Tuesday, 30 August 2016

Hotel Purnama, Batu, Malang - Hotel Strategis yang Dikelilingi 2 Jatim Park



Salah satu destinasi wisata yang ada dalam bucket list liburan saya sekeluarga adalah Batu Malang, Jawa Timur. Sebelum menikah, saya sempat mengunjungi kota ini namun hanya sebentar. Satu hal yang saya ingat dari Batu Malang adalah udaranya yang dingin dan sejuk. Kota dengan icon buah apel ini memiliki banyak objek wisata menarik. 

Salah satu, ehhh salah dua objek wisata yang sangat terkenal di kota ini adalah Jawa Timur Park 1 dan Jawa Timur Park 2. Kedua tempat tersebut sangat cocok untuk liburan dengan keluarga. Selain berisi wahana bermain yang seru, juga dilengkapi wahana belajar. Cocok banget dengan gaya liburan saya yang inginnya ada unsur edukasi buat si kecil.

Berikut ini beberapa ulasan tentang Jawa Timur Park 1 dan Jawa Timur Park 2   :

Jawa Timur Park 1

Jawa Timur Park 1 adalah tempat hiburan yang bernuansa edukasi. Konsep edukasi yang disajikan oleh pengelola dirasa tepat untuk kita yang membawa anak – anak dalam liburan.

Dengan area seluas 11 hektar, Jawa Timur Park 1 memberikan banyak wahana yang dapat kita kunjungi, terdiri dari wahana anak, wahana keluarga, wahana edukasi dan wahana ekstrim. Untuk wahana anak, diantaranya adalah candy kingdom, midi skater, convoy car, froggy, mini jet, bouncy castle dan jumping bike battery car. Sedangkan untuk wahana keluarga diantaranya adalah sky copter, galaxy bumper car, mamogu show, tour bus, waterboom dan lain–lain. Kalo ingin menguji adrenalin, beberapa wahana ini patut dicoba, yaitu pendulum 360, volcano coaster, aero test, flying tornado, spinning coaster dan super loop coaster. 

Jawa Timur Park 1 buka setiap hari dari pukul 08.00 – 16.30 WIB. Untuk menikmati seluruh wahana itu, kita dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 60.000,- untuk hari biasa, dan Rp. 80.000,- untuk di akhir pekan.

Lokasinya sendiri berada di Jalan Kartika No 2 Kota Wisata Batu, Malang. 



Jawa Timur Park 2

Berbeda dengan Jawa Timur Park 1 yang lebih ke wisata hiburan, Jawa Timur Park 2 hadir dengan menonjolkan tempat belajar bernuansa sambil bermain. Wisata edukasi yang diberikan mengusung konsep alam, biologi dan pengetahuan satwa yang disajikan sesuai dengan habitatnya masing–masing.

Dengan mempunyai kurang lebih 50 wahana edukatif dan 21 wahana anak, Jawa Timur Park 2 mempunyai daya tarik tersendiri. Salah satu wahana yang menjadi favorit pengunjung adalah Batu Secret Zoo. Disini kita akan diberikan sajian berupa banyak satwa dengan habitatnya yang berjumlah 80 diaroma satwa. Lalu ada juga insectarium yang berisi hingga 5000 jenis serangga dari berbagai negara. 

Hanya dengan membayar tiket sebesar Rp. 75.000,- di hari biasa, dan Rp. 105.000,- di akhir pekan, kita sudah dapat menikmati berbagai macam wahana yang terdapat di dalamnya. 

Jawa Timur Park 2 buka dari pukul 10.00 – 18.00 WIB.

Beralamat di Jalan Oro Ombo No. 9 Kota Wisata Batu, Malang.

Sumber: tempatwisataseru.com

Ketika akan berlibur, apasih yang harus saya persiapkan?

Saat merencanakan liburan, pemilihan hotel adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Hotel yang baik dapat menunjang kesuksesan acara liburan kita. Ga mau kan moment liburan yang indah rusak karna kita salah memilih tempat menginap. Salah satu tips dalam memilih tempat menginap saat berlibur adalah pilihlah tempat yang dekat dengan berbagai macam destinasi menarik. Hal ini dapat mempermudah kita, terutama jika kita berlibur tanpa kendaraan pribadi.

