Thursday, 29 September 2016

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Kuala Lumpur & Singapore - Day 3 & 4 Orchard, Garden By The Bay, Children's Garden, Marina Bay Sand, Bugis Junction



Sepertinya ga ada kata terlambat ya untuk informasi yang kaya gini. Meskipun perjalanan ini sudah saya lakukan berbulan-bulan yang lalu, tapi akan melengkapi postingan-postingan saya sebelumnya. Alhamdulillah ada yang ngingetin saya untuk ngelanjutin cerita liburan ini. Untuk cerita sebelumnya bisa diintip disini :





Oh ya, berhubung di hari ke empat dan kelima tidak banyak yang bisa diceritakan. Jadi  tulisan ini adalah tulisan terakhir mengenai liburan kami ke Kuala Lumpur dan Singapore kemarin. 

Di hari ketiga, saya membuat jadwal perjalanan yang lumayan padat. Hari ini merupakan hari yang penting, karna hari ini adalah satu-satunya hari di liburan ini dimana kami mengeluarkan uang untuk ke tempat wisata. Sebelum-sebelumnya, saya memaksimalkan mengunjungi tempat dan pertunjukan yang gratis. Ah kalo hari ini ga sukses kayanya bakal baper deh heeee...

Hari ini dimulai dengan sarapan roti dan sisa martabak rusa yang kami beli di Zam Zam Murtabak Arab Street malam sebelumnya. Ga perlu gengsi buat bungkus sisa makanan, karna lumayan banget bisa ngirit budget. Itulah kenapa saya selalu membawa plastik ziplock bersih kemana-mana saat liburan.

Menurut itin yang sudah saya buat, kami akan mengeksplore kawasan orchard dan menghabiskan sore hingga malam di Garden By The Bay. Sayangnya, lagi-lagi kami berangkat kesiangan dari hotel. Kami baru berangkat sekitar pukul 10 pagi dimana matahari sudah mulai terik. Hal ini menyebabkan kami harus sedikit meleset dari itin tersebut. 

Tujuan pertama kami adalah makan di Just Acia di MRT Station Dhoby Ghaut. Tapi saat sampai di TKP, kami tidak menemukan tempat tersebut. Akhirnya, kami putuskan untuk menuju Killiney Kopitiam. 

Sebenernya Kopitiam ini ada di beberapa tempat, namun saya ingin ke tempat yang paling originalnya heee, yaitu di Killiney Road. 

Kalau dilihat dari peta, Killiney Road berada tidak jauh dari tempat kami saat itu. Kami keluar dari stasiun MRT dan berjalan di bawah terik matahari. Di tengah perjalanan, Ken mengeluh kepanasan, akhirnya kami mencari minimarket untuk membeli minuman.
Pak Bos Haus ini tuh

Ternyata jarak dari MRT Dhoby Ghaut ke Killiney Road cukup jauh, kalo saya cek di gothere.sg, jaraknya lebih dari 1 km. Lumayan "ngesang", tapi banyak yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Untungnya jalanan di SG sangat stroller friendly, jadi Ken bisa tetep nyaman tanpa harus digendong-gendong.

Worth it ga sih makan disini? Jawabannya....sangat recommended...karena menu makanan dan harganya cukup bersahabat.

Tempat ini memang fenomenal dan terkenal karna masih menjaga suasana dan citarasa klasik. Meskipun kudu jalan kaki lumayan jauh dari Station MRT, tapi kami 2 kali datang kesini karna kepincut sama makanannya. Satu porsi chicken curry alias kari ayam plus nasi, harganya sekitar 6SGD atau 54rb rupiah....Tapiiiii...satu porsi karinya itu bisa dimakan buat sekeluarga, soalnya terdiri dari sekitar 4 potong ayam plus kentang... Yang paling juara adalah Roti Kaya (sarikaya), hanya sekitar 1,5SGD tapi rasanya manteppppp luar binasa.

