Monday, 23 January 2017

List Barang Bawaan - Backpacker dengan Balita

 

Berapa tas yang dibawa saat bepergian dengan balita? 

Kalo saya pribadi, mau kemanapun dan berapa haripun bepergiannya, diusahakan hanya membawa satu ransel/koper ukuran kabin yang memuat seluruh pakaian saya, suami, dan anak. Ditambah satu tas yang berisi makanan. Biasanya tas yang berisi makanan ini akan kosong saat pulang. Nah barulah tas ini dimanfaatkan untuk membawa oleh-oleh.

Apa aja sih yang biasanya saya bawa?
DIbawah ini adalah list barang bawaan saat liburan terakhir di Singapur kemarin. Jika akan liburan ke tempat lain, tinggal di sesuaikan dengan kebutuhan. Misal saat ke Yogya, saya ga perlu bawa colokan universal :-D

1. Ransel/Koper Kabin : 
Ini biasanya menjadi tanggung jawab pak suami karna beliau yang paling setrong. Isinya paling
banyak dan paling berat. Kalo pergi naik pesawat, beratnya diatur maks 7kg. Kalo
taunya lebih, ya kelebihannya dibagi ke tas jinjing yg saya bawa.

Biasanya, mau sya pergi berapa haripun bawaannya selalu segini, Mau 2, 3, 4 atau 5 malam.
Karna biasanya saya nyuci dihotel untuk mengurangi barang bawaan :-D
Emak emak banget memang saya ini hehehe.




2. Tas Selempang Kecil : 
Biasanya saya dan pak suami bawa masing-masing satu tas selempang yang berisi barang-barang krusial seperti dokumen pribadi dan uang. Masing-masing dari kami membawa copyan dokumen sekeluarga untuk menjaga kalo-kalo terjadi hal yang tidak diinginkan.


3. Tas Jinjing :
Nah biasanya tas ini berisi makanan dan akan beralih fungsi menjadi tas oleh-oleh saat pulang berlibur. Biasanya saya yang bertanggung jawab atas tas ini. Iyalahya biasanya Ken kalo minta makanan atau apa ya pasti ke emaknya. Jadi saya yg paling hafal isi tas ini.



Kalo diliat sih seperti yang rempong ya, saya sangat mendetail mengenai isi setiap tas dengan tujuan agar tidak ada barang penting yang tertinggal. List ini sangat mempermudah saya saat packing. Bahkan sekarang saya hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam untuk packing ke tujuan yang jauh dengan berpegang ke list ini.

Semoga bermanfaat :-)

Friday, 20 January 2017

Hotel Review - Fragrance Hotel Emerald Singapore


Sebenernya banyak yang tidak merekomendasikan hotel ini untuk menginap bersama anak kecil. Salah satu alasannya adalah karena hotel ini terletak di kawasan Geylang yg notabene merupakan “red district” nya Singapore. Bahasa kitanya mah mungkin lokalisasi kali yaak. Daerah ini memang terkenal dengan jejeran hotel-hotel murah yang bahkan katanya bisa disewa jam-jaman. Katanya sih kalo malam, bakal banyak kupu-kupu malam yang berkeliaran. Ih ini ngetiknya aja ampe merinding.

Terus kenapa saya tetap memilih hotel ini untuk menginap bersama balita?
Karena setelah saya browsing sana-sini dan menerawang review2 orang lain di tripadvisor, hotel ini letaknya di Lorong 6 Geylang yang "bersih" dari begituan. Jadi ceritanya Geylang itu kawasannya cukup luas dan terdiri dari buanyak lorong.  Gembling sih, saya pikir kalo ternyata pas di TKP keliatan ada yg aneh2, saya akan menghindari kelayapan malem-malem sama Ken.

Selain itu, hotel ini memiliki family room berkapasitas 3 orang dewasa dengan harga under 1juta. Kebetulan sekali  yang akan menginap adalah 3 dewasa dan satu anak. Plus nya lagi, hotel ini memiliki jendela. Waktu liburan ke Singapore sebelumnya, saya menginap di Hotel 81 Rochor dimana kamarnya tidak berjendela sehingga bawaannya pengen tidur mulu alies ngantuk dan mager aka males gerak. Karna itulah akhirnya pilihan jatuh ke Fragrance Hotel Emerald dengan nilai review yang baik di banyak web booking hotel online.

Seperti apa pengalaman saya menginap disana?

Menuju hotel dari Changi Airport
Sebelum berangkat, saya mengumpulkan Informasi terlebih dahulu mengenai cara dari bandara menuju hotel. Hal ini mencegah kami untuk tersesat seperti pertama kalinya ke Singapore. Biasanya saya membandingkan aplikasi gothere.sg dan google map. Pilihan menuju hotel ini adalah dengan menggunakan MRT atau Bus. Berhubung barang bawaan saat pertama tiba di Singapore cukup rempong, kami memutuskan menggunakan MRT.

Dari terminal 1 tempat kami mendarat, kami menggunakan Skytrain menuju terminal 2 dimana letak station MRT berada. Lalu naik MRT sampai Station Tanah Merah dan dilanjutkan dengan MRT yang menuju Station Kallang.

Hotel ini terletak cukup jauh dari Station MRT terdekat yaitu Kallang. Menurut gothere.sg, untuk menuju hotel ini, kita harus berjalan sekitar 800 meter dari MRT Kallang. Lumayan sekali pemirsah, melewati beberapa perempatan besar disiang bolong dengan panas benderang.

Namun jangan khawatir, tepat di depan Station MRT Kallang, ada halte bus dengan beberapa pilihan no bus yang menuju halte bus yang dekat  dari hotel ini, yaitu halte Yi Xiu Fty Building, dengan perjalanan yang hanya melewati 1 halte bus. Untuk no busnya bisa di cek di halte yang ada di Kallang. Sangat mudah mencari info rute bus di setiap halte di Singapore, bahkan terpampang di halte-halte yang kecil. Info  tersebut dilengkapi dengan info tarif bus yang harus kita bayarkan berdasarkan jarak tempuh.

Oh ya jangan lupa, Bus bisa juga kita bayar cash tanpa menggunakan kartu EZLink atau STP. Kita cukup sebutkan tujuan kita ke pak sopir bus tersebut. Lalu dia akan memberitahu ongkos yang harus kita bayar. Kita tinggal memasukkan uangnya ke kotak yang sudah tersedia. Pak Sopir tidak akan menyediakan uang kembalian. Jadi siapkan receh, kecuali kita ridho untuk membayar lebih kepada Pak Sopir heeee.

Dari halte Yi Xiu Fty Building, kita tinggal mencari Geylang Lor 6 sesuai alamat hotel ini. Jangan lupa mengambil peta gratisan saat tiba di Changi Airport, kecuali jika kita membeli simcard sehingga gadget kita bisa tetap online dan memanfaatkan online map 

Proses Check In
Kami tiba di hotel ini pukul setengah 3 sore. Waktu check in seharusnya adalah jam 3 sore. Tapi tidak masalah. Saat memasuki lobi, saya disambut oleh receptionist yang langsung menyebutkan nama saya…ehhh ko tau ya xixixi

Kami diharuskan memperlihatkan passport seluruh tamu yang akan menginap di kamar yang kami pesan termasuk anak kecil. Sekitar 10 menit kemudian, kami mendapatkan kunci kamar dan password wifi (ini penting). Oh ya, kami juga diberikan contekan rute-rute bus menuju tempat-tempat wisata di Singapore. Wah ternyata hotel ini memang sangat strategis jika kita akan memanfaatkan bus untuk berjalan-jalan. Ada halte yang sangat dekat dengan hotel, yaitu Halte Opp Mohd Salleh Mque yang berada tepat di depan masjid dan sebelah minimarket seven eleven.

Fasilitas kamar
Untuk kamar tipe family yang kami tempati terdiri dari satu ranjang single dan satu ranjang double dengan total kapasitas 3 orang dewasa yang masing-masing mendapatkan jatah 2 buah bantal (huray). Ukuran kamarnya sesuai standar di Singapore kali yah, memang kecil tapi bersih dan lengkap dengan AC, TV, pemanas air, hair dryer dan perlengkapan mandi.

Untuk kamar tipe ini mendapatkan kamar mandi dengan bathtub. Lumayan banget kita dapat berendam air hangat setelah pegal seharian menjelajahi kota ini. Air panas mengalir dengan deras dan stabil. Menurut saya, justru kamar mandinya terbilang luas dibandingkan budget hotel lain.

Seperti biasa saya bisa memanfaatkan kamar mandi ini untuk mencuci dan menjemur pakaian. Saat mau bepergian keesokan harinya, pakaian yang sudah dicuci cukup saya letakkan di depan jendela kamar. Panasnya itu loh bikin cucian sudah kering ketika kita pulang sore atau malam harinya.

Secara keseluruhan, saya merekomendasikan menginap di hotel ini. Liburan ke Singapore mah ga perlu nginep di yang mahal-mahal. Toh paling cuma buat tidur dan mandi doang, Yang terpenting adalah lokasi yang strategis dan kebersihannya.

Di sekitar hotel ini, kita bisa menjumpai restoran halal tepat di depan Mohd Salleh Mque. Namanya restoran ABC dengan menu india yang enak *dan banyak. Selain itu, kita dapat menemukan banyak tempat yang menjual buah-buahan (bahkan ada satu tempat khusus durian), sayuran, gerai isi pulsa, dan minimarket yang menjual air minum kemasan dengan harga murah.

Apakah saya akan menginap disana lagi? 

Maybe Yes karena masih banyak tempat menarik di Singapore yang belum saya jelajahi. Jika saya kesana lagi, mungkin hotel ini akan jadi salah satu yang saya pertimbangkan.

Maybe No karena saya tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yg lain jika ada kesempatan..Aamiin..Nabung nabung nabung hohoho

Berhubung saya dan suami kelupaan foto-foto penampakan kamarnya, jadi buat yang mau lihat bisa diintip disini :