Saturday, 27 October 2018

Kenapa Ngeblog?

Selamat Hari Blogger Nasional ... :-)

Mungkin banyak yang belum tau, kalo tanggal 27 Oktober itu diperingati sebagai hari blogger nasional. Dimulai sejak tahun 2007, yang menjadi asal muasal pencanangan hari tersebut oleh Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, yaitu Bapak Muhammad Nuh.

Dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional kali ini, Bandung Hijab Blogger megadakan kolaborasi dengan tema "Why I Started Blogging". Kesempatan nih ditulisan collab kali ini pasti akan berbau curhat dan flashback masa-masa awal ngeblog :-D


Kenapa ngeblog?

Kalo ditanya kenapa saya tertarik buat ngeblog sih ngejawabnya aga bingung. Karna awal saya ngeblog ini murni dari keisengan akibat kejenuhan di tempat kerja saya yang sekarang. Uppppsss..

Jadi gini, saya udah suka banget nulis dari jaman SMP. Tapi dulu nulisnya masih berupa cerita-cerita ngayal di buku tulis biasa. Dulu pengen banget ngirim cerpen atau cerbung ke majalah or koran-koran yang masih musim pada waktu itu. Yaps, jaman saya SMP tuh, baru banget kenal yang namanya komputer. Tapi belum kenal internet. Masih sebatas tau Lotus123 sama Wordstar doang. Ayo siapa yang pernah pake Lotus123? Pasti kita seangkatan :-D

Memasuki SMA, hobi nulis saya disalurkan melalui nulis buku harian. Isinya seputaran pengalaman sehari-hari, puisi-puisi ala dilan dan curhat-curhatan ga penting. Tapi buku harian itu pernah dibaca sama orang ga bertanggungjawab dan akhirnya saya kapok. Tapi ada salah satu buku harian yang masih disimpen sama suami saya sampe sekarang. Isinya kebanyakan tentang dia karna kebetulan kita pacaran 6 taun sejak saya SMA. Dari mulai saya masih ABG sampe lulus kuliah n kerja. Buku itu disimpen sebagai barbuk kalo saya pernah alay katanya.

Setelah lulus kuliah, saya berkesempatan buat ngajar di kampus tempat saya kuliah. Disitulah hasrat nulis saya disalurinnya ke banyak menulis Student Work Book, silabus, dll. Udah ga sempet lagi nulis curhat-curhatan atau cerita ngayal. Tapi semua yg ada di kepala tertuang di bahan ajar atau disampein saat cuap-cuap depan mahasiswa.

Setelah 6 tahun sibuk ngajar, akhirnya saya putuskan untuk cari kerjaan yang waktunya lebih flexible. Akhirnya, saya bekerja di IT Company dengan suasana kerja yang lebih serius, tapi jam kerja yang lebih teratur. Di kantor saya ini, saya jarang banget ngobrol sama temen sekantor lainnya. Waktu itu, saya adalah satu-satunya karyawan perempuan disana. Kalo sekarang sih udah banyak perempuannya, jadi udah ga terlalu kesepian.

Dulu tuh kadang dalam seharian kerja, saya ga ngomong sepatah katapun sama siapapun. Tetiba saya merasa jadi orang yg introvert. Yang biasanya saya bebas berekspresi dan berkreasi, saya jadi lebih banyak diem dan asik sendiri.

Dari situlah akhirnya saya memutuskan untuk punya blog. Sebagai sarana saya mengeluarkan uneg-uneg dan apa yang ada dikepala. Saya mulai ngeblog di tahun 2013. Tepat sebulan setelah saya berhenti mengajar.

Awalnya, blog yang saya punya berisi cerita-cerita pengalaman saya menghadapi PCO dan tiga taun perjuangan untuk memiliki anak. Selain itu, saya banyak share tentang awal mula saya bisnis souvenir, pengalaman selama bisnis, dan lain-lain.

Tahun 2015, setelah saya mulai hobi jalan-jalan bareng keluarga, mulailah saya banyak menulis tentang travelling. Oh ya, semua tulisan saya, biasanya diperiksa dulu sama suami sebelum dipublish. Ga boleh ada unsur riya dan harus bermanfaat untuk orang lain. Itulah pesan suami saya tercintah :-) Pada saat itu, saya masih jarang banget upload tulisan. Dalam setahun, paling hanya dua atau tiga tulisan baru yang ada diblog.