Untuk menuju kesini, MRT Station terdekat adalah Somerset lalu exit di Exeter Road. Nah Killiney Road ada disebelah kiri, nyebrang jalan di lampu merah lalu belok kanan di Killiney road. Alamat lengkapnya 67 Killiney Road, tepat diseberang Singtel Building.

Sehabis makan, kami berjalan ke arah Orchard Road, tepatnya menuju ke Paragon Mall. Lumayan juga, kami kudu berjalan satu kilometer lebih. Di Paragon Mall ini kami mengunjungi Toys Ur Us untuk membeli mainan untuk Ken. Dan lagi-lagi mainan yang dipilih Ken adalah sejenis hotwheels dan kawan-kawan. Ada bagusnya juga sih, jadi ga makan tempat di koper :-D
Ken seger seketika begitu masuk sini
Setelah dari Mall Paragon, kami bersantai di dekat Ion Orchard Mall, seperti kebanyakan pengunjung lainnya, yang dicari disana adalah Ice Cream 1 dollar, meskipun sekarang harganya sudah naik jadi 1,2 SGD. Ice Cream ini wajib dicoba saat mengunjungi SG, variannya banyak, rasanya enyak-enyak. Biasanya, penjual ice cream ini adalah uncle-uncle, tapi yang kami temukan adalah yang penjualnya onti-onti. Memang cocok banget makan ice cream ditengah terik matahari seperti itu. Kami menikmati ice cream tersebut di tangga pelataran Mall ISetan. Inget ya, sampahnya jangan dibuang sembarangan. Ayo jaga nama bangsa di negeri orang hasekkk.

Kawasan Orchard ini adalah surga belanja bagi kaum doyan belanja. Deretan mall-mall kece yg punya toko mulai dari branded sampe biasa aja ada semua disini. Dan saya? sama sekali ga masuk ke mallnya kecuali ke Toys Ur Us. Come on, saya kesini bukan buat belanja, kasian dompet saya nanti shock, mendingan menikmati kebersamaan sama suami dan anak dalam liburan ini. Kalo untuk belanja, saya lebih milih di KL atau Johor Bahru yang kursnya ga terlalu bikin atit hati.

Sehabis menikmati ice cream, kami menuju ke Garden By The Bay melalui Orchard MRT Station. Saat itu saya bener-bener berusaha menjaga mood Ken. Jangan sampe cranky, mengingat GBTB adalah satu-satunya wisata berbayar yang kami kunjungi hoho....

Oh ya, GBTB adalah adalah salah satu icon Singapore yang merupakan taman yang sangat luas dan  indah, dengan luas lahan lebih dari 100 hektar dan memiliki lebih dari 1 juta koleksi tanaman. Gardens by the Bay terletak di sebelah Marina reservoir dan dekat Marina Bay Sands Hotel yang kece badai.  Apa sih yang ada disini? Ini dia :

Pertama masuk ke kawasan GBTB, kita akan disuguhi area-area gratis yang fantastis. Meskipun semua harus dilalui dengan berjalan kaki, tapi semua terbayar dengan pengalaman yang kita dapatkan. Taman tersebut terdiri dari Bay East Garden, SuperTree Grove, Sun Pavillion, Heritage Gardens, World of Plants, Dragonfly & Kingfisher Lakes. Semua itu buka dari jam 05.00 sampai jam 02.00 dan sekali lagi saya tegaskan, ini GRATIS alias GRETONG. Jadi ini bisa jadi salah satu tujuan wisata gratis di SG yang harus dikunjungi.
View dari DragonFly
Selanjutnya kami berjalan terus menuju Conservatories  yang terdiri dari Cloud Forest dan Flower Dome. Nah ini dia yang ga gratis. Kami membeli tiket masuk kedua konservasi itu seharga sekitar 60SGD untuk bertiga. Kami membelinya dari mba darling. Dia itu orang Indonesia ko, jadi enak komunikasinya. Harga tiket yang dijual pun lebih murah dibantingkan kita beli on the spot.

