Friday, 31 August 2018

Keseruan Acara Colatta & Haan Social Media SWEETODAY 5.0 Bandung


Meskipun tidak menekuni dunia baking, saya cukup mengenal bahan-bahan untuk membuat kue dan lainnya. Saya biasa membuat kue-kue dengan bahan-bahan yang praktis dan mudah ditemukan. Yang paling sering saya gunakan adalah tepung instant pancake dan compound coklat. Merk yang paling mudah ditemukan disupermarket pastinya adalah merk Haan dan Colatta. Ini juga merupakan dua merk yang direkomendasikan ibu saya yang berkecimpung didunia perkuean sejak saya kecil.

Itulah mengapa, saya merasa senang saat mendapat kesempatan untuk hadir di acara Sweetoday Sharing of Delight 5.0 yang diadakan oleh PT. Gandum Mas Kencana (GMK) selaku produsen Colatta, Bendico dan Haan. Acara ini digelar di Hotel Horison Ultima Bandung pada Sabtu, 25 Agustus 2018 yang lalu.

Event ini merupakan event regular tahunan yang merupakan gathering bersama para fans aktif di sosial media yang dipertemukan dalam satu kegiatan untuk bertukar ilmu seputar tren baking yang sedang viral. Tujuannya untuk saling berbagi ilmu baking, seputar dunia wirausaha, dan sebagai wadah berkumpulnya pecinta produk pastry & bakery.. Tema tahun ini adalah “PiliHaan Ibu Semua Bisa”. 


Yang lebih serunya, acara ini menghadirkan bintang tamu dari kalangan Chef dan praktisi fotografi. Dari GMK hadir Chef Arief Maulana yang special di bidang Pastry Chef dan Chef Nina Bertha, Celebrity Chef yang sudah malang melintang di program masak televisi. Di bidang fotografi ada Sefa Firdaus yang memberikan ilmu serta tips dan trik food photography menggunakan smartphone.

Rangkaian acara dibuka dengan tarian yang indah dan dilanjutkan dengan kejutan istimewa berupa launching produk baru dari GMK. "Di event special ini kami juga menghadirkan produk baru yaitu Colatta Crunchy Spread, selai cokelat dengan tekstur crunchy dengan rasa cokelat yang istimewa dan Haan Brownies Pouch, brownies cake mix dengan harga lebih ekonomis namun rasanya tetap special,” papar Iman Setia, Marketing Communication Manager PT Gandum Mas Kencana.

Launching 2 produk baru
Colatta Crunchy mengingatkan saya akan kelezatan ovamaltin*, tentunya dengan harga yang jauh lebih ramah di dompet. Sepertinya, produk ini bisa jadi andalan saya untuk menyiapkan sarapan ataupun bekal sekolah anak.

Haan Brownies dengan kemasan pouch yang praktis, ternyata sangat mudah diolah. Kita bisa membuat brownies panggang ataupun kukus dengan hanya menambahkan telur, minyak dan air. Wahhh, kayanya saya yang ga pernah berani bikin kue ini juga bisa bikin brownies yang enak untuk keluarga di rumah.

Dua produk baru dari GMK
Oh ya, Chef Arief dan Chef Nina mendemokan secara langsung, cara membuat kue-kue istimewa dengan menggunakan dua bahan diatas. Yang dibuat adalah Pie and Chocolate Brownies dan Cheese Crunchy Chocolate dari Chef Arief dan Colatta Crunchy Mooncake serta Coffee Brownie Cheesecake Tart dari Chef Nina.

Bagian yang paling menyenangkannya adalah, saya dapat mencicipi keempat kue karya chef tersebut. Wahhhh luar biasa, ternyata dari tepung brownies instan dan coklat bisa jadi kue yang istimewa.

