Sunday, 28 August 2016

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Yogyakarta : Day 2 - Taman Pintar, Pabrik Coklat dan Kuliner

main ikan @taman pintar


Meneruskan cerita liburan kami ke Yogya beberapa minggu yang lalu, kali ini saya akan menceritakan pengalaman dihari kedua. 


Untuk cerita hari pertama bisa dilihat di :

Akomodasi dan itinerary di :

Keesokan harinya, setelah sarapan, kami bersiap menuju tujuan berikutnya yaitu Taman Pintar. Untungnya kami sudah bisa mendapatkan motor sewaan yang harus kami ambil di stasiun Lempuyangan. Akhirnya kami memesan dua gojek untuk membawa kami bertiga menuju Lempuyangan. Perjalanan pagi itu cukup lancar, 15 menit kemudian kami sudah sampai di tempat penyewaan motor tersebut. Setelah mendapatkan motor sewaan, kami langsung menuju Taman Pintar di dekat kawasan Malioboro. 

Taman Pintar adalah wahana bermain sekaligus belajar untuk anak-anak yang disediakan oleh pemerintah kota Yogyakarta. Wahana permainan yang ada disini  tidak hanya mendidik, namun juga menyenangkan. Tiket masuk dewasa 18rb, dan anak 10rb. Ada juga wahana lainnya yg bisa dimasuki dengan biaya tambahan seperti theater 3D dan Wahana Kreatifitas (kalo kita sih engga, kita eksplore wahana ilmu pengetahuan aja).

Ken senang sekali bermain disini. Ayah bundanya juga senang. Saya dan suami menjadi guide buat Ken, sayang kan kalo disana cuma liat-liat doang tanpa dapet ilmu dan pengalaman baru, jadi kami sambil menjelaskan tentang alat-alat simulasi berbagai ilmu yang ada disana. Seperti tentang hukum Archimedes, siapa itu einstein, tatasurya, perbedaan lensa cembung-cekung, konsep pantulan cahaya, gaya gravitasi, pembuatan wayang, konsep hologram dan lain-lain. Ga usah khawatir emak bapaknya mati gaya. Di dekat setiap alat sudah tertempel penjelasannya. Jadi kita tinggal baca sambil improvisasi pake bahasa yang mudah dimengerti dan diingat anak kita. Ga harus sih Ken jadi hafal atau paham, yang penting kita sudah memperkenalkannya.

Oh ya, disana juga ada miniatur proses pegolahan susu. Dari mulai memerah sapi (sapi boongan dari kayu, tapi anak kita bisa praktek cara memerah susu), susu dibawa ke pabrik, sterilisasi, proses lainnya hingga susu dikemas dan dijual di toko. Juga ada simulasi penjernihan air dan simulasi gempa. Serta penjelasan tentang macam-macam jenis pondasi. Disinilah saya menjelaskan ke Ken tentang macam-macam jenis pondasi sehingga dia ngerti apa itu Candi. Pokonya seru deh asalkan kita bisa memandu anak-anak kita sehingga mereka tertarik dan menikmati. Kalo buat Ken sih, emaknya harus ngejelasinnya dengan antusias biar dia juga semangat dan mudah mengerti :-D




   



Kami main di Taman Pintar hingga tengah hari. Udara Jogja yang panasnya menohok membuat saya ingin memberikan secercah kesegaran buat Pak Suami dan Ken (bahasanya ga nahan). Akhirnya kami putuskan untuk langsung mengunjungi Tempo del Gelato, tempat menikmati Gelato yang terkenal di kalangan anak muda Jogja. Berhubung kami masih pada muda (maksa), jadi ini merupakan salah satu tempat tujuan kuliner kami.


Tempo del Gelato adalah nama gerai es krim khas Italia (Gelato) yang terletak di jalan Prawirotaman. Berhubung kami menggunakan motor, jadi saya tinggal mengikuti petunjuk Waze untuk menuju kesana. Gerai mungil ini terletak di jalan yang tidak begitu besar, sehingga agak sulit untuk parkir. Tapi dari luarpun dekornya sudah sangat menarik hati. Saat kami datang, pengunjung gerai ini sangat banyak, untungnya kami bisa langsung mendapatkan meja.

Gerai ini mengharuskan pengunjung untuk membayar terlebih dahulu di kasir untuk mendapatkan voucher yang bisa ditukarkan dengan gelato di counter. Untuk dua scoop gelato dengan dua varian rasa, harganya sebesar mulai dari 20rb. Jika ingin menggunakan Cone, harganya 25rb.

Katanya sih Gelato disini itu homemade dan tanpa bahan tambahan (pemanis, pengawet). Terdapat buanyakkkk pilihan rasa, dari mulai yang standar seperti coklat, stoberi, dll, hingga yang unik seperti oreo, nutella, ginger, kemangi, dll.

Ken memilih rasa coklat dan stoberi. Saya memilih rasa berries dan caramel. Pak suami memilih rasa Lemon, Kiwi, Mango. Yang Ken dan saya pilih rasanya paling aman, perpaduan asam dan manis menghasilkan rasa segar yang nikmat. Sedangkan yang pak suami rasanya asam, asam banget dan asam banget banget, jadinya malah ga karuan. Alhasil bersisa banyak. Jadi kalo mau makan Gelato disini, pilihlah perpaduan rasa asam dan manis.


 


Tujuan berikutnya adalah Pabrik Coklat Monggo yang terletak di 
daerah Purbayan, Kotagede, searah dengan jalan menuju hotel. Kebetulan kami berniat untuk transit dulu ngelempengin badan di hotel. Kami sengaja mengunjungi pabrik coklat untuk memperlihatkan ke Ken cara membuat coklat secara langsung. Pabrik Coklat Monggo ini terletak di jalan kecil, untuk kesekian kalinya kami bersyukur menggunakan motor untuk jalan-jalan heee...


Pabrik Coklat ini tidak terlalu besar, lebih mirip bangunan rumah lama. Tapi banyak spot bagus buat berselfie ria disini. Sebelum memilih coklat yang ingin kami beli, kami mengintip proses pembuatan coklat melalui jendela besar. Selain itu, suasana disini pun sangat adem, kami cukup lama duduk-duduk disini.

Setelah itu, kami langsung menuju hotel melewati bangunan-bangunan lama hingga melihat Mesjid Gede Mataram yang bangunannya unik.






Setelah istirahat sejenak di hotel, kami berniat mengunjungi rumah saudara di kawasan Godean. Setelah hampir seharian bergantung sama waze, kami jadi kurang teliti. Ternyata kami melewati jalur yang memutar jauh hingga ke ring road selatan. Padahal, Godean ini terletak tidak jauh dari stasiun Tugu dan Malioboro. Setelah melalui perjalanan selama satu jam lebih, akhirnya kami berhasil sampai dirumah saudara kami.

Saat hampir magrib, kami pamit pulang untuk menuju tujuan kuliner kami berikutnya : Udang Galah Mang Engking Castle yang masih di kawasan Godean. 


Kastil? iya Kastil, seperti kastil-kastil di Eropa dengan struktur luar dari batu dan menara puncak yang menjulang tinggi. Keren banget deh buat yang hobi selfie. Berhubung saya, paksuami dan Ken sama-sama kurang suka berfoto, kami hanya mengabadikan bagian depan kastil. Dibagian samping kastil ini terdapat saung saung untuk makan para tamu restoran. Tadinya kami ingin mencoba makan di dalam kastil, tapi ternyata aga gelap dan spooky, akhirnya kami makan di saung yang tersedia.

Kastil ini adalah Rumah Makan Pondok Udang Mang Engking yang terkenal dengan Udang Galah Madunya. Kami memesan menu andalan ini, beserta Gurame Goreng dan sambal. Menurut kami, rasanya enak tapi harganya ga enak. Jadi kami tidak merekomendasikan ke sini kalo untuk liburan berbudget ga besar. Masih banyak kuliner lain di Jogja dengan harga yang bersahabat. Tapi untuk rasa, 6 jempol untuk udang galah madunya (minjem jempol paksuami dan ken juga). Kami makan dan nongkrong disini hingga malam datang




Setelah perut kenyang dan mengantuk, kami kembali ke hotel dan beristirahat. Persiapan ngebolang ke Parangtritis keesokan harinya.


Bersambung ke catatan hari ke tiga ya....

1 comment:

Vety Fakhrudin said...

Coklat monggo itu enak rasanya...dijual di beberapa Ace Hardware juga...aku malah taunya pas belanja di Ace hardware...ternyata buatan jogja...hehehe...