Di tahun 2016, saya mulai serius dan merasakan enaknya ngeblog, bukan cuma untuk nyalurin segala isi pikiran dan perasaan, tapi juga bisa dijadikan sebagai ajang mencari penghasilan tambahan. Di tahun itu, saya mulai menerima tawaran-tawaran pekerjaan dari ngeblog ini.

Oh ya, yuk baca tulisan Anisa  yang juga berbagi pengalamannya mengenai ngeblog ini. 

Banyak banget hal positif yang saya dapatkan dari ngeblog ini, antara lain :
1. Penghilang Stress
2. Sarana Me Time
3. Penghasilan Tambahan
4. Kenal orang-orang baru.

Seperti di Bandung Hijab Blogger, sejak gabung komunitas ini, saya bisa banyak belajar dari blogger-blogger senior yang humble dan ga segan-segan untuk berbagi ilmu mereka. Selain itu, saya bisa berpartisipasi dalam event-event seru dan bermanfaat. 

Salah satunya adalah dengan turut berpartisipasi dalam membantu korban bencana alam di Palu dan Donggala. Kita bisa mengirimkan bantuan semampu kita, untuk meringankan beban saudara-saudara kita disana.

Temen-temen juga bisa ikut memberikan donasi dengan cara berikut :

Kantor ACT Humanity Jabar :
Jl Gitar No 21 RT 02/10 Kelurahan Turangga Kecamatan Lengkong, Bandung, Turangga, Jawa Barat 40264


Monday, 15 October 2018

Tiga Wanita Berpengaruh dalam Dunia Teknologi Informasi


Seneng banget kali ini saya kembali berkesempatan untuk berkolaborasi sama temen-temen dari Bandung Hijab Blogger. Untuk kali ini, tema kolaborasi yang sedang berlangsung adalah tentang 3 Inspiring Woman in the World. 

Tentunya sangat banyak perempuan-perempuan di dunia yang berhasil menyebarkan energi positifnya serta memberikan inspirasi bagi perempuan lainnya. Saya sangat menyukai tokoh-tokoh wanita dunia yang dengan kegigihannya, mampu bersaing dan berprestasi, sehingga namanya dikenal keseentaro jagad raya ini.

Nah, karena saya hidup belasan tahun di dunia teknologi informasi, atau yang biasa dikenal dengan dunia IT. Dari mulai kuliah sampai kerja pun, ga pernah pindah ke lain bidang (setia emang orangnya :-D). Jadi saya mau bahas tentang wanita-wanita yang berpengaruh di dunia IT ini,

Oh ya sebelumnya, mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Stanford Alison Wynn dan Profesor Shelley Correll pernah mengadakan penelitian, dimana akhirnya mereka menyaksikan bagaimana disparitas gender di dunia teknologi.  Muncul anggapan  bahwa dunia IT itu didominasi pria, sehingga wanita sering dianggap tidak mampu bekerja dan berkarya di sana.

Kalo menurut saya sih, salah satunya kenapa wanita dianggap susah bertahan didunia IT ini adalah karena wanita selalu bertindak dan berfikir dengan emosi. Sehingga sering baper disaat harus terus melaju bersama kemajuan teknologi. Ini pengalaman pribadi sih sebenernya. Tujuh atau delapan tahun lalu, saya masih bisa ngikutin ngupgrade kemampuan programming (ngoding) saya, tapi karena kecepatan dunia programming yang cepet banget kaya kenaikan harga bbm dan suka bikin mood swing, saya memutuskan untuk menyerah dan fokus lebih banyak waktu buat keluarga aja. Meskipun saya masih bekerja di dunia IT, namun beban pikirannya ga seperti jaman waktu masih suka ngoding :-D


Balik lagi ke tema kolaborasi kali ini, saya akan bahas mengenai tiga wanita yang berpengaruh di dunia IT :

1. Susan Wojcicki, CEO Youtube

Susan Wojcicki adalah wanita cantik dan cerdas yang menjabat sebagai CEO Youtube sejak periode Februari 2014. Siapa sih yang jaman sekarang ga tau youtube. 

Susan Wojcicki memiliki ayah seorang  profesor fisika di Standford University, sementara ibunya adalah seorang staf pendidik berdarah Jerman. Jadi Susan sejak kecil sudah dekat dengan dunia dan pendidikan, dan memperlihatkan minatnya kepada teknologi informasi.


Ia menyelesaikan jenjang pendidikan dan lulus dengan gelar sarjana di salah satu universitas paling kenamaan yakni Harvard University di tahun 1990 dan juga menerima gelar sebagai master ekonomi selepas menyelesaikan studinya di University of California pada tahun 1993. Seolah tidak puas dengan gelar dan ilmu yang telah diserapnya, Susan kembali mengukir prestasinya dengan memperoleh gelar master di bidang administrasi bisnis pada tahun 1998.


Untuk bisa menjabat sebagai CEO di perusahaan ternama seperti Youtube sangatlah tidak mudah.
Susan menggagas dan mengupayakan sistem navigasi youtube dengan tampilan yang ergonomis dan user friendly. Hal ini membuat viewers youtube merasa nyaman dan semakin banyak peminatnya diseluruh dunia.


Selain itu, Susan berhasil meningkatkan pendapatan youtube melalui iklan. Dia juga menjadi penggagas mengenai penggunaan iklan AdSense dan AdWords yang mana hal ini juga menguntungkan pihak pencipta dan penerbit konten-konten online. 


2. Angela Ahrendts, Senior Vice President of Retail on Apple

Wanita selanjutnya adalah Angela Ahrendts yang merupakan Senior Vice President of Retail di Apple. Dia bertanggung jawab pada penjualan ritel online Apple di seluruh dunia. Yapss seluruh dunia loh.

Ahrendts lahir dan dibesarkan di New Palestina, Indiana. Ia memiliki 5 saudara kandung. Sedari kecil Ahrendts memang dikenal kreatif, ia kerap membuat kolase dari majalah mode yang ia kumpulkan.

Ibu dari tiga anak ini kuliah di jurusan Merchandising dan Marketing di Indiana sebelum bekerja di industri fashion di New York City. Spesialisasi karirnya memang di bidang pemasaran, dan akhirnya pada 2006 ia menjabat sebagai CEO Burberry, sebuah rumah mode mewah yang bermarkas di London.

Ia menjabat sebagai CEO Burberry selama 8 tahun (2006-2014). Selama menjadi CEO brand fasion kenamaan tersebut, Ahrendts selalu tampil modis, karena kompensasi pakaian pribadinya disebutkan mencapai puluhan ribu dolar AS per bulannya.

Ia meninggalkan posisinya di Burberry pada 2014 untuk memulai bekerja di Apple. Business Insider melaporkan Ahrendts merupakan pegawai dengan gaji tertinggi di Apple pada 2017.


3. Tracy Chou, programmer 

Yang terakhir yang saya kagumi adalah seorang programmer muda bernama Tracy Chou, yang keahliannya sudah mendunia. Berawal dari magang di Facebook dan Google, lalu berada dibalik cantiknya Pinterest, lalu sekarang bekerja di situs tanya jawab Quora sebagai software engineer.

Lewat pengalamannya, Tracy sudah terbiasa menganalisis data dalam jumlah sangat besar. Tracy sempat belajar teknik elektro sebelum akhirnya memilih mendalami ilmu komputer, dan kemudian fokus dalam bidang data.

Dia menyadari bahwa industri teknologi itu didominasi laki-laki, tapi dia sadar bahwa dia yang mendapatkan kesempatan bisa untuk mendorong perempuan di industri ini. Dia pun mencoba melakukan survei terhadap seberapa banyak wanita di industri teknologi. Hasilnya tidak menggembirakan. Kurang dari 9% dari insinyur Mozilla adalah perempuan, dan Facebook dan Yahoo hanya punya 15% insinyur wanita. Lebih sedihnya lagi, perusahaan tertentu bahkan tidak bisa menghitung satu wanita di tim engineering mereka.

