Monday, 21 August 2017

Mandiri Merawat Bayi Baru Lahir - (1) Memandikan Bayi

Suatu hari, salah seorang teman saya bertanya : "Teh Rev, masih waras ngurus bayi baru lahir sejak hari pertama pulang kerumah tanpa bantuan siapapun?". Dilain hari, teman yang lain berkata : "Kamu serius? Ngurus bayi baru lahir cuma berdua ma suami? Ditambah kakanya yang masih balita?". Ditambah lagi ada keluarga yang menyarankan "Cari orang yang bisa bantuin atau nemenin aja" mungkin dalem hatinya ga mungkin banget saya yang kadang masih ga kaya orang seumuran saya ini (baca : awet muda...maksaaaaa wkkwkw), ga mungkin bisa ngurus baby kecil yang masih ringkih, masih merah, belum puput pusar dan "palalaur" kalo bahasa sundanya mah. Hhmmm sebenernya sih banyak yang dilakukan untuk ngejaga kewarasan itu (walau kadang suka tandukan) dan untungnya ada paksuami tercintahhhh yang bisa diajak kompak n slalu jadi tempat berbagi n berkeluh kesah sailorbunda ini :-D

Sebenernya udah sejak beberapa bulan lalu saya gatel pingin nulis tentang ini. Sejak 2 minggu pertama setelah melahirkan Baby J tepatnya. Tapi saya pikir, masih terlalu dini dan sayapun masih ga tau apakah saya memang mampu merawat bayi baru lahir (dengan baik) ditambah sang kaka yang lagi masa-masanya (ngegemesin) dan malah kena baby blues (aslinyaah malah Ken yang jadi super duper rewel). Sekarang, umur Baby J sudah hampir tiga bulan. Saya rasa sudah cukup pantaslah saya bikin tulisan ini. 

Tujuan saya tulis ini adalah untuk diri saya sendiri. Sebagai catatan yang siapa tau akan saya perlukan dikemudian hari. Sebagai contoh : dulu saya udah bisa mandiin Ken sejak dia baru lahir. Saat mau melahirkan Baby J, saya lupa selupa-lupanya dan akhirnya belajar lagi dari awal. Selain itu, semoga tulisan ini juga menginspirasi dan memotivasi emak-emak yang senasib dengan saya. Hayu mak, kita bisa mak. Kita harus jadi emak setrong kalo harus "dengan sangat terpaksa alias tanpa pilihan lain" harus ngurus baby sendirian dengan kondisi rahim masih sakit ditambah setres karna Asi baru sedikit keluar (curhat).

Biar tulisannya ga terlalu panjang n ga bikin ngantuk, saya akan membagi tema ini dalam beberapa postingan. 

Yang pertama adalah perihal Memandikan Bayi yang biasanya dianggap sulit bagi emak-emak baru ataupun emak-emak lama. Bahkan beberapa orang disekitar saya, menggunakan jasa orang untuk memandikan bayi di minggu-minggu pertamanya. Sukur-sukur nenenya sendiri atau sodara ada yang bisa bantu untuk menangani hal ini. Tapi kalo kaya saya yang "kepepet" harus mandiin sendiri, persiapan dan caranya adalah seperti dibawah ini.

BELAJARRRRRR
Yappp belajar cara memandikan sejak bayi kita masih dalam kandungan. Saya pribadi banyak belajar dari Youtube, ditambah dulu sempet liat demo mandiin bayi oleh suster di RS saat Ken baru lahir (kebetulan Baby Ken yang jadi model demonya).

Banyak aliran (halahhh bahasanya) cara memandikan bayi. Bahkan tiap daerah pun berbeda-beda caranya. Kaka ipar saya yang tinggal di Cilegon bercerita bahwa disana memandikan bayinya dengan cara ditaro dikaki (ibunya sambil duduk selonjoran dan bayi di taro diatas kakinya).

Terserah kita mau pake cara yang mana disesuaikan dengan naluri emak, mana yang terbaik buat baby kita. Saya pribadi mandiinnya dengan cara berikut :

Perlengkapan Mandi Baby
Nahhh cara memandikan yang saya pilih memang termasuk yang ribet dan memakan waktu sekitar 15-20 menit. Tapi menurut saya, ini yang paling cocok buat bayi saya. Langkah pertama sebelum memandikan bayi adalah mempersiapkan perlengkapannya. Biasanya saya letakkan bayi di kasur dan ember mandi berisi air hangat di sebelah kasur. Embernya yang berukuran besar ya. 
Yang saya siapkan adalah :
1. Ember berisi air hangat
2. Perlak bayi yang dilapisi bedong atau alas ompol bersih
3. Perlak bayi yang dilapisi handuk
4. Kapas bulat 
5. Cotton bud
6. Kain kasa (saat belum puput pusar)
7. Minyak telon
8. Sabun Head to Toe (buat badan n rambut sekaligus biar ga ribet)
9. Minyak telon
10. Bedak atau baby cream
11. Pakaian bayi lengkap (popok, bedong, baju kutung, celana, dan baju atasan)
12. Baby oil
13. Washlap

Langkah-langkah memandikan bayi (saya tulis sesuai urutan yang saya lakukan ya):
1. Hal pertama yang saya lakukan adalah letakkan bayi di atas perlak yang dilapisi bedong/alas ompol bersih denga kondisi bayi masih berpakaian lengkap.