Demo oleh Chef Arief dan Chef Nina
Tidak hanya menampilkan berbagai sajian cokelat dan cake yang praktis dibuat, acara ini juga sebagai sarana untuk menjalin hubungan yang baik dengan para penggiat social media aktif Colatta dan Haan. Sampai jumpa di Sweetoday berikutnya yang pastinya dikemas berbeda di setiap momentnya,” tutup Iman kemudian.

Sebelum acara berakhir, Mba Sefa Firdaus hadir untuk membagikan ilmu tentang cara basic photography menggunakan smartphone. Banyak tips dan trik yang Mba Sefa jelaskan untuk membuat foto yang bagus, dengan hanya menggunakan smartphone.

Mba Sefa berbagi Ilmu Photography
. Rangkaian acara SweeToday 5.0 yang diadakan di Bandung ini sangat meriah dan seru. Apalagi dengan adanya banyak hadiah dan doorprize istimewa. Selain itu, ada juga lomba kue bagi komunitas-komunitas poembuat kue dengan karya-karya yang cantik dan enak-enak.

Hasil Kue dari Beberapa Komunitas

Tuesday, 28 August 2018

Do It Yourself - Masker Rumahan dari Cuka Sari Apel


Senangnya minggu ini bisa kembali berkolaborasi sama temen-temen dari Bandung Hijab Blogger. Tema yang diambil di minggu keempat ini adalah tentang Do It Yourself (DIY) Face Mask. Sesungguhnya semangat sekali nulis tentang beginian, karna kebetulan lagi seneng banget coba-coba facemask.
Sebagai cewe (walopun udah emak-emak), punya kulit wajah yang bersih dan sehat pastilah jadi dambaan. Kalo saya pribadi sih baru concern buat ngerawat wajah secara ekstra itu baru setaun kebelakang. Setelah udah jarang banget tugas keluar kota yang bikin sempet cuci muka pun udah sukur 😁 **Jingkrak-jingkrak.

Kulit wajah saya cenderung berminyak, walaupun sekarang minyaknya sudah lebih terkontrol. Jujur aja, dulu saya pernah menggunakan krim racikan. Memang sih muka mulus bak kulit bayi, tapi saya diingatkan sepupu saya akan efek buruknya untuk rahim. Saya ga tau sih tentang kebenarannya, tapi jujur aja saya jadi parno. Apalagi saat itu saya lagi program hamil. Sejak saat itu, saya ga pernah lagi pake krim dokter atau racikan. Saya beralih ke produk yang ringan dan terbukti aman. Meskipun efeknya ga secepat krim-krim yang pernah saya coba dulu.

Setelah menghentikan penggunaan krim racikan itulah, muka saya jadi sangat berminyak plus jerawatan. Ditambah lagi sempet onsite berbulan-bulan dan tinggal di tempat yang airnya "engga banget".  Hasilnya adalah kulit wajah menggelap, ditambah scar bekas jerawat yang ga hilang-hilang.

Sampai akhirnya saya menemukan rangkaian skincare ringan yang membuat kondisi kulit wajah saya membaik. Alhamdulillah sekarang warnanya udah mulai kembali merata dan lebih cerah. Nah, salah satu skincare yang kerasa banget khasiatnya adalah masker wajah. Masker wajah ini mengangkat sel kulit mati, sekaligus mencerahkan dan menutrisi serta menyamarkan noda dan bekas jerawat.

Masker yang rutin saya pake, bukan selalu masker yang dijual dipasaran. Karna saat ini udah banyak sekali informasi di internet tentang cara membuat masker dari bahan-bahan alami yang bisa kita temui di rumah. Masker favorit saya adalah campuran dari cuka sari apel dan bahan lainnya. Konon katanya, cuka sari apel ini punya khasiat baik bagi kulit wajah. Selain mengeksfoliasi, sari cuka apel ini juga ampuh mencegah jerawat datang lagi, serta menyamarkan bekas noda di wajah.
Ada dua campuran masker dengan cuka apel ini yang jadi favorit saya. Cara membuatnya juga mudah ko. Oh ya, saya pake sari cuka apel merek SW yang banyak dijual di supermarket.

