupakan pemberhentian terakhir SkyWay tersebut dengan selamat. Meskipun kaki masih gemeteran dan jantung berdebar.

Ekspresi pas pertama mo naik SkyWay, gatau kalo bakal sangat menantang. Begitu turun mukanya ga sumringah kaya gini lagi wkkwkwkw

View dari dalam SkyWay malam hari, bener-bener gelap gulita
SkyAvenue Station ini terhubung dengan SkyAvenue Mall yang juga terhubung dengan First World Hotel tempat kami menginap malam itu. Dari Stationnya, kami berjalan cukup jauh menuju hotel kami itu. Namun karna jalannya di dalam mall, capenya ga berasa. Apalagi setiap beberapa menit, akan ada pertunjukan di area mall. Jadi dikit-dikit kami berhenti untuk menikmati pertunjukan dan foto-foto.

Waktu menunjukkan pukul 8 malam, pantesan perut udah keroncongan dan kepala keleyengan. Akhirnya kami putuskan untuk cari makan dulu, sambil menuju hotel. Banyak sekali pilihan makanan di dalam mall tersebut. Namun karna ga tau harga dan kehalalan beberapa restoran, akhirnya kami putuskan makan di Texas aja. Jauh-jauh ke Malaysia makannya fast food hehehe. Ini pilihan paling aman sih buat perut dan budget. Oh ya, pajak resto di sana cuma 6%. Jadi berasa seneng aja gitu makan pajaknya segitu :-D Menu Texasnya berasa lebih enak dilidah saya. Kaya lebih seger dan berempah. Atau mungkin karna malem itu saya udah terlalu lapar kali yak, jadi berasa apapun enak. Total makan berempat sekitar 100rb kalo dirupiahin.

Setalah makan, kami lanjut berjalan menuju lobby First World Hotel tempat kami menginap. Saya pilih hotel ini karna merupakan hotel terbesar didunia, yang mempunyai sekitar 2000 kamar. Rate yang saya dapat untuk 2 malam adalah kurang dari 800rb untuk kamar deluxe. Saya booking sekitar 8 bulan sebelum berangkat, jadi bisa dapet rate lebih murah.

Lobby hotel ini sangat luas, berjejer banyak counter checkin baik secara mandiri maupun manual. Yaps kita bisa melakukan check ini secara mandiri alias langsung menggunakan mesin yg disediakan untuk mendapatkan kunci kamar. Pada saat itu, ada petugas hotel yang membantu kami melakukan check ini di mesin tersebut. Tinggal masukkan kode voucher dan scan paspor, lalu kami bisa mendapatkan kunci kamar.

Mesin Self Check In Hotel

Hotel ini sangatttttttt besar, yapss 2000 kamar kebayang kan luasnya? Ada beberapa tower sesuai no kamar yang kita dapatkan. Kebetulan saya mendapatkan kamar di tower 3. Sedangkan teman saya sekeluarga mendpatkan kamar di tower dua.

Tadinya saya ingin membuat review hotel ini secara terpisah, tapi apa daya saya sama sekali ga foto-foto di dalem kamar. Padahal saya menginap dua malam disana. Kalo yang liburan bawa krucils mungkin tau rasa rempongnya sampe ga sempet foto-foto :-D

Di dekat lobby hotel banyak spot foto menarik

Secara keseluruhan. menginap di First World Hotel merupakan pengalaman luar biasa. Dari mulai akses menuju hotel yang harus menggunakan SkyWay. Bisa sih pake bis yang biasa tapi jalannya berkelok-kelok dan banyak tikungan tajam. Kalo beruntung seperti teman saya, dia mendapatkan kamar dengan view ke jalanan bukit yang sangat indah. Kalo saya, dapet viewnya ke bangunan lain. Mungkin tentang view ini bisa jadi special request saat booking kamar. 

Kamarnya cukup luas dan bersih. Walaupun tanpa AC, udaranya sangat dingin melebihi udara di Puncak. Disediakan pemanas air dan kelengkapan standar kamar lainnya. Dengan rate sekitar 400rban, hotel ini saya rekomendasikan untuk temen-temen yang akan mengunjungi Genting. Bookingnya dimana? Tentu aja di agoda dong. Situs booking kesayangan saya. Untuk lebih mudah cari tau tentang rate hotel ini, bisa klik gambar dibawah ini ya :

Bangunan First World Hotel
Kami beristirahat dengan nyaman di hotel tersebut. Sampe ga kerasa tau-tau udah pagi. Kalo ga inget lagi liburan, ingin rasanya tetep selimutan di kamar menikmati udara dingin ditemani gorengan hangat. Tapi berhubung ga ada tukang gorengan, kami bergegas siap-siap ke tujuan kami berikutnya sekitar pukul 9 pagi. Oh ya tujuan kami pagi itu adalah Chin Swee Temple yang masih berada di area Genting.

View dari kamar teman saya seindah ini

Chin Swee Temple 
Tujuan utama kami ke Genting Highland ini adalah Chin Swee Temple. Kenapa saya masukan temple ini ke itinerary? Karna lokasinya yang gampang dijangkau dan tersedianya shuttle bus gratis tepat  dari lobby hotel kami. Selain itu, tiket masuknya juga gratis. Sebagai mamak-mamak bijaksana, yang gratis kaya gini harus banget dikunjungi.

Nah karna saat kami ketinggalan shuttle bus gratis dan harus menunggu sekitar sejam untuk bus berikutnya, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan SkyWay lagi menuju temple. Jaraknya cukup dekat. Kami juga penasaran sensasi naik SkyWay di pagi hari. Karna sebelumnya, kami naik SkyWay saat kondisi langit sudah gelap.

Didalam SkyWay pagi hari

Pemandangan dari SkyWay di Pagi hari

Ternyata, naik SkyWay di pagi hari dengan langit yang terang lebih bikin olahraga jantung. Karna sejauh mata memandang, kami hanya melihat hutan jauh dibawah kami. Terdengar suara-suara monyet dan burung dari hutan di bawah kami. Untungnya perjalanan hanya sekitar 10 menit, tapi tetap saja isi perut serasa diaduk-aduk :-D

Setelah sampai di station SkyWay di kawasan kuil ini, kita tinggal berjalan menuruni bukit. jangan khawatir, karna selain tangga, juga disediakan eskalator. Kebayang ga? ada eskalator untuk menuruni bukit. Jadi ga cape cape amat walopun sambil bawa anak-anak.

Foto berdua dulu begitu turun dari SkyWay mumpung krucils pada anteng
Chin Swee Cave Temple ini dibangun pada tahun 1975 di atas sebuah lahan hutan berbatu spada ketinggian 4600 mdpl. Lim Goh Tong seorang pengusaha yang mengembangkan Genting Highland Resort, mulai membangun kuil ini setelah pembangunan kasino-nya selesai. Ia mendonasikan tanahnya dan mengajak teman-temannya beserta keturunan keluarga dari Penglai, provinsi Fujian, China untuk ikut membantu pembangunan kuil ini.

Hal pertama yang saya rasakan saat tiba di tempat ini adalah kagum. Karna meskipun gratis, kawasan kuil ini sangat sangat bersih. Dibangun dengan sangat indah dan nyaman. Ada air terjun di salah satu sisi temboknya yang bisa dipake buat sedikit ngadem, karna cuaca memang panas. Pemandangan dari atas kuil sangat indah. Ah pokonya susah dijelasin pake kata-kata. Intinya, saya merasa sangat rileks saat melihat pemandangan dan menghirup udara disana.

Anak-anak juga sangat senang. Mereka bebas berlari dan bemain. Saya ga khawatir juga ngebiarin anak-anak main, karna tempatnya benar-benar aman dan nyaman. Dan sekali lagi saya tegasin, semua ini GRATIS. Setelah puas bermain dan berfoto, kami kembali menuju hotel dengan menggunakan shuttle bus gratis.