Di Batu Malang, ada satu hotel yang sangat strategis untuk berlibur. Hotel tersebut adalah Hotel Purnama yang berlokasi di Jalan Raya Selecta 1-15 Kota Batu, Malang. Mengapa hotel ini menarik menurut saya? Salah satunya adalah karna hotel ini memiliki akses yang cukup mudah jika kita ingin mengunjungi 2 destinasi themepark yaitu Jawa Timur Park 1 dan Jawa Timur Park 2. Keduanya merupakan destinasi favorit liburan yang berada di kota Batu Malang. Hotel ini hanya berjarak 4 km dari  Jawa Timur Park 1 dan 5 km dari  Jawa Timur Park 2.

Untuk memesan hotel ini, kita dapat menggunakan aplikasi Traveloka. Aplikasi ini mudah digunakan dan selalu memberikan harga terbaik.

Selain lokasi yang strategis, Hotel Purnama juga menawarkan beberapa fasilitas yang tentunya dapat memanjakan kita setelah puas menikmati waktu berlibur di Jawa Timur Park 1 dan Jawa Park 2.

Berbekalkan dengan jumlah kamar sebanyak 159, Hotel Purnama memberikan pembagian kelas kamarnya sesuai dengan kebutuhan para pengunjungnya, seperti superior twin room. Selain itu view yang diberikan di setiap ruangnya juga dapat memberikan kesan tersendiri untuk pengunjungnya.


Mempunyai gedung berlantai 4, fasilitas yang ditawarkan pun juga dapat memanjakan pengunjung, seperti kafe, bar dan salon kecantikan. Fasilitas pendukung lainnya pun turut melengkapi hotel ini, seperti spa, sauna, kolam renang dan layanan pijat. Lalu untuk fasilitas olahraganya, Hotel Purnama juga menyediakan lapangan tenis, pusat kebugaran dan biliyard. 

Dengan beragam fasilitasnya, hotel ini dapat membuat liburan kita lebih berkesan dan menyenangkan.

Jika berlibur ke Kota Malang, tidak ada salahnya kita memilih hotel ini untuk menginap, dengan kemudahan untuk berkunjung ke destinasi-destinasi menarik di kota tersebut, seperti Jawa Timur Park 1 dan Jawa Timur Park 2.

Sunday, 28 August 2016

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Yogyakarta : Day 2 - Taman Pintar, Pabrik Coklat dan Kuliner

main ikan @taman pintar


Meneruskan cerita liburan kami ke Yogya beberapa minggu yang lalu, kali ini saya akan menceritakan pengalaman dihari kedua. 


Untuk cerita hari pertama bisa dilihat di :

Akomodasi dan itinerary di :

Keesokan harinya, setelah sarapan, kami bersiap menuju tujuan berikutnya yaitu Taman Pintar. Untungnya kami sudah bisa mendapatkan motor sewaan yang harus kami ambil di stasiun Lempuyangan. Akhirnya kami memesan dua gojek untuk membawa kami bertiga menuju Lempuyangan. Perjalanan pagi itu cukup lancar, 15 menit kemudian kami sudah sampai di tempat penyewaan motor tersebut. Setelah mendapatkan motor sewaan, kami langsung menuju Taman Pintar di dekat kawasan Malioboro. 

Taman Pintar adalah wahana bermain sekaligus belajar untuk anak-anak yang disediakan oleh pemerintah kota Yogyakarta. Wahana permainan yang ada disini  tidak hanya mendidik, namun juga menyenangkan. Tiket masuk dewasa 18rb, dan anak 10rb. Ada juga wahana lainnya yg bisa dimasuki dengan biaya tambahan seperti theater 3D dan Wahana Kreatifitas (kalo kita sih engga, kita eksplore wahana ilmu pengetahuan aja).