1. Cuka Sari Apel + Teh Hijau + Madu + Gula Pasir
Campuran ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori yang tersumbat. Caranya dengan mencampurkan satu sendok teh cuka sari apel + satu sendok makan teh hijau + satu sendok teh madu (saya pake madu apa aja yang lagi ada dirumah) + 3 sendok teh gula pasir.

Cukup aduk keempat bahan itu, lalu aplikasikan di wajah. Biarkan selama 10 menit, Lalu gosok perlahan dan lembut. Bilas hingga bersih. Saya biasa melakukan ini seminggu sekali. Katanya sih dapat menjaga keseimbangan PH kulit wajah kita.

2. Cuka Sari Apel + Baking Soda + Madu
Sama dengan campuran diatas, ketiga bahan ini juga akan menghasilkan masker dengan efek eksfoliasi. Campurkan 1 sendok teh cuka sari apel + 2 sendok teh madu + 1 sendok teh baking soda.

Campurkan ketiga bahan itu, lalu aplikasikan di wajah. Biarkan selama 10 menit, lalu bersihkan dengan air hangat, gunakan kain lap untuk menambah efek pengelupasan.

Yang saya rasakan setelah menggunakan kedua masker ini adalah wajah terasa bersih dan lembut. Lama kelamaan, bekas jerawat pun memudar dan warna wajah kembali merata serta cerah. Tapi pakenya harus rutin ya 😊


Monday, 20 August 2018

Tips Memanage Dapur bagi Ibu Bekerja




Huffingtonpost, pernah menulis hasil penelitian Dokter asal Amerika Mark Hyman dalam tulisan berjudul How Eating at Home Can Save Your Life : "Research shows that children who have regular meals with their parents do better in every way, from better grades, to healthier relationships, to staying out of trouble". 

Sebagai seorang ibu, apalagi yang seminggu lima hari harus meninggalkan anak bekerja dari pagi sampe sore, rasanya menohok banget baca artikel seperti itu. Itulah awal mula kenapa saya bersikeras untuk sebisa mungkin memasak sendiri makanan untuk keluarga. Selain itu, saya juga ingin masakan saya menjadi hal yang dikangenin anak-anak saat mereka dewasa nanti (emak melow). 

Pada kenyataannya, untuk bisa konsisten memasak makanan sehat dan level enaknya bertahap naik itu ga semudah yang dibayangkan. Kadang ada masanya saya kerepotan kejar-kejaran sama waktu, terutama saat anak masih dikasih MPASI dengan menu yang berbeda dengan ayahnya. Waktu memasak jadi double kan, padahal saya hanya punya waktu sekitar setengah sampai satu jam untuk masak setiap paginya.

Karena kalo membayangkannya aja rasanya ga mudah, jadinya saya butuh perencanaan dan management waktu yang bener-bener mendukung konsistensi perdapuran ini (kalimatnya aneh banget :-D). Alhamdulillah, sejauh ini semua berjalan lancar walau kadang badan kerasa cape n males diajak kedapur. Alhamdulillah juga anak-anak gampang makan sayur, or apapun yang bundanya masak, walopun kalo kepepet mah telor dadar tetep jadi andalan.



Minggu ini, saya berkolaborasi dengan Bandung Hijab Blogger untuk berbagi tentang tips yang berguna untuk diterapkan sehari-hari. Saya sangat senang bisa berbagi tentang hal ini :-) Berikut tips memanage masalah perdapuran ini, yang sudah saya terapkan sejak 5 tahun lalu :

1. Bikin Meal Planner
Tumpukan tugas kantor dan pekerjaan rumah tangga yang sama-sama memerlukan pemikiran dan menguras tenaga, pasti sering membuat kita kita kelelahan. Lelah ini bisa membuat kita kehabisan ide mau masak apa hari ini, besok, besoknya, dan seterusnya.

