Monday, 13 March 2017

Budget Liburan ke Singapore dengan Balita - Backpackeran ala Kami



Sebenernya saya dan suami paling anti untuk nyebutin nominal atau angka dalam hal apapun (terutama berat badan wkkwkwkwk). Tapi dengan pertimbangan topik ini banyak direquest, bahkan hampir setiap minggu saya dapet permintaan email mengenai budget liburan yang saya keluarkan, akhirnya kami putuskan untuk nulis ini di blog. Toh juga liburan kami kebanyakan diskonan dan gratisannya heheee, jadi bukan bermaksud untuk hmmmm tau sendiri lah kadang ada aja orang yang nyinyir nyangkanya kita liburan cuma buang-buang uang.

Singapore lagi? Banyak yang nanya kenapa kami memilih Singapore lagi untuk berlibur awal tahun 2017 kemaren. Sebenernya saya memiliki keinginan untuk mengeksplore negara-negara Asia Tenggara. Namun berhubung kami liburan sekeluarga bareng bocah balita yang kadang anteng kadang cranky, akhirnya kami pilih Singapore lagi dengan pertimbangan :

1. Waktu tempuh dengan pesawat yang Cuma sekitar 2 jam dari Bandung.
2. Sarana Public Transportation disana yang kids friendly. Gampang banget bawa anak plus stroller naik turun MRT dan Bus bahkan jalan di trotoar pun sangat nyaman.
3. Mudahnya mencari makanan yang halal dan cocok dilidah apalagi kalo bawa anak yang kadang picky sama makanan.
4. Banyak tempat dan pertunjukkan menarik atau tempat main anak yang gratis hohoho kalo ini emaknya suka bener. Ga perlu ngebudgetin untuk masuk ke tempat wisata berbayar. Kalo rela bayar aga mahal, banyak tempat wisata berbayar yang cocok buat balita. (banyak banget malah)
5. Cuaca yang ga beda jauh sama disini sehingga anak gampang beradaptasi.

Hal yang mungkin jadi bahan pertimbangan yang memberatkan untuk ke Singapore adalah nilai tukar Dollar Singapore yang lumayan heee, taun lalu 9700 rupiah/SGD, awal tahun ini lumayanlah turun jadi sekitar 9300 rupiah/SGD…Hal ini menyebabkan biaya liburan kesana terasa mahal (kecuali ngakal-ngakalin budget kaya saya dan suami). 

Ditulisan ini, saya akan jelaskan detail budget nya dengan perbandingan untuk budget perorang dan budget sekeluarga (saya, suami, dan Ken), serta budget harga normal dan budget yang benar-benar sesuai pengalaman kami.


Tiket Pesawat
Yang pertama adalah tiket pesawat. Harga tiket pesawat pulang pergi dari Bandung-Singapore atau Jakarta-Singapore (kedua rute ini harganya betis alies beda tipis) untuk budget airlines macam AirAsia, Jetstar, Lion or Tiger sekitar 1 sampe 2 juta perorang tergantung tanggal. Untuk maskapai full services macam Garuda atau Singapore Airlines sih harganya pasti jauh diatas itu.

Kami sendiri selama 3 taun berturut-turut memanfaatkan promo Freeseats Air Asia. Yuppp bener-bener freeseats yang berarti kami hanya membayar pajak bandara dan perintilan lainnya. Tahun 2015 saya mendapatkan harga 500rb/orang PP Bandung-Singapore. Tahun 2016 350rb/org PP Jakarta-Kuala Lumpur. Dan awal tahun 2017 kemaren kami mendapatkan harga 600rb/org PP Bandung-Singapore.

Tiket promo ini kami beli melalui website Airasia langsung tanpa melalui Agen Travel atau apapun. Caranya sangat mudah bahkan tersedia pembayaran melalui Transfer Bank. Biasanya promo ini ada untuk penerbangan hingga setahun kedepan. Ya jadi kita harus mau berkorban beli tiket dulu walopun belum tentu pergi setahun kemudian :-D Seperti awal tahun kemaren, kami hampir gagal pergi karna ternyata saya sedang hamil lima bulan di tanggal keberangkatan itu. Tapi setelah konsultasi sama dokter, akhirnya kami tetap pergi semacam babymoon kalo Bahasa gaulnya…hasek.

Oh ya, salah satu cara agar mendapat harga seminimal mungkin melalui web AirAsia adalah dengan menskip semua pilihan yang memungkinkan kita terkena biaya tambahan. Biasanya saya tidak membeli asuransi perjalanan dengan pertimbangan waktu penerbangan yang sebentar (keputusan ini kembali kepertimbangan masing-masing orang, ada yang berpendapat bahwa asuransi perjalanan itu penting). Saya juga tidak memesan bagasi pesawat karna biasanya saya akan mengatur barang bawaan saya hanya untuk masuk kabin pesawat. Tips packing barang bawaan ada disini. Namun jika dirasa perlu membeli bagasi, misal saat pergi bersama kaka ipar yang memang berencana belanja di Singapore, saya memesan bagasi secara online jauh hari sebelum keberangkatan demi diskon 50% :-D 


Akomodasi
Yang kedua adalah akomodasi yang dapat kita persiapkan jauh-jauh hari. Alamak kalo biaya liburan langsung digebrokin alies disekaligusin mah pasti kerasa berat buat saya yang ada diantara pelit dan irit ini hee. Biasanya saya juga hunting hotel jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Saya akan membandingkan harga-harga di beberapa hotel online booking system macam traveloka, agoda, dan lain-lain. Biasanya mereka suka memberikan diskon dadakan dan berbatas waktu. 

Depan Mitraa Inn Hostel
Saya pernah mendapatkan diskon 50% melalui misteraladin.com, tapi karna saya kebanyakan mikir dan merasa bahwa waktu keberangkatan masih lama, saya kehilangan kesempatan itu. Haseum banget pokonya. Untuk hotel dengan harga sejuta semalam, saya bisa dapat dengan harga 500 ribu semalam, tapi semua gugur gegara saya kebanyakan pertimbangan. Alhasil saya Cuma dapet diskon sekitar 30% dari Traveloka. Itu udah rate terbaik setelah saya terawang beberapa situs booking itu.

Waktu saya ke Singapore Cuma berduaan sama pak suami, kami memilih menginap di hostel dengan tipe kamar mixdorm (tipe kamar yang terdiri dari banyak tempat tidur bercampur dengan orang lain). Tipe kamar ini biasanya paling murah. Dulu kami mendapatkan harga 150rb perorang untuk semalam di Mitraa Inn Hostel Serangoon Road yang dekat dengan MRT Farrer Park. Kalo buat di Bandung sih harga segitu udah bisa dapet kamar private yak. Total kami membayar 600 ribu untuk dua malam. Rada berat sih untuk akhirnya memilih tipe kamar ini, mengingat kami harus berbagi kamar dengan orang lain baik laki-laki maupun perempuan. Untungnya hostel yang kami pilih ini sangat bersih termasuk shared bathroomnya. Air panas mengalir dengan deras sehingga dapat meringankan pegal-pegal setelah seharian jalan-jalan. Semua ruangan di hostel ini bersih dan terawat. Belum lagi resepsionis India yang gokil dan ramah menyapa kami. Sarapannya pun lumayan lah membuat kami kenyang dan siap untuk jalan-jalan lagi. Rasanya keresahan menginap di hostel hilang sudah dengan kondisi hostel yang menyenangkan.

Saat membawa Ken, kami memilih menginap di hotel dengan Private Bathroom untuk kenyamanan dan demi keberlangsungan acara nyuci baju saya. Maklum, untuk menghindari sewa bagasi, saya memang hanya membawa sedikit pakaian dan mencuci di kamar hotel. Hotel dengan kamar tipe ini, ratenya lumayan mahal untuk di Singapore. Kamar kapasitas dua orang plus satu balita berkisar sekitar 800rb permalam. Itupun di hotel yang kecil bahkan mungkin tanpa jendela. 

Tahun 2016, saya menginap di Hotel 81 Rochor yang terletak tepat disebelah MRT Rochor. Jadi kemana-mana sangat mudah. Rate permalam sekitar 800rb. Namun kamarnya kecil dan tanpa jendela. Meskipun begitu, kebersihan tetap terjaga dan cukup nyaman kalo buat tidur doang.

Jalan depan Hotel 81 Rochor, tepat sebelah MRT Station
Awal 2017, kami menginap di Fragrance Hotel Emerald yang terletak dikawasan Geylang Road. Reviewnya bisa dibaca disini. Meskipun Geylang disebut sebagai red dicstrictnya Singapore, tapi posisi hotel ini cukup aman dalam artian tidak ada yang aneh-aneh selama saya menginap disana. Kami menginap di kamar tipe Family dengan kapasitas 3 dewasa dan 1 anak dengan rate 800rb permalam. Kamar disana berjendela dan kamar mandi private dengan bathtub. Namun lokasinya lumayan jauh dari Stasiun MRT terdekat (MRT Kallang). Akan tetapi, dekat hotel terdapat halte bus dengan rute menuju banyak tempat wisata di Singapore.

Jadi untuk memilih hotel, tergantung pertimbangan masing-masing dari segi lokasi, harga, fasilitas, kenyamanan, dan lain-lain. Kalo menginap tanpa anak, saya akan memilih hostel dengan lokasi strategis dan sarapan gratis hehehhe . Tapi harus siap berbagi kamar dengan orang lain dari berbagai negara.




Transportasi
Yang paling mudah dan murah, menurut saya adalah dengan naik MRT atau bus di Singapore. Taxi relative mahal tarifnya. Tapi artinya kita kudu siap naik turun MRT dan Bus. Jangan khawatir, naik MRT sambil dorong stroller pun rasanya sangat mudah ko. Ditambah Informasi rute yang mudah dimengerti.

Sebenarnya kita bisa membayar bus menggunakan uang cash dengan catatan sopir bus tidak akan memberi kembalian. Kita bisa tanyakan berapa tarif bus untuk kita sesuai jarak ke tempat tujuan. Begitupun dengan MRT, kita bisa membeli tiketnya untuk sekali jalan. Tapi untuk kemudahan dan lebih murah, ada STP (Singapore Tourist Pass) atau EZ link yang bisa kita gunakan untuk naik bis atau MRT. 

Di MRT
EZ Link ini adalah kartu yang digunakan untuk membayar transportasi di Singapore, baik MRT maupun Bus. Kenapa kami memilih EZ Link, bukan STP? STP adalah tourist pass yang berfungsi sama seperti EZ Link, tetapi masa berlakunya hanya 1, 2, atau 3 hari, tergantung pilihan kita. STP ini bisa dipake sepuasnya untuk naik MRT atau Bus selama jumlah hari yang dipilih. Sedangkan EZ link masa berlakunya adalah 5 tahun (pengennya sih next time kami bisa liburan ke Singapore lagi heee). EZ link ini saldonya akan berkurang sesuai pemakaian kita saja. Misal, kalo kita beli STP buat satu hari seharga 10 SGD, mau kita cuma sekali naik MRT pun tetep aja kartu itu hanya berlaku satu hari. Kalo EZ Link, misal kami hanya sekali naik MRT di hari itu, saldonya hanya berkurang maksimal 2 SGD. Lumayan kan yah hehhee....Dan senengnya lagi, Ken masih gratis naik MRT dan Bus di Singapore sepuasnya.

Harga kartu EZLink adalah 12 SGD yang berisi saldo sebanyak 7 SGD. Untuk jalan-jalan selama 4-5 hari, biasanya saya topup saldo sebesar 10SGD (nilai minimum saat topup). Kalo buat saya sih itu cukup. Karna biasanya saya akan susun itinerary dengan mempertimbangkan lokasi-lokasi yang akan dikunjungi. Jadi lokasi yang berdekatan akan didatangi dihari yang sama sehingga meminimalisir bolak-balik arah dengan MRT atau bus.