Pemandangan dari atas kuil




Bis gratis untuk kembali ke hotel
Setelah dari Chin Swee Temple, kami mengitari SkyAvenue Mall sampai sore. Sampai akhirnya kami kembali beristirahat di kamar hotel. Jadwal kami selanjutnya adalah acara bebas. Teman saya dan keluarganya, mereka mengeksplore First World Shopping Mall yang sangat luas. Sedangkan saya sekeluarga hanya lenje-lenje bermalas-malasan di kamar.

Sebenernya masih banyak yang bisa di eksplor di Genting ini. Ada Colmar Tropicale yang merupakan desa bergaya Perancis. Juga banyak wahana-wahana permainan di dalam mallnya. Tapi karna waktu itu Dejas masih berumur setahun lebih dikit, kami putuskan untuk tidak membuat jadwal perjalanan yang terlalu padat.

Keesokan paginya, kami checkout dari hotel tersebut. Cara checkoutnya sangat mudah, kita tinggal memasukkan kartu akses ke kamar ke dalam kotak yang sudah disediakan.

Mesin Check Out
Kami sekeluarga menggunakan SkyWay lagi dan dilanjut dengan bus untuk menuju Kuala Lumpur. Sedangkan teman saya dan keluarganya menggunakan bus yang langsung menuju Singapura. Oh ya, bus dari Genting ke Singapura ini menurut saya sangat murah, hanya kurang dari 200rb rupiah dengan lama perjalanan sekitar 8 jam.

Bersambung ke 
Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (4) - Eksplor Kuala Lumpur (soon)

Friday, 8 February 2019

Hotel Review - Hotel De Paviljoen Bandung


Biasanya, butuh waktu berbulan-bulan setelah staycation untuk saya punya mood nulis review suatu hotel di blog ini. Tapi kali ini berbeda. Saya udah ga sabar ingin berbagi pengalaman dengan temen-temen pembaca semua sejak hari H saya menginap di hotel ini. Karna berkesan sekali pastinya :-)

Kalo kamu sering lewat ke Jalan Riau Bandung, pasti ga asing sama hotel yang eyecatching, dengan area pejalan kaki yang nyaman didepannya dan seru buat foto-foto atau nongkrong bareng temen. Yaps, Hotel De Paviljoen Bandung yang terletak di Jl. R.E. Martadinata 68 Bandung (aka jalan Riau) dengan tinggi 12 lantai dan memiliki 145 kamar yang unik ini menjadi salah satu bangunan menarik di Jalan Riau. Kawasan ini sering dikunjungi wisatawan domestik ataupun penduduk lokal, karna banyaknya pusat kuliner dan belanja yang berjajar manis.

Hotel De Paviljoen Bandung adalah hotel berbintang empat yang memiliki dekorasi bergaya kolonial kontemporer yang unik. Sejak pertama masuk ke dalam hotel, kita dapat langsung merasakan dan melihat dekorasi menarik dan juga banyak lukisan-lukisan cantik. Kaken pun langsung beraksi minta difoto sama ayahnya :-D


Beberapa lukisan yang ada di lobby

Sebenernya, ini kali kedua saya sekeluarga menginap di hotel ini. Yang pertama adalah waktu saya hamil tua, dua minggu sebelum Dejas lahir. Waktu itu kami menginap di kamar tipe Deluxe. Nah kenapa ga saya tulis reviewnya di blog? Karna pengalaman pertama saya kurang menyenangkan. Bukan karna kondisi hotelnya, tapi karna waktu itu saya diserang kontraksi palsu sepanjang hari wkwkkw. Boro-boro bisa mikir mau review apaan.  Yang ada malah siaga untuk brojol karna kandungan memang sudah masuk ke usia 41 minggu.

Pengalaman saya yang kedua adalah awal Februari 2019 ini. Alhamdulillahnya, saya menginap di kamar tipe Executive Club yang ukurannya jelas lebih luas dan lebih nyaman buat anak-anak.