Ken senang sekali bermain disini. Ayah bundanya juga senang. Saya dan suami menjadi guide buat Ken, sayang kan kalo disana cuma liat-liat doang tanpa dapet ilmu dan pengalaman baru, jadi kami sambil menjelaskan tentang alat-alat simulasi berbagai ilmu yang ada disana. Seperti tentang hukum Archimedes, siapa itu einstein, tatasurya, perbedaan lensa cembung-cekung, konsep pantulan cahaya, gaya gravitasi, pembuatan wayang, konsep hologram dan lain-lain. Ga usah khawatir emak bapaknya mati gaya. Di dekat setiap alat sudah tertempel penjelasannya. Jadi kita tinggal baca sambil improvisasi pake bahasa yang mudah dimengerti dan diingat anak kita. Ga harus sih Ken jadi hafal atau paham, yang penting kita sudah memperkenalkannya.

Oh ya, disana juga ada miniatur proses pegolahan susu. Dari mulai memerah sapi (sapi boongan dari kayu, tapi anak kita bisa praktek cara memerah susu), susu dibawa ke pabrik, sterilisasi, proses lainnya hingga susu dikemas dan dijual di toko. Juga ada simulasi penjernihan air dan simulasi gempa. Serta penjelasan tentang macam-macam jenis pondasi. Disinilah saya menjelaskan ke Ken tentang macam-macam jenis pondasi sehingga dia ngerti apa itu Candi. Pokonya seru deh asalkan kita bisa memandu anak-anak kita sehingga mereka tertarik dan menikmati. Kalo buat Ken sih, emaknya harus ngejelasinnya dengan antusias biar dia juga semangat dan mudah mengerti :-D




   



Kami main di Taman Pintar hingga tengah hari. Udara Jogja yang panasnya menohok membuat saya ingin memberikan secercah kesegaran buat Pak Suami dan Ken (bahasanya ga nahan). Akhirnya kami putuskan untuk langsung mengunjungi Tempo del Gelato, tempat menikmati Gelato yang terkenal di kalangan anak muda Jogja. Berhubung kami masih pada muda (maksa), jadi ini merupakan salah satu tempat tujuan kuliner kami.


Tempo del Gelato adalah nama gerai es krim khas Italia (Gelato) yang terletak di jalan Prawirotaman. Berhubung kami menggunakan motor, jadi saya tinggal mengikuti petunjuk Waze untuk menuju kesana. Gerai mungil ini terletak di jalan yang tidak begitu besar, sehingga agak sulit untuk parkir. Tapi dari luarpun dekornya sudah sangat menarik hati. Saat kami datang, pengunjung gerai ini sangat banyak, untungnya kami bisa langsung mendapatkan meja.

Gerai ini mengharuskan pengunjung untuk membayar terlebih dahulu di kasir untuk mendapatkan voucher yang bisa ditukarkan dengan gelato di counter. Untuk dua scoop gelato dengan dua varian rasa, harganya sebesar mulai dari 20rb. Jika ingin menggunakan Cone, harganya 25rb.

Katanya sih Gelato disini itu homemade dan tanpa bahan tambahan (pemanis, pengawet). Terdapat buanyakkkk pilihan rasa, dari mulai yang standar seperti coklat, stoberi, dll, hingga yang unik seperti oreo, nutella, ginger, kemangi, dll.

Ken memilih rasa coklat dan stoberi. Saya memilih rasa berries dan caramel. Pak suami memilih rasa Lemon, Kiwi, Mango. Yang Ken dan saya pilih rasanya paling aman, perpaduan asam dan manis menghasilkan rasa segar yang nikmat. Sedangkan yang pak suami rasanya asam, asam banget dan asam banget banget, jadinya malah ga karuan. Alhasil bersisa banyak. Jadi kalo mau makan Gelato disini, pilihlah perpaduan rasa asam dan manis.


 


Tujuan berikutnya adalah Pabrik Coklat Monggo yang terletak di 
daerah Purbayan, Kotagede, searah dengan jalan menuju hotel. Kebetulan kami berniat untuk transit dulu ngelempengin badan di hotel. Kami sengaja mengunjungi pabrik coklat untuk memperlihatkan ke Ken cara membuat coklat secara langsung. Pabrik Coklat Monggo ini terletak di jalan kecil, untuk kesekian kalinya kami bersyukur menggunakan motor untuk jalan-jalan heee...