Makan
Untuk biaya makan ini sangat tergantung dari masing-masing orang. Waktu pergi hanya berdua dengan suami, biasanya setiap makan, saya hanya pesan satu menu di resto India or Arab yang sudah terjamin halal. Biasanya porsi disana cukup besar untuk dimakan berdua. Harga perporsi kisaran 5-7 SGD seperti untuk nasi lemak dengan potongan ayam yang besar. Untuk minuman berkisar 1-2 SGD. Biasanya kami jarang membeli minuman di tempat makan. Kami membawa sendiri minum air putih di botol minum yang kami bawa dari rumah.

Saat pergi dengan Ken, budget buat makan bertambah satu porsi (untuk saya berdua dengan Ken). Sebenernya ada tempat-tempat makan murah yang bisa kita cari infonya sejak awal sebelum berangkat kesana. Jadi kita ga kebobolan dan bisa makan sesuai budget :-D

Favorit saya di Singapore adalah Staff Canteen di Changi Airport. Biasanya saya makan disana setiap baru tiba atau akan berangkat dari Changi. Lokasi kantin ini tidak sulit dicari. Bisa tanyakan ke petugas bandara, atau cari dulu info lokasinya sebelum berangkat. Kantin ini menjual banyak makanan dengan dua harga, yaitu untuk staff bandara dan untuk umum. Harganya relative murah. Misal dengan seporsi nasi, ayam dan sayur, saya hanya membayar 2-3 SGD. Serunya lagi, disana kita makan dengan banyak petugas bandara, termasuk pilot dan pramugari beragam maskapai yang seragamnya bagus-bagus :-D

Adam's Corner Halal Resto - Favoritos
Oh ya, biasanya saya bekal roti dan selai dari Indonesia untuk sarapan disana demi menghemat budget. Bahkan saya membawa sekilo gepuk matang dan kering tempe sebagai selingan makanan. Cukup membeli nasi seharga 1SGD (sudah dapat porsi untuk 2 orang). Trik ini cukup menghemat budget.

Untuk air mineral bermerk macam aqua, harganya sangat mahal. Saya pernah terpaksa membeli aqua 600ml seharga 3 SGD (27rb rupiah). Duhh ngenes banget rasanya. Minumnya juga sambil menggerutu xixixixi. Cara untuk mengiritisasi masalah minum ini adalah dengan membawa botol minum dari rumah. Sesampainya di Changi, saya langsung mengisi botol tersebut melalui drinking tap water (keran air minum) yang tersebar di banyak tempat di bandara. Begitupun saat ditempat wisata, kita bisa menemukan keran-keran air minum untuk mengisi ulang botol kita. 

Jika sulit menemukan keran air minum, belilah air mineral non branded (hee) yang ada di minimarket atau warung pinggir jalan. Bukan di mall atau seven eleven ya hehehe. Biasanya di minimarket tersebut ada air mineral murah (ga murah-murah amat juga sih). Untuk ukuran 1 liter seharga 1SGD. Untuk 2 botol biasanya mendapatkan diskon menjadi 1,5SGD/2botol.

Ada yang bilang bahwa air keran itu berasal dari daur ulang air. Hmmm ga tau juga sih benernya gimana. Tapi Alhamdulillah, saya sekeluarga sehat-sehat aja walau minum dari keran air minum gratisan.

Jadi, untuk budget makan dan minum di Singapore, biasanya saya membudgetkan maksimal 200rb rupiah sehari untuk bertiga. Itu udah mahal menurut saya. Biasanya dalam sehari saya menghabiskan 100-150 ribu rupiah bertiga. (makan siang dan malam)

Jadi, berapa budget berlibur ke Singapore versi saya?