Proses Check In

Seingat saya, dulu waktu pertama menginap disini, proses check in berlangsung cepat dan mudah. Sayangnya kali ini, hotel sedang dalam kondisi ramai-ramainya karna banyaknya rombongan yang akan menginap. Proses check in jadi cukup memakan waktu lama. Meskipun begitu, saya tetap dilayani dengan ramah oleh petugasnya, walaupun keliatan sekali kondisinya sedang hectic :-)

Menurut saya, ada baiknya disediakan counter check in khusus orang-orang yang membawa rombongan, ataupun untuk yang gendong anak macam saya. Maaf yah bukannya pengen dispesialin, tapi banyak hotel yang sudah melakukannya. Seengganya untuk orang tua, ibu hamil, dan ibu yg membawa anak disediakan kursi.
Check in Area..tuh saya yg lagi gendong bayi gede :-D
Fasilitas Kamar
Disini saya akan bahas dua tipe kamar yang pernah saya coba ya biar adil dan damai. 

Hotel ini memiliki 104 kamar tipe deluxe yang memiliki luas kamar 26 meter persegi. Dilengkapi dengan satu king bed atau dua twin bed yang nyaman buat bobo cantik. Kebersihan kamarnya patut diacungi jempol, dan lagi-lagi dekorasi kamarnya sangat menarik. Ada hal yang berbeda dibandingkan hotel lainnya. Tipe kamar ini memiliki area toilet dan shower dalam bilik terpisah, namun area wastafelnya terbuka.

Oh ya, ada dua hal yang menjadi nilai minus buat kami di tipe kamar ini. Yang pertama adalah bilik toiletnya terasa pengap dan sirkulasinya kurang bagus. Yang kedua adalah bilik shower yang kacanya aga-aga tembus pandang gitu. Walaupun saya perginya sama keluarga, tetep aja saya malu dan merasa ga nyaman kalo lagi pake shower. Apalagi yang perginya sama orang lain ya hehehe. Oh ya, karna dari area tidur langsung nyambung ke area wastafel, jadinya kerasa dingin  dan lembab dimalam hari.

Tapi diluar itu, kamar ini sangat nyaman ko. Mungkin saya aja yang aga lebay ngurusin masalah kenyamanan ampe hal sekecil mungkin. Atau mungkin karna saya dulu lagi hamil gede, jadi lebih sensitif dan merasa selalu benar :-D

Dulu saya menginap waktu masih punya satu anak. Rasanya kamar ini masih cukup luas. Tapi untuk saat ini, kayanya aga sempit untuk dua anak yang doyannya lari-larian dan manjat-manjatan macam Kaken dan Dejas.

Oh ya Rate kamar ini berkisar 700an tergantung tanggal ya.

Area wastafel terbuka di sebelah bed

Design Interior unik

Lampu yang disudut itu bikin pengen bawa pulang

Untuk yang kedua, saya menginap di tipe kamar Executive Club dengan luas 36 meter persegi. Kamar ini memang letaknya menghadap pemandangan Bandung yang indah untuk kita bersantai, Saat pertama kali masuk ke dalam kamar, kami terkesan dengan kerapihan dan kebersihannya. Meskipun tidak terlalu luas, namun tata letak furniture dan dekorasinya membuat kita nyaman berlama-lama di dalam kamar. Seperti biasa dikamar disediakan  teko pemanas air, air mineral, teh dilmah beraneka rasa favorit saya, dan coffee creamer gula sachetan. Kamar ini memiliki tiga area, yaitu area ruang tamu, area tidur, dan area kamar mandi.

Saat pertama membuka pintu kamar, kita akan disambut oleh area ruang tamu yang homy. Terdapat dua sofa nyaman, meja kaca dan televisi dengan design kontemporernya. Ini area favorit suami dan anak-anak. Enak banget buat unyel-unyelan kumpul keluarga. Area ruang tamu dan area tidur dibatasi partisi yang berupa cermin, sehingga meskipun ruang tamu ini luasnya terbatas, namun nampak lega.



Area tidur di kamar Executive club ini menjadi favorit saya, karna selain dilengkapi kasur ukuran besar yang muat untuk kami berempat, ruangan ini juga dilengkapi televisi juga. Jadi ga rebutan sama anak-anak khann... Oh ya, yang paling saya suka adalah cermin besar yang disudut ruangan, serta posisi kasur yang tepat dihadapan jendela kaca besar. Sambil tiduran di kasur aja, saya bisa menikmati keindahan kota Bandung sore dan malah hari. Ahhh ini bener-bener bikin saya betah dikamar.



view dari jendela depan kasur
Yang terakhir adalah area kamar mandi. Ini kayanya jadi favorit kita semua hahaha. Jadi dari ruang tamu dan dari ruang tidur, masing-masing ada pintu menuju kamar mandi, Jadi sejak baru dateng ke kamar ini, anak-anak rame lari-larian masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu lainnya. Kalo dilihat difoto diatas, ada lemari putih besar. Nah lemari tersebut punya dua sisi pintu. Jadi bisa dibuka dari ruang tidur maupun dari kamar mandi. Bisa ditebak kan apa yang dilakukan anak-anak? Keluar masuk lemari juga udah bikin mereka seneng :-D

Kamar mandinya luas shayy. Bersih dan nyaman. Di sebelah kiri terdapat dua bilik terpisah antara shower dan toilet, lalu diarea tengah ada wastafel dan cermin besar lengkap dengan segala aminities standar macam sabun, sampo, lotion, sikat gigi, dan lain lain. Di sebelah kanan terdapat bathtub besar cantik dan bersih, tepat dibawah jendela yang menghadap keluar. Ah senangnya bisa berendam sambil menikmati suasana Bandung di malam hari.

Rate kamar tipe Executive club ini sekitar 1,4 juta. Selain dua tipe kamar diatas, masih ada beberapa tipe kamar lain dengan harga yang bervariasi. Bisa dicek langsung di web hotel atau di situs booking online ya gengs.


bilik kiri : shower, bilik kanan : wc
view dari area bathtub

Resto dan Lounge
De Paviljoen memiliki beberapa area Restoran dan Lounge, yaitu Keuken Resto, Koffie corner dan Vesper Sky Bar and Lounge.

Untuk sarapan, kita dapat menikmatinya di area Keuken Resto maupun Koffie Corner yang ada di lantai dasar. Keuken resto ini areanya sampai ke pelataran hotel loh. Disana terdapat juga kolam ikan yang cantik. Jadi sambil sarapan, anak-anak bisa senang liat-liat ikan.

Menu sarapannya sangat beragam, bukan hanya buffet, pastry, dan dessert aja, tapi juga banyak makanan khas Jawa Barat yang disajikan. Karna saya sekeluarga memang ga biasa sarapan banyak-banyak, kita hanya cicip buffet dan buah potongnya aja. Padahal saat itu juga ada empal gentong, mie ayam, dll.

Suasana saat sarapan juga enak. Design Keuken Restoran yang lagi-lagi unik ini bikin kami betah berlama-lama. Sehabis sarapan, kami langsung berfoto ria sambil berjemur di pelataran hotel.

Untuk Vesper Sky Bar and Loungenya ga sempet kami lihat. Karna kami cuma semalam disana, jadi waktunya berasa kurang :-)






Kolam di area sarapan bikin adem

Berhenti makan sebelum kenyang, meskipun banyak yang bisa dimakan :-)
Eh nemu foto Ken di area teras Keuken Resto 2 taun lalu waktu doi masih langsing



Fasilitas Hotel
Dulu waktu masih berduaan sama suami, kalo mau staycation, yang penting lokasinya oke biar bisa sambil main. Tapi kalo sudah berbuntut beda lagi sodara-sodara. Yang dicari adalah hotel dengan kamar luas dan fasilitas lengkap. Seengganya, kalopun cuma diem doang di hotel, anak-anak udah seneng dan emak bapaknya ga cape dan ga harus keluar budget lagi buat jalan-jalan :-D

De Paviljoen ini udah sangat sempurna buat bawa main anak-anak. Fasilitasnya lengkap dan bagus. Meskipun hanya berhibernasi di dalem hotel, banyak aktivitas yang bisa dilakukan para krucil.