Pabrik Coklat ini tidak terlalu besar, lebih mirip bangunan rumah lama. Tapi banyak spot bagus buat berselfie ria disini. Sebelum memilih coklat yang ingin kami beli, kami mengintip proses pembuatan coklat melalui jendela besar. Selain itu, suasana disini pun sangat adem, kami cukup lama duduk-duduk disini.

Setelah itu, kami langsung menuju hotel melewati bangunan-bangunan lama hingga melihat Mesjid Gede Mataram yang bangunannya unik.






Setelah istirahat sejenak di hotel, kami berniat mengunjungi rumah saudara di kawasan Godean. Setelah hampir seharian bergantung sama waze, kami jadi kurang teliti. Ternyata kami melewati jalur yang memutar jauh hingga ke ring road selatan. Padahal, Godean ini terletak tidak jauh dari stasiun Tugu dan Malioboro. Setelah melalui perjalanan selama satu jam lebih, akhirnya kami berhasil sampai dirumah saudara kami.

Saat hampir magrib, kami pamit pulang untuk menuju tujuan kuliner kami berikutnya : Udang Galah Mang Engking Castle yang masih di kawasan Godean. 


Kastil? iya Kastil, seperti kastil-kastil di Eropa dengan struktur luar dari batu dan menara puncak yang menjulang tinggi. Keren banget deh buat yang hobi selfie. Berhubung saya, paksuami dan Ken sama-sama kurang suka berfoto, kami hanya mengabadikan bagian depan kastil. Dibagian samping kastil ini terdapat saung saung untuk makan para tamu restoran. Tadinya kami ingin mencoba makan di dalam kastil, tapi ternyata aga gelap dan spooky, akhirnya kami makan di saung yang tersedia.

Kastil ini adalah Rumah Makan Pondok Udang Mang Engking yang terkenal dengan Udang Galah Madunya. Kami memesan menu andalan ini, beserta Gurame Goreng dan sambal. Menurut kami, rasanya enak tapi harganya ga enak. Jadi kami tidak merekomendasikan ke sini kalo untuk liburan berbudget ga besar. Masih banyak kuliner lain di Jogja dengan harga yang bersahabat. Tapi untuk rasa, 6 jempol untuk udang galah madunya (minjem jempol paksuami dan ken juga). Kami makan dan nongkrong disini hingga malam datang




Setelah perut kenyang dan mengantuk, kami kembali ke hotel dan beristirahat. Persiapan ngebolang ke Parangtritis keesokan harinya.


Bersambung ke catatan hari ke tiga ya....

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Yogyakarta : Day 1 - Tiba di Yogyakarta

Meneruskan cerita liburan kami ke Yogya beberapa minggu yang lalu, kali ini saya akan menceritakan pengalaman dihari pertama. Untuk akomodasi dan itin bisa dilihat di :



Kami berangkat menggunakan kereta Lodaya Pagi dari stasiun Bandung. Alasan kami memilih perjalanan pagi hari adalah agar Ken bisa mendapatkan pengalaman melihat pemandangan sepanjang perjalanan Bandung - Jogja. Kami duduk di kelas bisnis. Kesan pertama yang saya dapatkan saat memasuki kereta adalah...hmmm keretanya memang tampak sudah lama ya. Terakhir saya ke Yogya naik kereta Lodaya adalah lebih dari 20 tahun lalu. Namun tampaknya kereta ini tidak banyak perubahan.