Tugas dia memang tak sekedar bekerja menyesuaikan diri di lingkungan laki-laki, lebih dari itu dia mencoba mendorong banyak wanita mengerjakan pekerjaan yang tak umum ini.

Akhirnya, saat ini Tracy mendirikan organisasi bersama tujuh wanita lainnya di industri teknologi, yaitu grup advokasi bernama Project Include yang bertujuan membuka kesempatan semua orang dari berbagai latar belakang agar bisa sukses di dunia teknologi.

Itulah ketiga wanita yang menginspirasi saya. Kita masing-masing pasti memiliki ketertarikan pada bidang yang berbeda, sehingga wanita-wanita yang menginspirasi pun berbeda-beda. Banyak wanita hebat di dunia ini. Teman saya Anis, mempunyai pandangan berbeda tentang hal ini. Dia menulis tentang 3 MODEL WANITA INSPIRATIF yang dapat membuat kita semakin bersyukur dan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang besar.

Siapa wanita hebat yang menjadi inspirasimu? Sharing on comment yak :-)

Thursday, 4 October 2018

Liburan Hemat dan Ramah Anak ke Kuala Lumpur (1) - Itinerary

Seneng banget rasanya bisa sharing tentang liburan ma anak-anak lagi. Mumpung masih anget dan belum lupa sama detailnya, juga barbuk barbuk berupa bon-bon dan invoice masih pada utuh untuk jadi bahan contekan ngeblog. Saya bakal bikin tulisan ini jadi travel series gitu. Tujuannya biar penjelasannya lebih detail dan lebih banyak info yang bisa dibagiin ke temen-temen semua.

Semoga bisa bermanfaat 😃😃. 

Jadi kenapa saya kasih judul Liburan Hemat dan Ramah Anak? Karena concern saya di liburan kali ini adalah hemat budget (pastinya dong) dan nyaman serta aman buat anak-anak saya (Kaken 6 tahun dan Dejas 1,3 tahun).
Kenyamanan Krucil ini yg Paling Penting. (@SkyWay)
Saya pilih Kuala Lumpur sebagai destinasi liburan kali ini karena......
Yahhhh apalagi alesannya kalo bukan karna kebetulan dapet tiket promonya untuk kesana 😃 Jadi ceritanya, saya hunting promo freeseats airasia di bulan Juni 2017. Akhirnya dapet rute penerbangan Jakarta - KL Pulang Pergi dengan harga 270rb seorang. Tanpa pikir panjang (kalo pikir panjang keburu harga berubah), akhirnya saya booking walaupun untuk penerbangan lebih dari setaun kedepannya, yaitu 19 September 2018. Total tiket pesawat pulang pergi untuk kami berempat sekitar 900rb. Karna Dejas masih dibawah 2 taun, jadi ga bayar full.

Enaknya udah booking tiket pesawat untuk penerbangan jauh-jauh hari kaya gini adalah kita bisa mempersiapkan itinerary dan penghematan budget dengan lebih maksimal. Berkaca dari pengalaman kami waktu liburan ke Bali yang bisa dibilang "ga sukses-sukses amat", gegara persiapan yang kurang dan itinerary yang ngga kami buat. Tadinya sih karna biar liburannya lebih flexible, yang ada malah jadi banyak waktu idle dan ga enjoynya :-)

Kalo lagi Liburan gini, jaga kekompakan adalah koentji (@Kuala Lumpur St)
Untuk itinerary, saya mulai susun sejak setaun sebelum berangkat. Ko lama amat? ngga sih, karna ngerjainnya disela-sela waktu luang aja. Bikin itin tuh ga semudah cuma nulis-nulis mau kemana doang. Saya bikinnya detail per jam dan dilengkapi sama cost yang harus dikeluarin. Bikin jadwal hari pertama mau kemana aja baru jadi setelah 4 bulan, karna banyak yang harus dipertimbangkan untuk itin yang maksimal.