Saat itu waktu menunjukan pukul 5 sore. Untuk membuat Ken tetap senang dan semangat setelah lumayan cape muter-muter kawasan GBTB, kami putuskan untuk menunda masuk ke konservasi tersebut. Kami mengajak ken bermain terlebih dahulu di Far East Organization Children's Garden yang terletak masih di kawasan GBTB. Aga sedikit di belakang dari kawasan ini.

Far East Organization Children's Garden adalah tempat bermain anak yang GRATIS, bersih dan menyenangkan. Disini ada playground dengan perosotan, ayunan dan lain-lain. Yang paling special, disini adalah wahana bermain airnya. Cukup terpesona melihat area Waterplay yang meskipun gratis, tapi super bersih dan nyaman serta aman buat anak. Ken sangat senang bermain air disini. Saya dan suami cukup mengawasi sambil beristirahat. Tips kalo kesini, jangan lupa bawa baju ganti. 




Setelah Ken puas bermain, barulah kami masuk ke Cloud Forest. Saat memasuki kawasan ini, kami disambut oleh air terjun buatan yang spektakuler dan sejuk. Cipratan-cipratan air dari air terjun tersebut memberi kesegaran setelah seharian ngebolang. Didalamnya terdapat taman-taman beserta "gunung" setinggi 35 meter yang diselimuti kabut dan tanaman yang rimbun serta mengelilingi air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia ini. Di sini, kita akan menemukan kehidupan tanaman dari dataran tinggi tropis 2.000 meter di atas permukaan laut. Jangan lupa gunakan jaket jika masuk kesini. Udaranya itu loh, lumayan bikin kedinginan.



Selanjutnya adalah Flower Dome, disini kita bisa menemukan hamparan bunga warna warni yang indah dengan meniru iklim yang sejuk-kering daerah Mediterania dan menaungi koleksi tanaman dari seluruh dunia. Sebagai wanitah sejati, flower dome ini bikin hati saya adem ayem deh, selain udara yang sejuk, ratusan (atau mungkin ribuan)  macam hamparan bunga warna warni ini bikin mata seger dan hati berbungah-bungah. Ga nyesel deh keluar uang sekian untuk masuk kesini (sebenernya lebih seneng kalo gratis sih **kaborrr) 




Kami keluar dari Flower Dome sekitar pukul 8.30 malam. ken sudah terlihat lelah dan mengantuk. Kami berjalan keluar dari kawasan Garden By The Bay melewati Super Tree yang kebetulan sedang menampilkan pertunjukan Garden Rapshody. Saat itu Ken sudah tertidur nyenyak di strollernya. Jadilah emak bapaknya berduaan menikmati pertunjukan itu sambil dorong-dorong stroller. 

Super Tree adalah Pohon buatan menakjubkan yang menjulang hingga setinggi 16 lantai, yang totalnya sekitar 12 Supertree Grove. Saat hari mulai gelap, Lampu di SuperTree ini akan menyala dengan indahnya.

Sebenarnya di antaranya beberapa SuperTree terdapat skyway yang menghubungkan satu sama lain. Di atas situ pengunjung bisa melihat berbagai macam flora dan menyebrang antar SuperTree dari ketinggian. Tapi itu semua ga gratis dan tidak ada di itin kami hoho. 

Oh ya, pertunjukan Garden Rapshody ini cukup menyenangkan dan GRATIS (**lagi). Saat pertunjukan berlangsung supertree-supertree itu berubah menjadi panggung pertunjukan musik. Supertree-supertree ini seolah hidup dan berperan sebagai penari-penarinya dengan memainkan warna-warni cahaya lampu mengikuti alunan musik. Pertunjukan ini berlangsung setiap malam. 

Supertree siang hari

Supertree malam hari

Setelah pertunjukan selesai, kami langsung keluar dari kawasan Garden By The Bay, kami menuju stasiun MRT, tapi menyebrang melalui jembatan cantik ke Marina Bay Sands Hotel terlebih dahulu. Ah akhirnya bisa melihat daleman hotel mewah ini meskipun ga ke SkyPark atau kolam rooftopnya yang kece badai itu.