Kursi keretanya tidak bisa dimundurkan (atau mungkin bisa tapi saya ga ngerti hee). Kalo AC nya sih lumayan berasa dingin. kamar mandi bersih dan berangkat tepat waktu. Didalam kereta ada TV tapi tidak dinyalakan, hanya suaranya saja. Jadi imaginasi kita sendiri aja yg menentukan tuh film yg diputer tentang apa, sesuai apa yg kita dengar. Saya dan pak suami sebenernya merasa ngantuk saat dikereta, karna beberapa hari sebelumnya kami lembur bermalam-malam karna mengerjakan orderan souvenir. Tapi setiap kami tertidur, Ken pasti ngebangunin. 

gejesgejes
Tadinya saya pikir Ken akan bosan di kereta selama sekitar 8 jam, tapi ternyata dugaan saya salah. Disaat penumpang lain tertidur, Ken ga berhenti-berhentinya bernyanyii dengan suara keras. Saya sempat mendengar penumpang lain tertawa memperhatikan tingkah Ken. Ah leganya hati saya karna ternyata Ken sangat menikmati perjalanan dengan kereta ini. Oh ya, paksuami sempet memesan nasi goreng seharga 30rb yg rasanya "enakan buatan saya(xixi)". Untungnya, buat Ken, saya sudah membawa bekal makan siang dan cemilan. Jadi tips untuk yg mau naik kereta jarak jauh adalah lebih baik bekal makanan sendiri. Bisa lebih irit juga.

Kami tiba di Stasiun Tugu Yogya pukul tiga sore. Kami langsung mencari Soto Sulung Tugu yang sudah ada di itinerary saya, hasil dari hunting info tempat tempat kuliner yang recommended. Menurut contekan saya, lapak soto ini berada di parkiran selatan stasiun. Saya menggunakan waze di hape paksuami dan menjadi pemandu jalan. Tapi mungkin karna mabok kereta, saya salah membaca arah, wkwkwkw katanya cewe emang suka bermasalah dalam menentukan arah (pembelaan diri). Kami malah berjalan ke arah pintu keluar barat stasiun. Setelah paksuami mengambil alih waze, akhirnya kita kembali ke jalan yang benar. Ternyata sangat dekat dari tempat kita turun kereta. 

Soto Sulung Stasiun Tugu ini adalah soto sulung  legendaris di  Kota Jogja, katanya sih sudah buka sejak 1968, menunya adalah soto daging dan soto daging campur jeroan. Dagingnya empuk, tidak amis dan bumbunya meresap sampai ke pori pori terkecil (hiperbola). Nah yang unik dari soto sulung ini adalah nasinya. Bukannya dihidangkan langsung di piring, nasi di sini dibungkus kecil-kecil dan sudah disediakan di meja. Jadi kita tinggal nambah sesuai kebutuhan. Harganya cukup terjangkau bagi kaum iriters macam kami.
daftar harga
turis cilik lahap nyoto
                                   
Selesai makan, kami langsung menuju Tune Hotel tempat kami menginap di daerah Gedong Kuning. Tadinya kami akan langsung mengambil motor yang akan kami sewa untuk liburan ini sebelum ke hotel. Tapi karna satu hal, terpaksa kami belum bisa mendapatkan motor sewaan itu. Sambil makan soto, saya mencari info tentang cara menuju hotel dengan kendaraan umum. Rock and roll banget memang perjalanan kami ini, harus berpikir cepat dan fleksibel. Akhirnya di group fb yg saya ikuti, saya mendapatkan infonya. Kami berjalan ke arah halte TransJogja di Malioboro, lalu naik jalur 2B dan turun di halte portable Pilar. Saya dan Pak Suami bener2 buta jalan di Jogja, jadi kami meminta pak supir memberitahu kami jika sudah sampai tujuan. Setelah perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya kami sampai di halte portable ini. Ternyata halte ini tepat berada di depan Tune Hotel. Hoho Alhamdulillah ga nyasar  :-D

Karna belum ada kendaraan yang bisa kami pakai untuk jalan-jalan, sore itu kami hanya beristirahat di hotel. Untuk makanpun kami memesan Gudeg YuDjum menggunakan GoFood. Meskipun tidak kemana-mana, saya ingin tetap mengikuti itinerary yg sudah dibuat, ya itu makan malam dengan menu gudeg. Pada malam hari, saat paksuami mencari minimarket untuk membeli cemilan, kami baru tahu bahwa ternyata disekitaran hotel ini banyak terdapat tempat makan, bahkan ke minimarket pun tinggal nyebrang. Hoho ga salah deh pilih Tune Hotel. Lokasinya pun ga terlalu ramai seperti di area Malioboro, sehingga sangat tepat untuk beristirahat dan bersantai. 