Misal, untuk dihari yang sama, saya pilih tujuan yang searah biar biaya transportasi lebih murah. Apalagi karna saya pergi dengan membawa dua anak kecil, waktu kita dateng dan pulang ke satu tempat wisata pun harus dipertimbangkan. Kalo ke tempat yang panas, usahakan jadwalinnya di pagi atau sore hari. Perhatikan juga waktu istirahat anak-anak. Alhamdulillahnya Dejas bisa tetep nyenyak tidur di stroller kapanpun dimanapun, sedangkan Kaken udah bisa diajak pergi tanpa tidur siang. Energinya bahkan lebih banyak dari orang tuanya. Saat sampe hotel, ayah bundanya udah pada tepar, anak-anaknya masi pada seger.

Yang ga kalah penting, adalah pemilihan destinasi wisata. Kalo saya, selalu milih yang gratis tapi menyenangkan :-D Dalam setiap liburan, paling hanya satu destinasi berbayar yang kami kunjungi. Bukan pelit tapi irit (ngeles). Buat apa bayar kalo misal banyak tempat gratis yang bisa dikunjungi. Buat apa bayar kalo misal anak-anak ga enjoy. Bahagianya anak-anak tuh sederhana, mereka seneng diajak ke taman, lapangan, atau apapun yang membiarkan mereka untuk lari-lari sepuas hati, untuk ngelepasin energinya.

Pernah ada yang bilang : "Buat apa jauh-jauh ke Singapur, tapi ga main di universal studio". Saya hanya senyum dan membathin dalam hati : "Buat apa masuk sana mahal-mahal, kalo anak-anak masih pada kecil dan belom bisa naik wahana-wahana yang seru-seru". :-) Saya lebih memilih membawa mereka ke pantai-pantai gratis yang ada di kawasan Sentosa Island.

Begitupun pilihan destinasi wisata kami saat ke Kuala Lumpur ini. Sebagian besar ke tempat-tempat gratis namun seru :-)

Pelataran Masjid Nasional KL

Lari-larian di sini aja udah bikin krucil hepi (@Masjid Nasional)
Kita beli tiket pesawat yang tanggal pulang dan perginya kena harga freeseat. Hal ini jadi mengharuskan kita untuk liburan aga lama, yaitu 6 hari 5 malem (liburan lama bukan karna mau buang-buang uang shay, tp karna tanggal tiket promonya wkwkwk). Saya sempet khawatir bakal bosen dan mati gaya di Kuala Lumpur. Akhirnya, diputuskan untuk menginap di Genting Highland selama 2 malam.

Untuk akomodasi, saya pilih First World Hotel Genting yang merupakan hotel terbesar didunia, dengan sekitar 2000 kamar dan lokasi strategis yang dilengkapi Mall dan dekat dengan Bus plus Skyway Station (tentang Genting ini akan saya bahas lengkap dipostingan berikutnya). Rate yang saya dapat untuk 2 malam adalah kurang dari 800rb untuk kamar deluxe. Saya booking sekitar 8 bulan sebelum berangkat, jadi bisa dapet rate lebih murah.

Begitupun untuk akomodasi saat di Kuala Lumpur, saya booking sekitar 6 bulan sebelum berangkat untuk mendapatkan rate yang lebih murah. Saya pilih EST Alila Bangsar yang memiliki kamar luas dan dilengkapi dapur, mesin cuci dan lain-lain, seperti yang pernah saya posting di instagram. Rate untuk 3 malam total adalah sekitar 1,5jutaan. Cukup murah jika dilihat dari fasilitas dan lokasi apartment yang terhubung dengan station LRT. (Review soon)
Langka...bisa foto berduaan tanpa ada yg nyempil (@Genting)
Setelah masalah tiket pesawat dan akomodasi selesai, yang terpenting adalah detail itinerary yang dibuat. Secara garis besar, beginilah isi itinerary kami day by day. Untuk rincian cerita perjalanan dan biaya yang harus dikeluarkan, akan jadi panjang kalo saya bahas di satu postingan ini. 



Dari itin yang kami buat ini, 90% bisa sesuai dengan kenyataan saat hari H. Hanya ada sedikit perubahan dan penyesuaian. Dan dengan bikin itin sedetail ini, liburan kami jadi lebih terarah dan maksimal. Budgetpun ga over, sesuai dengan yang sudah diperkirakan. Dan yang ga kalah pentingnya, jastip dadakan yg saya gelar bisa berjalan lancar tanpa bentrok waktu belanjanya dengan yang sudah dijadwalkan.

-bersambung-