Kolam renang sudah pasti menjadi prioritas utama kalo mau pilih hotel buat staycation. Beberapa kali saya menginap di hotel-hotel baru, dengan kolam renang di rooftop, tapi hanya cocok buat foto-fotoan. Kebanyakan kolamnya sempit, jadi ga bisa renang "beneran".

Berbeda dengan di De Paviljoen ini. Kolamnya ada di lantai tiga dan cukup luas dengan view yang juga indah. Ada juga kamar tipe Suite dua lantai yang tepat berada dipinggir kolam renang. Selain kolam renang, ada juga The Kids Club yang dilengkapi beragam mainan. Udah pasti anak-anak bakal suka ya. Kita bisa pake Kids Club ini sepuasnya kan selama menginap di hotel.


Ada juga The Gym dan The Spa yang bisa kita nikmati. Tapi berhubung saya pergi bersama anak-anak. Bisa sempet berendam di bathtub dalem kamar juga udah seneng. Saya bawa bathboom dan scrub dari rumah. Jadi bisa me time :-)




Secara garis besar, saya merekomendasikan hotel ini untuk staycation bersama keluarga. Begitu juga untuk temen-temen dari luar kota yang cari hotel untuk bersantai di kota Bandung. Hotel ini memiliki keunggulan dari segi fasilitas dan lokasi. Meskipun ratenya terbilang cukup mahal. Ada beberapa hotel berbintang lima yang ratenya lebih murah tetapi memang tidak senyaman De Paviljoen ini.

Oh ya, saya selalu booking hotel melalui Agoda. Menurut saya, rate di Agoda selalu yang terbaik di banding situs booking online lain.

Tertarik buat booking hotel ini? Silahkan klik link berikut :

Saturday, 19 January 2019

Welcome 2019 - My Resolutions


Ga kerasa satu bulan pertama di tahun 2019 ini sudah hampir berlalu. Makin kesini tuh waktu kerasa makin cepet ya. Setiap harinya berasa kejar-kejaran ama sang waktu. 

Kadang suka kepikiran, ngapain aja aku di satu bulan pertama 2019 ini. Ko ga berasa ada kemajuan ya dibanding sebelumnya 😅 Aku emang ga pernah kepikiran tentang apa dan mau jadi seperti apa aku di hari-hari kedepan.

Untungnya di bulan Januari ini aku berkesempatan collab lagi sama Bandung Hijab Blogger yang kali ini bertema tentang resolusi di tahun 2019.


Barulah seminggu terakhir ini mikir mau seperti apa aku kedepannya. Baru kepikiran juga ternyata menentukan resolusi itu penting. Bisa jadi motivasi juga untuk mewujudkan resolusi itu. Waktu jadi bisa dimanfaatkan dengan maksimal karna tau tujuan kita apa.

Setelah dipertimbangkan matang-matang, berikut ini resolusi aku ditahun 2019 ini yang tentunya sangat memungkinkan untuk dicapai, meskipun ga akan mudah 😭

1. Hidup Lebih Sehat
Ini hal utama yang harus aku perhatiin dan penting untuk dirubah gayanya. Aku selalu tidur kurang dari 6 jam setiap harinya sejak bertahun-tahun lalu. Aku nyadar ini ga sehat. Cuma karna udah kebiasaan, jadi kalo anak-anak dah tidur malah kerja lah, ngerjain orderan souvenir lah, baca buku atau online sampe larut malam.