Bersambung ke catatan hari kedua ya disini :

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Yogyakarta : Day 2 - Taman Pintar, Pabrik Coklat dan Kuliner









Sunday, 21 August 2016

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Yogyakarta : Akomodasi dan Persiapan


Minggu lalu, saya sekeluarga melakukan perjalanan ke kota Yogyakarta. Sama seperti gaya liburan kami biasanya, kami memilih liburan ekonomis tapi sarat pengalaman. Sebenernya, saya sudah merancang liburan ini sejak bulan puasa kemaren. Saya sengaja memilih liburan di bulan Agustus dengan pertimbangan di bulan ini sudah bukan musim liburan. Dimana kalo musim liburan itu, apa apa pasti mahal n ramai heee.... Jadilah bela-belain ga ngambil dulu jatah cuti pas deket-deket libur lebaran :-D

Rejeki ga akan kemana, secara kebetulan pas lagi bulan puasa kemaren, Tune Hotel sedang mengadakan promo menginap permalam hanya 18rb aja. Untuk mendapatkan promo ini, saya harus mantengin websitenya setiap jam 8 malam selama sejam. Awalnya saya hanya dapat promo untuk semalam. Besok-besoknya saya coba lagi dan lagi hingga hari ke 7 (berarti seminggu full saya hunting promonya tiap malam, bahkan sambil ngelipetin baju n ngasuh anak). Alhamdulillah, akhirnya saya dapat promo untuk 3 malam x 18 rb aja di Tune Hotel Yogya plus beberapa malam untuk di Tune Hotel Bandung dari bulan agustus sampe desember 2016 (lumayan, org org terdekat jd bisa ikut menikmati)... Banyak yang ga percaya, banyak yg nyangkanya hotelnya "ngga" banget. Tapi kalo saya sih percaya banget sama  kualitas n pelayanan Tune Hotel, karna saya sempat menginap di Tune Hotel KLIA beberapa bulan lalu. Tentang hotel ini akan saya bikin reviewny nanti. Kalo mau info lebih jelasnya bisa dilihat disini http://www.tunehotels.com/




Setelah dapat hotel, semangat saya sekeluarga buat liburan makin berkobar kobar (halah). Yaiyalah, siapa yg ga seneng dpt hotel sangat murah gitu. Tinggal nyiapin perlengkapan liburan lainnya. Yang pertama adalah ngajuin cuti. Ini penting banget, apalah artinya semua persiapan liburan kalo cuti ga di approve. Untungnya untuk masalah yang satu ini, semua berjalan lancar. Cuma kebiasaan saya kalo mau cuti, pengennya semua kerjaan beres dulu. Seengganya, setelah beres liburan, ga jadi setres karna kerjaan numpuk. Kalo sampe setres, tar butuh liburan lagi wkwkwk ga kelar kelar dong (ini bisa jadi salah satu tips juga hoho). Jadilah sebelum liburan ini, kerjaan berasa hectic banget..upsss.. Ditambah kejar setoran  800 souvenir yg pengen saya selesaiin sebelum liburan. Biar tenang.

Hal yang penting berikutnya adalah memesan tiket menuju Yogyakarta. Sebelumnya, kami memang berniat liburan semurah mungkin dengan memilih kereta api ekonomi Bandung-Yogyakarta. Tetapi setelah berunding kesekian kalinya sama pak suami, akhirnya kita putuskan untuk naik Kereta Lodaya Pagi (Bisnis) untuk pergi dan Lodaya Malam (Eksekutif) untuk pulang - Save the best for the last lah pokonya. Lagian kita udah ga harus keluar uang buat hotel lagi.