Saya mulai membuat meal planner sejak masa MPASI Kaken. Dulu masih harus bangun jam 3 subuh untuk tetep bisa bikin homemade food untuk suami n anak. Seiring berjalannya waktu, semakin sering kita masak, waktu yg kita butuhkan semakin irit. Sekarang saya baru mulai masak paling cepet jam setengah enam pagi.

Biasanya saya meluangkan waktu di akhir pekan untuk membuat jadwal masak ini. Untuk mempermudah, biasanya saya pake formula, misal dalam seminggu : berapa kali kita masak protein hewani, terus berapa jenis buah yang harus kita siapin, dan lain-lain.

Dulu saya bikinnya dalam bentuk spreedsheet (excel). Kalo sekarang, saya lebih suka nulis di kertas meal planner biasa, biar ga harus buka tutup gadget, plus tinggal tempel di pintu kulkas dan bisa sering keliatan.

Awalnya mungkin susah ya, mikir mau masak apa seminggu kedepan, apalagi sekarang saya juga mikin buat bekel skul Kaken dan MPASI Dejas. Tapi lama kelamaan, semua kerasa mudah ko. Seringnya menunya muter aja tiap minggu, karna kalo masak yang aneh-aneh juga kan belum tentu anak-anak suka. Oh ya, untuk dihari kerja, saya lebih sering masak yang gampang-gampang dan cepet mateng. Untuk masakan yang aneh-aneh dan butuh waktu lama, saya jadwalkan untuk di hari libur.

Contoh meal planner bentuk spreedsheet
Ini Meal Planner favorit saya sekarang

2. Belanja seminggu sekali 
Setelah kita punya jadwal masak untuk seminggu kedepan, kita dapat menentukan apa saja bahan makanan yang harus dibeli. Selain jadi lebih mudah, hal ini juga mencegah kita belanja bahan yang tidak digunakan dan berakhir dengan mubazir. 

Berdasarkan jadwal menu yang sudah kita buat, catat apa saja yang harus dibeli, misal : 1 kg wortel, 1 buah melon, 1 sisir pisang, dll. Selain bahan-bahan makanan, biasanya saya juga mencatat kebutuhan rumah atau dapur yang sudah habis, misal sabun mandi, deterjen, diapers, dan sebagainya. Bahkan saya sampai hal-hal terkecil, misal cemilan Dejas. Awalnya, saya masih suka tergiur untuk beli barang diluar grocery list yang udah dibuat. Tapi sekarang, saya udah terbiasa untuk hanya membeli ada dalam list. 

Kegiatan belanja bahan ini bisa jadi "quality time" buat saya dan keluarga. Biasanya saya lakukan di hari minggu, setelah meal planner selesai dibuat. Selain hari itu, saya sangat jarang keluar masuk minimarket, karna kebutuhan untuk seminggu sudah tersedia dirumah.


Belanja dengan metode seperti ini membuat saya tetap on budget setiap minggunya.
Contoh Grocery List

3. Food Preparation
Setelah belanja mingguan, hal berikutnya yang saya lakukan adalah food preparation atau menyiapkan segala bahan makanan untuk seminggu kedepan. Memang sih, enaknya abis belanja, semua langsung masuk kulkas dan bisa lanjut lenje-lenjean. Tapi, meluangkan sedikit waktu untuk beres-beres belanjaan ini sangat berguna untuk menghemat waktu masak di hari kerja.

Untuk daging-dagingan, biasanya langsung saya bersihkan, lalu di bagi-bagi menjadi porsi sekali masak. Baru setelah itu, dimasukkan ke freezer. Begitupun dengan sayuran. Tomat, wortel, buncis, dan sebagainya, saya cuci lalu keringkan. Setelah itu baru dimasukkan ke wadah plastik dan disimpan didalam kulkas.