Kami pulang melalui MRT Station BayFront tepat didepan Marina Bay Sands Hotel. Saat itu kami harus transit di MRT Bugis untuk selanjutnya berganti jalur menuju hotel di Rochor Road. Sesampainya di MRT Bugis, waktu menunjukkan pukul 10.30 malam. Perut sudah mulai keroncongan minta diisi. Akhirnya kami memasuki Bugis Junction dulu untuk cari makan. Pilihan jatuh ke KFC dan saya ga suka KFC disana. Pertama, ga ada nasinya. Kedua, ga ada kentang goreng, adanya mashed potato yang encer kaya bubur bayi. Ketiga, ga ada sambel pedesnya. Keempat, mahal bagi kami (yaeyalah makannya didalem mall). Tapi dekat KFC, kami menemukan supermarket yang menjual buah segar dan diskon karna sudah malam. Horeyyy dapet buah plum segar diskonan.

Selesai makan, kami langsung menuju ke hotel dan bobo  syantiek.

Keesokan harinya (Hari keempat), saya janjian dengan sepupu saya yang kebetulan juga sedang berlibur disana bersama keluarganya. Ken dan ayahnya nunggu di hotel sambil bersiap-siap, karna siangnya kami harus tebang menuju Kuala Lumpur.

Saat itu adalah pengalaman pertama bagi saya. Saya jalan ke arah Mustafa Centre dari hotel berbekal peta seorang diri. Kali ini ga nyasar lagi, karna saya udah lumayan ahli membaca peta Singapore. Jangan saranin saya pake waze atau google map, karna di SG saya ga beli simcard dan hanya mengandalkan wifi gratisan.

Setelah bertemu dengan teteh saya itu, saya diajak menuju Bugis Street menggunakan taxi. Di Bugis Street kami belanja oleh-oleh dan buah-buahan. Oh ya, saya sangat suka buah-buahan di SG. Rasanya renyah, manis dan bersih. Bugis Street ini direkomendasikan untuk yang mau mencari oleh-oleh dari SG. Deretan stand pedagang dengan harga bersahabat dan barang yang beraneka ragam pasti bikin betah kaum wanita (lagi-lagi wanita yang identik dengan belanja, padahal emmmmang).

Saya dan sepupu

@Bugis Street berdua aja

Saya pamit duluan pulang ke hotel karna harus menuju bandara siang itu juga. Menggunakan MRT, saya kembali menuju hotel. Seneng banget punya pengalaman naik MRT sendiri di negeri orang. Ternyata saya bisa...hurayyy hurayy...

Sesampainya di hotel, kami bersiap menuju Changi airport dan terbang ke Kuala Lumpur.

Thursday, 22 September 2016

Flash Back - Berjuang untuk MPASI Homemade ala Bunda ken




Tulisan ini berawal dari saya yang tadi pagi ga sengaja buka foto Ken waktu awal MPASI di fb. Di foto itu ada comment dari didy (adik saya) yang menyarankan untuk Ken diberikan gulgar, karna katanya khawatir Ken jadi ga suka sayur atau yang asin-asin. Berhubung saat ini Ken sudah berumur 4 tahun, dan saya sudah membuktikan sendiri efek dari no gulgar ini, alhasil saya membalas comment di foto tersebut. Eh mungkin ternyata foto itu jadi banyak dilihat orang dan berakhir dengan beberapa permintaan yg masuk ke inbox fb saya, untuk mengulas tentang cara saya bertahan memberikan mpasi homemade ditengah kegiatan saya saat itu



Karna itulah saya kepikiran untuk menulis kilas balik perjuangan seorang saya yang bukan siapa-siapa ini. Saya tulis ini di jam istirahat makan siang yang biasanya saya habiskan untuk membaca buku (lirik buku Dilan2 yang harusnya saya baca saat ini), jadi mohon maaf kalo banyak kekurangan di tulisan ini. Nanti malam Insya Allah (**kalo ga tepar) akan saya lengkapi dan perbaiki. 

MPASI Homemade yang terbaik 

Yah itulah yang saya yakini di dalam hati sejak Ken memasuki masa MPASI (tepat di umur 6 bulan). Karna keyakinan itulah saya bertekad untuk memberikan apa yang menurut saya "terbaik". 

Saat Ken menginjak umur 5 bulan, saya resign dari pekerjaan saya sebagai dosen tetap dan memilih menjadi dosen luar biasa (honorer) dengan jam mengajar yang tidak lebih dari 12 jam seminggu. Keputusan berat itu saya ambil salah satunya karna saya ingin fokus memberikan mpasi yang terbaik untuk Ken. Sampai saat umur Ken 7 bulan, saya kembali bekerja kantoran plus mengajar karna saya punya cara untuk tetap memberikan homemade MPASI meskipun saya harus bekerja. Berarti hanya 2 bulanan aja saya jadi setengah ibu rumah tangga (belum full karna masih harus mengajar). 

Untuk MPASI yang saya berikan, saya menggunakan metode Food Combining ngoboy alias ga kaku dengan aturannya. Jadi disesuaikan aja dengan keyakinan saya sendiri sebagai seorang ibu (pake feeling). 

Susah ga sih full homemade mpasi sambil kerja? Ribet ga sih? 
Jawabanny… yayayya ribet sih, tapi seru dan menantang hoho…dan setelah melewati masa-masa itu, rasanya puas dan bahagia. Bahagia karna sudah memberikan yang terbaik menurut keyakinan saya. Yang terbaik menurut keyakinan saya tuh belum tentu sesuai keyakinan emak-emak lain ya. Dan saya ngga akan bilang bahwa yang saya jalani adalah yang terbaik, karna tiap emak pasti punya pikiran dan keputusannya sendiri yang dianggap baik buat anaknya. 

Gimana sih cara saya memberikan MPASI homemade sambil bekerja? Berikut ini pengalaman saya dimasa itu : 

1. Siapkan jadwal menu MPASI sebulan kedepan 
Tips ini sangat berguna bagi ibu bekerja. Tumpukan tugas kantor dan pekerjaan rumah tangga yang sama-sama memerlukan pemikiran dan menguras tenaga pasti akan membuat kita lelah. Lelah ini bisa membuat kita ga ada ide buat MPASI anak. 

Luangkanlah waktu di akhir pekan untuk membuat jadwal ini. Kalo saya biasanya bikin formula menu biar ga pusing mikir. Formulanya gini : Dalam sehari, menunya harus terdiri dari minimal 3 sayur berbeda warna, plus satu jenis buah. Jika anak sudah makan protein nabati atau hewani, tambahkan menu ini di jadwal tersebut. Selain itu, tentukan frekuensi makan anak, misal : sehari dua kali makan berat dan sekali cemilan, beserta jam-jam pemberian makanan. 

Biasanya, saya bikin jadwal MPASI buat sebulan kedepan, contohnya sudah pernah saya post disini : 



2. Belanja seminggu sekali 
Setelah kita punya jadwal MPASI untuk sebulan kedepan, kita dapat menentukan apa saja bahan makanan yang harus dibeli. Selain jadi lebih mudah, hal ini juga mencegah kita belanja bahan yang tidak digunakan dan berakhir dengan mubazir. 

Berdasarkan jadwal menu yang sudah kita buat, catat apa saja yang harus dibeli, misal : 1 kg wortel, 1 buah melon, 1 sisir pisang, dll dll. 

Kegiatan belanja bahan ini bisa jadi "me time" buat saya. Biasanya saya lakukan sepulang kerja di hari Jumat, agar tidak mengganggu waktu weekend saya yang full buat anak dan suami. 


3. Metode frozen food 
Metode frozen food ini saya gunakan saat saya mulai kembali bekerja kantoran. Sebenernya saya cukup terpaksa menggunakan cara ini karna saya lebih puas kalo bikin makanan fresh buat Ken. Tapi anggap saja ini pilihan terbaik buat saya. 

Untuk cara menggunakan metode ini, silahkan cari referensinya sendiri ya, bisi waktu istirahat saya keburu habis kalo bahas ini heee. 

Intinya, setiap sabtu subuh, saya menyiapkan Frozen food untuk maksimal seminggu kedepan, ga berani lama-lama. Memang memakan waktu cukup lama untuk mempersiapkan ini. Apalagi saya selalu memblansir sayuran sebelum diolah menjadi frozen food. 

Ga semua bahan makanan bisa di bekukan. Nah yang biasanya saya bekukan adalah bahan-bahan berikut : 

1. Wortel -> Cuci bersih, kukus, lumatkan 
2. Brokoli -> Cuci bersih, Blansir, Cuci lagi, kukus, lumatkan 
3. Melon -> Cuci bersih, lumatkan 
4. Ubi Ungu -> Cuci Bersih, kukus, lumatkan 
5. Buncis -> Cuci bersih, kukus, lumatkan 
6. Kaldu ayam/daging -> bikin kaldu 
7. Ayam cincang 
8. Daging Cincang 
7. Ikan (ini mah potong potong aja,ga usah di lumatkan) 

Itu contoh-contoh bahan yang suka saya bekukan. Caranya : 
Setelah dilumatkan, masukkan ke wadah es batu, tutup pake plastik wrap. Pas udah beku, lepaskan dari wadah dan masukkan ke plastik ziplock,. Jangan lupa dikasih tanggal pembuatan. Jadi misal kita bikin beda tanggal, meskipun bahannya sama, tetep jangan dimasukkan ke dalam plastik yang sama. Intinya first in first out lah, sama kaya asi perah. 

4. Masak 
Meskipun menggunakan frozen food, biasanya tetap ada beberapa bahan yang harus diolah dalam keadaan segar, seperti jeruk, ikan, apel, dll. Biasanya saya mulai masak jam setengah empat subuh. Lalu setelah semuanya selesai, saya memasukkannya kedalam 5 wadah untuk jam makan yang berbeda-beda (dua kali makan, dua kali cemilan dan satu kali buah). 

Berhubung Ken dititipkan di eyangnya, saya ga tega kalo eyangnya perlu memikirkan makanan Ken. Jadi saat saya mengantar Ken, saya sekaligus menyerahkan lima wadah makan Ken. Jadi eyangnya tinggal nyuapin aja. 

Nah biasanya saya beres masak sekitar jam 6 pagi, lanjut siap-siap kerja dan memandikan Ken. Untuk wadah-wadah bekas memasak biasanya saya cuci pada malam hari, sepulang saya kerja dan setelah Ken tidur. Biasanya baru selesai jam 12 malam. Kenapa saya lakukan setelah Ken tidur? karna saya ingin semaksimal mungkin menghabiskan waktu bersama Ken. 

5. Pantau berat badan anak 
Ini penting banget, tiap anak tuh beda-beda indikator gemuk atau kurusnya. Emaknya lah yang paling tau anaknya kurang berat badan atau ngga. Sebagai emak-emak, kita harus banyak belajar. Saat dirasa anak berat badannya susah naik, perhatikan kembali menu makanan yang kita berikan.

6. Jangan dengar kata mereka 
Kalo ini prinsip saya banget. Kalo ada yang bilang "ko badannya kecil", ingat bahwa kita yang hafal perkembangan berat badannya, tinggi badannya, lingkar kepalanya. Selama masih dalam batas normal, ga usah ditanggepin.

Sebenernya masih ada sih tips-tipsnya, nanti malam saya lanjut ya. Berhubung udah jam satu teng, waktunya kembali fokus ke kerjaan.

Thursday, 8 September 2016

Hotel Review - Grand Tjokro Hotel Cihampelas Bandung



Kali ini, saya akan mereview sebuah hotel baru di kawasan Cihampelas, Bandung, yaitu Grand Tjokro Hotel. Hotel ini baru berdiri belum lama ini. Lokasinya tepat di sebelah Hotel Nalendra yang termasuk hotel lama di Bandung. Seingat saya, sebelum menjadi hotel, lokasi Grand Tjokro itu dulunya adalah sebuah mall. Tetapi sekarang sudah digantikan oleh bangunan baru yang terlihat sangat menarik.

Kami tiba di Grand Tjokro sekitar pukul 2 siang. Tepat dengan waktu check in hotel. Hotel ini terdiri dari 2 bangunan, yaitu : Main Tower dan North Tower. Main tower berisi lobby utama, restoran, dan ruang-ruang pertemuan. Sedangkan North Tower ini dikhususkan untuk kamar-kamar hotel, minimarket, kolam berenang, dan fasilitas untuk tamu hotel lainnya.

Berikut ini pengalaman dan pendapat saya tentang hotel ini secara detail :


Proses Check In

Saat pertama memasuki kawasan hotel dan mencari tempat parkir, kami sudah merasa bahwa hotel ini terbilang ramai. Begitu juga saat memasuki lobby hotel. Banyak tamu yang sedang check in. Saya harus aga mengantri. Tetapi proses check in terbilang cepat. Saya diberikan kunci kamar tanpa voucher sarapan, karna untuk sarapan kita hanya perlu menyebutkan no kamar. Tetapi saya tidak mendapatkan password wifi dan saya baru ingat ketika sampai kamar. Akhirnya kami menelfon dari kamar untuk menanyakan hal ini.


Lobby hotel ini cukup luas dengan design yang modern. Disebelah meja checkin terdapat tangga besar yang elegant menuju lantai 2. Di ujung lobby terdapat playroom untuk anak anak. Didepannya berdiri sebuah piano mewah yang mengingatkan saya akan masa lalu (hasekkk).


Setelah check in kami langsung menuju North Tower tempat dimana kamar kamar hotel berada. Saat memasuki North Tower, kami disambut lobby mini dan juga beberapa perangkat komputer yang bisa digunakan para tamu. Selain itu juga ada ruang duduk yang nyaman empat tamu bercengkrama, serta dilengkapi dengan mini market. Kami langsung menuju lantai 5 tempat kamar kami berada.


check in time 

Playroom buat sambil nunggu emakny check in 


bapa ini main pianonya kerennnn 


tangga menuju restoran 


Fasilitas Kamar

Begitu proses check in selesai, kami langsung menuju kamar kami dilantai 5. Kami mendapatkan kamar type Superior Twin (tapi sayang bednya disatukan) and No Smoking Room seperti pilihan saya. Sebenernya saat booking, saya mempunyai spesial request yaitu menginginkan kamar "higher floor", tapi karna saat check in suasana lobby cukup crowded, saya jadi lupa tentang request saya itu. Alhasil kami mendapatkan kamar yang kurang tinggi letaknya. View dari kamar sempat membuat mood saya runtuh. Saat membuka gorden, ternyata saya hanya melihat jendela-jendela kamar orang. Ternyata viewnya adalah dalam gedung hotel itu sendiri...zonkkkk... seperti dibawah ini kira kira :



Sungguh dibawah ekspetasi saya. Saya sangat senang memandang keluar jendela meskipun pemandangannya hanya jalan raya. Selain itu, posisi kamar yang seperti ini membuat saya tidak mendapatkan sinyal wifi sama sekali. Bahkan sinyal hp saya aja luplep. Okeh....semalaman itu saya seperti jauh dari peradaban. Ga bisa online :-D