Selain itu, aku jarang banget olah raga rutin. Sempet yoga sekali, minggu depannya udah ga pas jadwalnya. Semangat ikut TRX sekali, minggu depannya ada kerjaan. Nyempetin lari pagi keliling lapangan, minggu depannya  udah ga sempet. Mau bangun tidur langsung olahraga, yang ada kudu langsung masak, ngurus anak dan siap-siap kerja. 

Tapi mungkin pasti itu semua hanya alasan dan pembenaran diri aku sendiri. Kalo emang tekad aku lebih kuat, mungkin bisa terlaksana. Apalagi didukung rasa bersalah karna tiap hari kudu ngabisin susu UHT anak-anak yang ga abis diminum 😅😅😅 hahahaha doakan ya manteman.

2. Manage Waktu dengan Lebih Baik
Ini ga kalah pentingnya buat aku di tahun ini. Kalo yang udah baca postingan-postingan lama aku, banyak yang berisi tentang cara aku buat manage waktu antara keluarga dan kerjaan.

Tapi apa yang terjadi ibu-ibu? Semua yang aku lakuin bukanlah sempurna. Ada satu hal yang urgent banget harus aku pikirin solusinya, yaitu aku masih sering banget telat masuk kerja 😭😭

Serba salah memang sebagai ibu rumah tangga sekaligus working mom tanpa ART. Beberes rumah, masak, mandiin anak, nyiapin sarapan n bekel sekeluarga, ngurus suami, mandi n makeupan, semua harus beres sebelum jam 7 pagi. Anter kaka ke TK dan ade ke daycare secepat kilat, tapi ujung-ujungnya nyampe kantor selalu jam 8 lebih 😭😭😭

Okelah kita coba di 2019 ini untuk mengurangi jumlah hari telat masuk kerja 😁

3. Manage Emosi
Aku masih suka baperan padahal dah emak-emak terutama kalo tanggal tua. Hahaha PR juga nih apalagi aku suka mood swing. Satu hal aja bikin hati ga enak, bisa merusak suasana n semangat di hari itu.

Hal ini aku anggap penting karna ngaruhnya ke cara aku berperan sebagai ibu dan istri juga. Aku percaya, kalo aku bahagia dan tenang, aku bisa kasih yang terbaik buat keluarga. 

Nah untuk wujudin resolusi yang ini, aku minta suami buat jadi reminder aku. Kalo aku dah mulai keliatan moodnya ga bagus, dia bakal ngingetin aku untuk sabar dan bersyukur.

4. Kreasidya Souvenir
Kreasidya Souvenir itu bisnis towel souvenir yang aku bangun sejak 2011. Namun sejak aku hamil dejasmine 2 tahun lalu, aku jadi jarang promo-promo lagi.

Nah di 2019 ini aku ingin kembali menghidupkan bisnis aku ini. Karna sayang banget kalo harus dibiarin redup gitu aja. Dari bisnis ini saya bisa sering-sering liburan beberapa taun kebelakang ini tanpa harus nyolek penghasilan bulanan dari ngantor.

Lagian saat ini banyak media yang bisa saya manfaatkan untuk memaksimalkan bisnis ini. Bismillah mudah-mudahan niat aku ini bisa terlaksana dengan lancar tanpa ganggu rutinitas lainnya.

5. Lebih Rajin Ngeblog
Karena sesungguhnya banyak content yang hanya berakhir di draft dan belum dateng moodnya untuk diselesaikan 😅😅Mudah-mudahan 2019 ini aku bisa lebih konsisten nulis tanpa terpengaruh sama mood dan lingkungan 😁

Aduhh banyak juga ya resolusi di 2019 ini. Buat orang lain mungkin ada yg sepertinya mudah terlaksana. Tapi buat aku, semuanya butuh effort lebih.

Tapi yang utama tetep niat dan tekad kan ya... Bersyukur bisa sharing ini di blog. Jadi bisa jadi pengingat buat diri aku sendiri 😉