Voucher hotel udah ditangan, tiket kereta pun udah dibeli. Selanjutnya kita susun itinerary biar liburan lebih terarah. Request pak suami, inginnya wisata kuliner. Buat Ken harus ada unsur edukasinya. Jadilah kita pilih tempat-tempat kuliner dan wisata edukasi. Secara garis besar, beginilah rencana perjalanan kita, sebagian besar terpenuhi. Oh ya nanti saya akan bikin postingan tentang review perjalanan perharinya. Tungga ya :-)


Day 1 : Naik Lodaya Pagi Bandung Yogya, tiba pukul 15.30.
             Makan Soto Sulung Stasiun Tugu (parkir selatan)
             Check in hotel, istirahat
             Explore Malioboro --> Ga jadi, karna kecapean, so mesen go food Gudeg Yu Djum dimakan dihotel

Day 2 : Sarapan @ Tune Hotel
             Ke Taman Pintar
             Makan gelato di Tempo del Gelato
             Ke Pabrik Coklat Monggo
             Transit di hotel, ganti baju, istirahat bentar
             Ke rumah uwa di kawasan godean
             makan malam di Mang Engking Castle Godean

Day 3 : Sarapan @Sop Ayam Pak Min
            Ke Parangtritis
            Makan siang di Sate Klathak Pak Pong
            Shalat Jumat di dekat situ (Bantul-Imogiri)
            Ke Hotel mandi
            Ke Gembira Loka
            Ke Cellie Cafe --> Tutup, ga jadi deh ketemu rangga
            Ke Bakpia Kurnia Sari Dekat Gembira Loka
            Pulang Ke Hotel
            Makan Malem di Bakmi DJawa sebrang hotel

Day 4 : Sarapan @Sop Ayam Pak Min ...lagi
             Ke Prambanan - Ratu Boko (ga jadi, karna Lenje lenje dihotel sampe waktu check out)
             Makan siang @Mal Malioboro
             Nitipin tas di Stasiun tugu (ada tempat penitipan barang)
             Ke alun-alun kidul
             Eksplore Malioboro (Makan Lumpia samijaya n dawet)
             Beli makan malem buat di kereta (Yu Djum lagi)

Oh ya, selama disana, kami menyewa motor yang sudah kami pesan sejak sebulan sebelumnya. Kebanyakan penyewaan motor di Yogya meminta deposit yang lumayan besar serta ribet dalam hal dokumen persyaratannya (sampe ditanya2 masalah kerjaan segala). Tapi akhirnya kita pesen di http://www.rentalmotoryogyakarta.com/. Pelayanannya oke banget, mas-masnya sabar banget ngadepin pertanyaan-pertanyaan ak yg super banyak. Tanpa deposit, dan motor diantar jemput. Harga sewa juga relatif murah. Kebetulan kita dapet motor baru yang stnknya pun belom keluar. Masih pake ompang hee..


Pengalaman yang kami dapatkan dari liburan kami kemaren sangatlah luar biasa. Kami sengaja mencoba menggunakan transportasi publik (TransJogja) karna ingin mendapatkan pengalaman baru bagi saya, pak suami, dan ken. Lalu dengan menggunakan motor, kami menuju tempat tempat yang tidak banyak orang jadikan tujuan wisata, melewati jalan-jalan kecil yang ternyata sangat menarik bagi kami, bahkan pak suami n ken mendapatkan pengalaman Shalat Jumat di perkampungan di daerah Bantul-Imogiri (bener bener masuk-masuk gitu jalannya), dengan khotbah jumat yg full bahasa Jawa dan suasana yang sangat berbeda dari yg biasa dirasakan.



Saya sudah beberapa kali ke Yogya, tapi pengalaman kemaren jauh lebih berkesan. Mungkin karna gaya liburan yang  saya pilih dalam 2 taun belakangan ini. Liburan itu harus menguntungkan, misal dengan modal 500rb tapi kita mendapatkan liburan senilai 2juta :-D antara irit dan pelit memang beda tipis heee... tapi justru itu yg bikin kami lebih semangat untuk ngebolang ke destinasi berikutnya. Seperti pernah saya tulis di cerita liburan saya sebelumnya, prinsip liburan saya adalah "jangan pake penghasilan RUTIN kita buat liburan, tapi tabung sebagian penghasilan TAMBAHAN kita  untuk liburan"






Cerita perhari :


Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Yogyakarta : Day 1 - Tiba di Yogyakarta



Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Yogyakarta : Day 2 - Taman Pintar, Pabrik Coklat dan Kuliner