Kamarnya sangat kecil, namun kamar mandi cukup luas. Fasilitas dalam kamar ya standar, disediakan air mineral, amineties, handuk bersih, hair dryer, senter, kulkas, dll. Channel TV di kamar sangat terbatas, tapi suami senang sekali karna ada saluran TV BenSport yang malam itu menayangkan pertandingan bola klub favoritnya. Jadi suami ga perlu cari tempat nonbar disekitaran hotel :-D



channel favorit Ken dihotel adalah yang menayangkan iklan hotel tsb xixixi 



kamar mungil 




Kolam Renang


kolamnya ajip 


huahhhhh seger 


Setelah cek n ricek fasilitas kamar, kami langsung menuju pool area yang berada di rooftop. Salah satu hal menarik dari hotel ini adalah kolam renang dengan view ajibnya. 

Saat memasuki kawasan kolam renang, betapa kaget dan gembiranya kami. Seluruh mood yang runtuh karna view kamar itu kembali terobati. Bagaimana tidak, di pool area ini banyak fasilitas yang menyenangkan bagi si kecil. Kalo si kecil senang, otomatis emak bapaknya pun senang, iya kan?

Selain kolam renang yg cukup luas dan sangat bersih dengan view kota Bandung yang luar biasa, juga ada arena bermain pasir dan perosotan buat anak anak. Meski ga luas, tapi sangat cukup menarik bagi kami. Selain itu juga ada kelinci, burung dan ikan yang bisa diajak bermain, atau dibeli jika berminat.

Ken sangat senang melihat kelinci-kelinci lucu itu. Juga burung burung cantik yang ada di sangkarnya. Ahhh kalau menginap dihotel ini, tanpa pergi ke mana-mana pun anak pasti sudah senang :-D


bermain pasir 

burung dalam sangkar 


Ken dan kelinci

Oh ya, masih di area pool nya ada gym yang luasssss banget. Pada malam hari, kaka dan adik suami datang ke hotel. Niatnya sih ingin berenang bareng. Tapi karna gerimis, akhirnya kita pake fasilitas gymnya. Huahhh peralatannya masih baru-baru dan keren keren. Meskipun sehari sebelumnya saya baru saja aerobik setelah lama libur (tau kan gmana pegelnya badan), saya tetep semangat untuk nyobain semua peralatan disana. Ken juga bebas berlarian disana. Karna tidak ada tamu lain yang sedang ng-gym, kami jadi bebas sebebas bebasnya heee...



Gym Area - lupa foto pas didalemnya 


Lokasi
Secara lokasi, hotel ini sangat direkomendasikan bagi yang ingin menikmati kota Bandung. Lokasinya di jalan Cihampelas surga belanja bagi kaum-kaum suka belanja dan sangat dekat dari jalan Dago, pusat FO dan kuliner kekinian. Sangat mudah jika mencari makan di dekat hotel ini. 


Breakfast
Huahhh breakfast disini tuh yang terbaik dan terkomplit deh dari yang pernah saya rasakan. Menunya buanyak buanget. Sampe ice cream pun ada. Makanannya enyak enyak. Kalo disuruh nyebutin menunya, saya bingung karna emang lengkap banget dari menu tradisional sampe ala bule. Puas banget deh pokonya :-D

Secara keseluruhan, hotel ini sangat saya rekomendasikan untuk kamu yang ingin menikmati Kota Bandung, tapi kalo untuk sekedar lenje-lenje dikamarnya sih ngga. Kecuali lagi mau lari dari kenyataan dan dunia luar (secara susah sinyal).

Untuk booking hotel atau cek harga, bisa klik disini

Tapi kalo mau menikmati fasilitasnya, disini sangat menyenangkan khususnya untuk yang bawa anak kecil.

Apakah saya ingin menginap disini lagi? hmmmmm...nyoba yg lain dulu kali ya


Penilaian :


Lokasi 9
Pelayanan 8
Kamar 6
Wifi 6
Kolam Renang dan fasilitas lainnya 9
Sarapan 9,5


Semoga reviewnya bermanfaat :-)