Oh ya, ada beberapa macam bahan makanan yang selalu ada di dalam list belanjaan saya setiap minggu, yaitu :
  • wortel
  • tomat ceri
  • brokoli
  • buncis
  • labu
  • ayam giling
  • daging giling
  • tuna
  • ayam broiler
  • tahu
  • tempe
  • telur
  • semangka
  • pisang
  • pepaya
  • buah naga
Nah dari bahan-bahan diatas, biasanya menu masaknya diulik-ulik. Bahan lainnya hanya sesekali aja atau tergantung request suami n anak.


3. Metode frozen food 
Metode frozen food ini saya gunakan saat mempersiapkan MPASI anak-anak, terutama pas Kaken masih bayi. Kalau jaman Dejas, saya udah pake yang namanya slow cooker, jadi waktu memasak makanan bayi bisa cepat dan praktis. Saya juga pernah bahas ini di postingan saya beberapa tahun lalu. Tapi saya pikir, ini bisa dijadikan tips untuk kaum emak-emak jaman milenial.

Intinya, setiap sabtu subuh, saya menyiapkan Frozen food untuk maksimal seminggu kedepan, ga berani lama-lama. Memang memakan waktu cukup lama untuk mempersiapkan ini. Apalagi saya selalu memblansir sayuran sebelum diolah menjadi frozen food.

Ga semua bahan makanan bisa di bekukan. Nah yang biasanya saya bekukan adalah bahan-bahan berikut :

1. Wortel -> Cuci bersih, kukus, lumatkan
2. Brokoli -> Cuci bersih, Blansir, Cuci lagi, kukus, lumatkan
3. Melon -> Cuci bersih, lumatkan
4. Ubi Ungu -> Cuci Bersih, kukus, lumatkan
5. Buncis -> Cuci bersih, kukus, lumatkan
6. Kaldu ayam/daging -> bikin kaldu
7. Ayam cincang
8. Daging Cincang
7. Ikan (ini mah potong potong aja,ga usah di lumatkan)

Itu contoh-contoh bahan yang suka saya bekukan. Caranya :
Setelah dilumatkan, masukkan ke wadah es batu, tutup pake plastik wrap. Pas udah beku, lepaskan dari wadah dan masukkan ke plastik ziplock,. Jangan lupa dikasih tanggal pembuatan. Jadi misal kita bikin beda tanggal, meskipun bahannya sama, tetep jangan dimasukkan ke dalam plastik yang sama. Intinya first in first out lah, sama kaya asi perah. 

Tips-tips diatas terlihat sederhana kan. Tapi efeknya luar biasa, terutama untuk saya. Saya senang karna anak-anak suka masakan emaknya sendiri, meskipun emaknnya ga bisa selalu ada disamping mereka (mulai melow lagi). Seengganya, saya bisa mengontrol asupan yang keluarga saya makan, dan memastikan gizinya seimbang.

Dan yang terpenting adalah...IRIT :-D







Saturday, 4 August 2018

Tiga Lipstik Andalan Sehari-hari





Kali ini saya berkesempatan buat collab sama temen-temen kesayangan dari Bandung Hijab Blogger, untuk menulis tentang 3 lipstik terfavorit.

Ga perlu ambil pusing, karena sekarang stok lipstik yang saya punya emang bisa dihitung jari. Beberapa bulan lalu saya sudah membagikan lipstik2 yang jarang atau bahkan ga pernah saya gunakan, dan hanya menyisakan beberapa yang memang saya pakai sehari-hari. Sayang aja kan kalo nyimpen makeup yg ga pernah dipake, padahal buat orang lain bisa jadi berguna, atau lebih sayang lagi kalo keburu expired 😁

Okeh jadi lipstik favorit saya adalah yang menjadi andalan saya sehari-hari. Sebenernya, buat saya yg selalu pake lipstik atau produk makeup lainnya ampe tetes terakhir, saya ga terlalu merhatiin plus minnya lipstik yang saya pake. Misal, kalo ga pigmented ya reapply atau kalo ga tahan lama ya reapply juga 😁😁😁

Lipstik pertama andalan saya yaitu Candy Color yang waktu awal beli sih satu paketnya ada 4 shade, tp akhirnya yg saya pake hanya 2 shade, sisanya dibagi-bagi 😁

Candy color ini brand asal Bandung, sama seperti saya yg asli mojang Bandung 😆 4 shade yg dia punya yaitu Gummy Bear (soft pink), Peanut (Beige Pink), Marshmallow (Bright Warm Pink) dan Hello (Brown Pink). Semua warnanya wearable dan aman banget untuk semua skin tone, tapi yang saya suka (dan masih punya) adalah shade peanut dan hello.



Saya suka Candy Color ini karna dia lipstik matte yang ga bikin bibir kering meskipun lipstik ini cepat mengering setelah digunakan. Meskipun saya reapply beberapa kali atau beberapa jam sekali, dibibir tetep bagus dan rapih. Selain itu, warnanya juga pink nude yang cocok untuk dipake ngantor setiap hari.

Atas : hello. Bawah : peanut

Lipstik favorit berikutnya ada dua, nah ini saya bahasnya ga bisa dipisahin, karna saya pakenya selalu berbarengan. Yaitu lipcoat dan lipstain keluaran By Lizzie Parra (BLP).

BLP ini juga produk lokal yang kualitasnya bagus banget. Terbukti dari banyak penghargaan yang pernah mereka dapat. Happynya lagi, BLP sekarang udah buka di Bandung hurayy. Seneng banget sih belakangan ini banyak produk lipstik lokal yang bagus-bagus (peluk dompet).

Nah favorit saya ini adalah lipstain yang heather peach dengan warna orange kemerahan yang segar. Jujur aja saya ga PD kalo hanya pake lipstain ini aja. Jadi saya tumpuk pakenya dengan lipcoat maple waffle yang warnanya lebih ke brown.

Atas : Lipcoal maple waffle
Tengah : Lipstain heather peach
Bawah : perpaduan keduanya

Yang namanya lipstain pasti ketahanannya bagus ya. Begitupun lipstain BLP ini. Untuk tekstur lipcoatnya, butuh waktu untuk dia set di bibir. Oh ya, karna hal ini, lipcoat ini juga jd lebih mudah dibaurin kalo dijadiin eyeshadow.

Lipstik favorit saya yang terakhir adalah The Balm The Meet Matt(e) Hughes. Jadi dia tuh ada dalam satu set mini lipstik isi 6. Namun akhirnya hanya bersisa satu. Yang lainnya udah dibagiin juga. Saya suka banget sama satu shade ini. Warnanya coklat tapi ga terlalu tua. Sayangnya, nama shadenya udah ga kebaca. Karna emang lipstik ini tinggal tetes tetes terakhir.

Yang saya suka dari lipstik ini adalah ukurannya yang travel size. Ga menuh-menuhin tempat, bahkan bisa masuk dalam saku. Selain itu, setiap diapply, ada sensasi dingin khas the balm. Wanginya mint gitu. Teksturnya juga pas, gampang set dibibir, tapi ga kering atau matte banget. Meskipun ketahanannya kurang.

Oh ya, kalo lagi males dandan, saya pake the balm lipmatte ini sebagai eyeshadow, blush on dan lipstik sekaligus.


Saya coba menguji ketahanan semua lipstik favorit saya diatas, dengan menghapusnya menggunakan cleansinv oil, hasilnya adalah lipstain BLP yang paling tegar 😉


Urutan dari atas kebawah sama seperti deskripsi diatas
Setelah dibersihkan dengan cleansing oil

Kalo saya nih sebenernya ga mahir tentang beauty beautyan. Saya lebih seneng bikin flowchart sih sebenernya. Jadi kalo ada rekomendasi lipstik yang bagus buat dipake sehari-hari, bisikin ya 😉

Friday, 3 August 2018

Review - Wardah Instaperfect City Blush Blusher Click

Seneng banget waktu tau beberapa hari lalu Wardah ngeluarin rangkaian ‘Instaperfect’ yang katanya akan membuat perempuan yang aktif sekalipun, akan siap tampil perfect dalam waktu singkat. 
Penasaran dong :-D Apalagi saya yang tiap hari hanya punya waktu makeupan 5 - 10 menit sebelum berangkat kerja. Waktu abis sama masak, mandiin anak, nyiapin sarapan, ngurus suami, dll (maklum yak emak emak). Biasanya, saya menggunakan produk-produk make up yang mudah dan cepat digunakan, seperti eyeliner bentuk spidol, eyeshadow pen, dll yang bisa dipake makeupan kilat.

Sebenernya rangkaian Instaperfect dari Wardah ini terdiri dari 3 produk yakni Instaperfect Mineralight Matte BB Cushion SPF 29 PA+++ (cushion), Instaperfect City Blush Blusher Click (blush on stick), dan Instaperfect Mattesetter Lip Matte Paint (lip cream).

Dari ketiga produk tersebut, yang paling bikin penasaran untuk dicoba adalah Instaperfect City Blush Blusher Click (blush on stick). Untungnya saya masih kebagian kesempatan untuk mencoba blush on unik ini.

Blush on ini punya dua color tone, yaitu adore dan bliss. Adore lebih ke warna pink dan bliss lebih ke peach. Karna saya ingin yang lebih natural dan biaa dipake sehari-hari, saya pilih yang bliss.

Berikut review singkat first impression saya :


Blush on ini dikemas dalam box warna pink gold elegan yang menarik. Menurut saya, kemasan seperti ini terkesan mahal. Informasi yang tertera dalam boxnya sangat lengkap. Dari mulai deskripsi produk, cara penggunaan, komposisi, dll.


Petunjuk cara penggunaannyapun dilengkapi dengan gambar. Sangat mempermudah kita yang baru pertama menggunakan blush on model begini.


Setelah dikeluarkan dari boxnya, blush on ini masih terlindungi oleh kemasan mika yang menjaga produk tetap aman pada tempatnya.

Yang saya sangat suka dari produk ini adalah bentuknya yang stick dua sisi berupa blush onnya sendiri dan sponge di di sisi satunya lagi. Hal ini membuat blush on ini sangat mudah digunakan, bahkan diperjalanan sekalipun. Selain itu, blush on ini juga cocok untuk dibawa travelling karna ukuran dengan isi 5,6gr yang pas bahkan untuk disimpan disaku celana.



Tekstur blush on ini sangat lembut seperti mentega (kalo kata Mba Suhay). Saat saya coba apply di tangan, memang teksturnya sangat creamy dan mudah dibaurkan. Untuk shade bliss ini, pada awalnya saya merasa warnanya kurang keluar. Harus diapply beberapa layer, baru terlihat warna yang cantik dan natural. Begitupun saat saya apply di wajah. Warnanya baru terlihat saat saya apply lagi dan lagi.

Awalnya, saya membaurkannya menggunakan telapak tangan setelah diapply, ini gegara saya belum tau kalo ternyata disisi satunya lagi ada sponge yang sudah disediakan (tutup muka malu). Hasil dibaurkan menggunakan tangan ini sangat baik. Hasilnya natural dan rapi.


Lalu saya mencoba membaurkannya menggunakan spongenya, hasilnya juga bagus, tapi saya lebih suka dengan menggunakan telapak tangan (yang bersih pastinya). Soalnya saya merasa sayang sama sisa blush on yang menempel di sponge 😁😁😁

Secara keseluruhan, saya sangat suka produk ini dan berniat untuk memakainya sehari-hari. Yaiyalah, pasti jd bisa lebih menghemat waktu makeupan kan. Saya suka warnanya yg natural meskipun saya belum tes ketahanannya. Hasil akhir yang terlihat adalah dewy glow effect.

Apalagi ini produk dari wardah yang banyak jd kecintaan wanitah Indonesia. Oh ya, harganya 115rb dan katanya sih lagi out of stock 😅😅 padahal ingin banget coba shade yang satunya lagi.