Kalo ditotalin, sekitar segini untuk seorang :

1. Pesawat PP AirAsia promo Freeseats untuk seorang Bandung Singapore : Rp 600.000

2. Hostel perorang 4 hari 3 malam kurang lebih Rp.750.000 (untuk hostel mixdorm)

3. EZLink plus topup 22SGD = kurang lebih Rp. 210.000

4. Makan 4 hari (makan siang dan malam) perorang Rp. 100.000/hari = Rp. 400.000 (masih bisa lebih irit)

Total seorang : Rp. 1.960.000

Tidak usah khawatir, banyak tempat menarik di Singapore yang gratis. Coba buka-buka postingan lama saya, disana ada pengalaman saya di Singapore yang sebagian besar adalah mengunjungi tempat gratis.
Untuk oleh-oleh mah atur sendiri ya, banyak ko yang murah-murah dikawasan Chinatown atau Bugis. Kalo coklat, yang termurah dan terlengkap ada di Mustafa Centre.

Kalo budget saya sekeluarga (dua dewasa dan satu balita), untuk awal 2017 kemaren, kurang lebih seperti ini :

1. Pesawat PP AirAsia promo Freeseats untuk seorang Bandung Singapore : Rp 600.000 *3 = 1.800.000

2. Hotel dengan private bathroom 5 hari 4 malam kurang lebih Rp.3.600.000. Berhubung saya dapet rejeki nomplok, jadi saya dapet hotelnya secara gratis.

3. EZLink karna masih punya bekas perjalanan sebelumnya, saya hanya topup berdua 20SGD (Ken gratis) = kurang lebih Rp. 190.000

4. Makan 5 hari (makan siang dan malam) bertiga saya budgetin maks Rp. 200.000/hari = Rp. 1.000.000 (masih bisa lebih irit)

5. Jajan-jajan buah dan ngemil Rp. 400rb

6. Buat oleh-oleh sekitar 500rb 

Total bertiga : Rp. 3.890.000 (kalo sama hotel, tambah 3.600.000)

Relatif murah yah kalo buat bertiga. Mengingat harga paket travel ke Singapore tuh biasanya marahal. Temen saya membudgetkan biaya liburan ke Singapore sebesar 3jt untuk sendiri, belum termasuk pesawat dan hotel. Jadi semua balik lagi ke gaya liburan masing-masing.

Oh ya, tiket pesawat dan hotel saya urus setaun sebelum keberangkatan. Jadi saya punya waktu setahun untuk menabung buat bekal liburan. Cara menabungnya adalah dengan menggunakan celengan Ken. Kurangi makan diluar rumah, bekel maksi ke kantor, kurangi keluar masuk mini market, tabung setiap kembalian belanja sayur, tabung hasil jualan, no belanja yang ga perlu macam makeup, baju, dll kecuali udah butuh banget, dll. Karna prinsip saya adalah, budgetkan liburan bukan dari penghasilan tiap bulan, tapi dari penghasilan “tambahan” tiap bulan.

Apa yang kami rasakan setelah pulang liburan? Pastinya senang dan semangat jadi ngumpul lagi. Yang pasti, banyak pengalaman yang kami rasakan. Saya sih jauh lebih suka liburan irit-irit. Lebih seru :-)

Oh ya, banyak juga yang comment : "Ga cinta Indonesia, liburan mending di negara sendiri, bla bla bla". Masalahnya adalah, liburan domestik tuh malah mahal menurut perhitungan saya :-D Kalo ada rejeki (atau sponsor lebih tepatnya), kami mau banget mengunjungi tempat-tempat indah di negeri ini. DItambah lagi, untuk rute pesawat domestik, udah ga ada lagi diskon gila-gilaan kaya jaman dulu :-D

Tips backpackeran pernah saya tulis disini :

Pengalaman Backpackeran dengan Balita : Persiapan dan Tips


Barang bawaan yang lengkap juga menghindari kita dari over budget. Apa aja yang dibawa, bisa dilihat disini :

List Barang Bawaan - Backpacker dengan Balita



Happy travelling :-)

1 comment:

Ndy Pada said...

Wah komplit banget sharing backpackerannya. Jadi referensi kalau suatu saat liburan ke Singapura :)