2. Lalu bersihkan mata bayi menggunakan kapas bulat yang sudah dibasahi air hangat sebelumnya. Bersihkan dengan cara mengusap dari arah luar ke dalam. Satu kapas untuk satu mata masing-masing kiri kanan.

3. Setelah itu basahi cotton bud dengan baby oil untuk membersihkan bagian telinga bayi. Yang dibersihkan adalah bagian daun telinga dan diluar lubang telinganya. 

4. Gunakan Cotton Bud ukuran kecil untuk membersihkan lubang hidung bayi dengan perlahan.

5. Setelah beres membersihkan bagian-bagian di wajah tersebut diatas. Saya akan buka baju dan celana bayi (menyisakan popok). Selanjutnya lakukan pijat bayi menggunakan baby oil agar bayi menjadi lebih nyenyak saat tidur (jadi emak bisa metime) dan juga membantu pertumbuhannya. Cara memijat bayi ini saya pelajari saat baru melahirkan Ken.

6. Setelah beres pijat memijat, buka kain kasa yang ada di pusar bayi (yang belum puput)  serta buka popok bayi dan bersihkan area kemaluan depan belakang menggunakan kapas bulat dan air.

7. Selanjutnya baru mulai memandikan bayi. Pertama, lap dengan menggunakan waslap yang sudah dibasahi air hangat dimulai dari bagian wajah, kepala, tangan, perut (dan pusar yang belum puput), punggung, kaki dan terakhir area kemaluan depan dan belakang dengan posisi bayi masih tiduran.

8. Lalu tambahkan sabun diatas waslap yang sudah basah tersebut dan sabuni seluruh tubuh bayi dengan urutan sepeti langkah sebelumnya.

9. Setelah disabuni, angkat bayi dengan posisi tangan kiri melingkar di bahu bayi, lalu bersihkan badan bayi di dalam ember yang sudah disediakan. Sebenernya, Baby J punya babybather kado dari nenenya, tapi saya pikir belum bisa digunakan oleh bayi baru lahir.

10. Setelah bersih dari sisa sisa sabun. Letakkan bayi diatas perlak yang sudah dilapisi handuk. Keringkan badan bayi dengan baik, termasuk pusar yang belum puput (ini sangat penting).

11. Pakaikan popok, pusar yang belum puput cukup dibalut kasa kering, balur telon dan bedak/babycream (dikittt karna kulit Baby J yang sensitif.. waktu ken bayi malah ga pernah pake bedak) lalu pakaikan baju dan bedong (bedong hanya dipakai kalo cuaca dingin).

Syudahhh deh..baby udah cantik, emak senang. Tinggal diAsiin, terus biasanya baby bobo nyenyak karna abis dipijit. Samalah ya kaya emaknya, kalo abis dipijit bawaannya enak tidur :-D

Meskipun terlihat mudah, tapi kenyataannya ga selalu lancar. Waktu Ken bayi, setelah puput pusar, pusar Ken langsung rapih. Ga ada masalah apa-apa. Sedangkan, setelah Baby J puput pusar, pusarnya ada bekas luka yang mengeluarkan sedikit darah. Panikkk makkk..Mana tiap luka udah kering, suka ada yang nempel dipopok dan saat popok dibuka, lukanya berdarah lagi...pengen nangis rasanya. Mana rahim masih cenat cenut. Saya berusaha tenang dan banyak baca (google andalanku). Ujung-ujungnya curhat ke bidan tentang pusar ini. Ternyata katanya itu biasa. Cukup dibersihkan dan dioleskan betadine. Alhamdulillah 2 hari kemudian pusarnya benar2 sembuh dan kering. Fiuhhhh lega rasanya.

Hmmm kendala apa lagi yah soal permandian ini...kayanya sejauh ini lancar2 aja ko, asalkan hati2 saat membilas sabun. Cara memegangnya pun harus bener (intip di youtube, saya biasanya banyak belajar dari chanel : babycentre)

Oh ya, saya ga lengkapin postingan ini pake foto ya. Kalo mau tau tutorial yg dalem bentuk video, banyak ko di dunia maya ini heehehee...

Semoga bermanfaat...Salam emak :-*





No comments: