Sunday, 15 May 2016

Best Western Premier La Grande Hotel - Hotel Strategis di Pusat Kota Bandung

sumber : ig @bwplagrande

Weekend ini, saya sekeluarga mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu di Hotel yang baru diresmikan akhir tahun 2015 kemarin ini. Hotel bintang 4 Best Western Premier La Grande Hotel, nama hotel ini cukup asing di telinga saya, belum lagi namanya yang cukup panjang heee. Tapi, begitu tau lokasi hotel ini sangat strategis, tepat di jalan Merdeka, depan Mall Bandung Indah Plaza a.k.a BIP, saya menjadi sangat tertarik. 
Sebenernya bukan karna lokasinya di depan Mall yang selalu ramai itu, tetapi karna nilai kenangan yang saya punya didaerah tersebut. Setelah saya mengikuti  Ujian Nasional SMA pada tahun 2004, hingga sampai kuliah tingkat akhir tahun 2008 (jiahh ketauan umur), saya sempat mengajar musik di daerah tersebut, tepatnya di Gedung Gelanggang Generasi Muda (yang saat ini sedang dalam renovasi) yang berada di sebelah BIP. Bangunan hotel ini, dulunya adalah tempat saya biasa cari makan siang atau jadi jalan pintas menuju jalan purnawarman yang berada tepat di belakang hotel. :-)

Siang itu, kami tiba sekitar jam 3 sore. Bwplagrande ini terdiri dari gedung apartement dan hotel yang terpisah. Tersedia area parkir di basement yang terpisah antara pemilik apartment maupun tamu hotel. Setelah mendapatkan parkir, kami langsung menggunakan lift untuk menuju lobby. Oh ya, kalo kamu orang Bandung, atau sering main ke Bandung, mungkin tau Toko Kue Soes Merdeka yang dari dulu ada sejak hotel ini belum berdiri. Jangan khawatir, toko ini masih ada dibagian depan hotel.

Berikut ini pengalaman dan pendapat saya tentang hotel ini secara detail  :

Proses Check In

Proses check in membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 15 menit karna tamu yang  ramai, sampai Ken sempet komen "Bunda ko lama amat". Tapi, di lobby hotel ini disediakan ruang tamu dengan sofa yang nyaman, lengkap dengan welcome cookies and drink. Yaps, di sudut lobby disediakan infused water dingin yang bisa diminum sepuasnya, bahkan ada pegawai yang membagi-bagikan juice ke para tamu yang sedang menunggu check in selesai. Oh ya, cookies yang disediakan pun rasanya sangat enak, Ken sampe abis dua :-D Disudut lain disediakan pula dua perangkat PC untuk para tamu yang memerlukannya.

Setelah check in selesai dan mendapatkan password wifi (ini penting), saya langsung menuju ke counter Free Parking untuk mencap tiket masuk parkir sebagai tanda bahwa kami menginap disana. Luar biasanya adalah, saya diperbolehkan menggunakan fasilitas Free Parking ini untuk dua kendaraan yang kami bawa sekaligus. Lumayan kan, secara emak emak seperti saya paling antusias kalo dengar kata "Free" dalam bentuk apapun. *rooling eyes

Suasana Lobby

Fasilitas Kamar

Begitu proses check in selesai, kami langsung menuju kamar kami dilantai 5. Kami mendapatkan kamar type  Superior Twin and No Smoking Room seperti pilihan saya. Sebenernya saat booking, saya mempunyai spesial request yaitu menginginkan kamar "higher floor", tapi karna saat check in suasana lobby cukup crowded, saya jadi lupa tentang request saya itu. Alhasil kami mendapatkan kamar yang kurang tinggi letaknya. View dari kamar kurang okay, hanya gedung2 disekitaran macam genteng gramedia n billboard di bip :-D

Tapi......sungguh kamarnya diluar ekspetasi kami dalam artian positif. Kamarnya berrrrrsihhhh (ini paling penting buat saya), luas kamarpun cukup besar, dengan dua Twin Bed yang nyaman dan dua sofa empuk yang bikin betah. Seandainya kami menambah ekstra bed dan diletakkan di area kamar pun, kamar tidak akan menjadi sempit. Lantai area tidur dilapisi dengan karpet tebal nan lembut (halahh). Ken langsung lari-larian di dalam kamar tanpa khawatir nabrak-nabrak.

Fasilitas mini bar disediakan dengan kulkas yang dilengkapi dengan berbagai minuman dan cemilan (yang ini ga gratis ya hee). Teko pemanas, dua botol air mineral beserta 3 jenis gelas masing masing satu pasang disusun dengan rapih. Ini cukup menarik buat saya, dihotel lain, bahkan yang setara (bintang 4), biasanya hanya disediakan sepasang gelas atau cangkir. Nah disini disediakan tiga pasang gelas berbagai bentuk.  

Lemari penyimpanan baju cukup besar dan dilengkapi dengan banyak gantungan baju dan sepasang kimono handuk yang tebal dan lembut. Sebagai tukang souvenir handuk, saya lumayan hafal tentang perhandukan, jadi saya tau berapa harga pasaran kimono itu heee jadi ngelantur ke urusan handuk. pisss ah

Superior Twin 

Bathroom

Perlu ya dibahas urusan Bathroom aka Kamar Mandi ini? Yappss kenapa mau saya bahas, karna fasilitas yang disediakan diatas standar. Amenities yang disediakan sangat lengkap, dari mulai  yang standar (sabun mandi, shower gel, shampoo, conditioner, sikat  + pasta gigi, sisir, shower cup), disini tersedia pula pisau cukur dan after shaves balm nya, perlengkapan jahit, dua handuk mandi besar, dua handuk olah raga, dan dua saputangan handuk. Tuh kan, beda dari yang lain :-)

Kamar mandinya luas, airnya deras dilengkapi dengan shower dan kran air dibawahnya, ini sangat memudahkan kami saat berwudhu. Air panasnya lancar jaya, tapi aga sulit disesuaikan tingkat panasnya sehingga harus hati-hati terutama kalau bawa anak kecil.

Kekurangannya adalah, saat pertama masuk ke kamar hotel, bau yang tercium sangat tidak enak, dan ternyata itu berasal dari kamar mandi. Bau tersebut baru hilang saat AC dinyalakan. Mungkin lebih baik jika disediakan pewangi ruangan, sehingga tamu yang baru datang akan merasa nyaman dan semakin senang saat pertama kali membuka pintu kamar.

Bathroom

Kolam Renang

Ba'da Ashar, kami menuju kolam renang yang ada di lantai empat. Kolam ini berdekatan dengan area gym. Sempet ngintip sebentar dan tertarik ngegym begitu liat alatnya yg masih kinclong-kinclong baru, tapi apa daya, Ken udah ga sabar mau berenang.

Pertama kali melihat kolam renangnya, saya cukup kaget. Buat fasilitas ini, jujur saja saya sedikit kecewa. Kolam renang berbentuk L ini sangat kecil meski terdiri dari kolam anak dan kolam dewasa. Kolam berdesign semi indoor ini tertutup atap, sehingga kesan pertama yang saya dapatkan adalah  sirkulasi udaranya tidak baik dan kurang bersih. 

Meskipun airnya hangat, tapi udara di atas kolam terasa dingin dan sumpek karna tidak terkena cahaya matahari. Ken sempat ragu untuk masuk kolam dan berkomentar bahwa airnya kurang bersih. Pada akhirnya, kami berenang sebentar dan selama didalam kolam, saya lirik kiri lirik kanan melihat kondisi air kolamnya. Semakin sore, semakin banyak yang datang untuk berenang, sehingga suasana di dalam kolam semakin padat dan susah gerak.

View dari area kolam adalah Mall BIP :-D

View dari area kolam
Swimming Pool
Lokasi

Secara lokasi, hotel ini sangat direkomendasikan bagi yang ingin menikmati kota Bandung. Lokasinya sangat dekat dari jalan Riau dan Dago, pusat FO dan kuliner kekinian. Sangat mudah jika mencari makan di dekat hotel ini. Tepat disebelah kanan hotel, ada Bakso Malang Karapitan. Di sebelah kirinya n jalan sedikit ada hokben. Nyebrang selemparan batu doang udah sampe di Mall BIP yang ramai dan banyak pilihan makanan. Di sebelah BIP ada supermarket Yogya Express yg cocok buat belanja cemilan saat males masuk mall. Mau makanan yg harganya bersahabat? Di belakang BIP ada foodcourt dengan berbagai pilihan makanan dan harga yang bervariasi.


Breakfast

Sebenernya, kami mendapatkan fasilitas breakfast di hotel ini. Tapi, karna rada kurang enak badan, saya meminta agar sarapan kami diantar kekamar. Tidak lama kemudian, sarapan pun diantarkan. Kami mendapatkan nasi goreng yang dilengkapi dengan sosis dan semangkuk sayur lodeh. Rada ga nyambung sih menunya.  Saya meminta agar diantarkan roti saja, tapi ternyata kami tidak bisa memilih menu untuk sarapan yang diantar ke kamar.

Untuk rasanya, hmmm relatif lah ya pendapat orang. Kebetulan nasi goreng dan sosisnya udah dingin. Kalo hubby sih lahap lahap aja, kalo saya aga kurang selera. Saya mengharapkan sarapan kami dilengkapi buah-buahan, tapi ternyata tidak.

Jadi sangat tidak direkomendasikan untuk sarapan di kamar hotel. Lebih baik turun ke restoran dan pilih sendiri menu yang ada. Sayang juga ya, padahal harga sarapan udah include di kamar yang saya pesan.

Sarapan di kamar


Secara keseluruhan, hotel ini sangat saya rekomendasikan untuk kamu yang ingin menikmati Kota Bandung atau sekedar istirahat lenje lenje dikamar yang nyaman itu. Tapi saya tidak merekomendasikan untuk kamu yang berharap ingin menikmati kolam renang hotel, apalagi bersama anak kecil.

Apakah saya ingin menginap disini lagi? Tentu saya Iya, dengan catatan, ga akan lagi deh request sarapan diantar ke kamar heeee....

Penilaian :
Lokasi             9
Pelayanan       9 (saya sempat minta ekstra selimut tanpa biaya tambahan)
Kamar            9
Wifi                   6 (lemoth)
Kolam Renang 6
Sarapan ?? (belum merasakan sarapan di restonya)

Semoga reviewnya bermanfaat :-)




Thursday, 5 May 2016

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Kuala Lumpur & Singapore - Day 2 KLIA2, Singapore, Masjid Sultan

Ngelanjutin postingan tentang itinerary liburan ke KL & SG kemaren :

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Kuala Lumpur & Singapore - Day 1 Batu Caves, Bukit Bintang, Twin Tower

Cuss lanjut bahas Itin hari ke dua.




Berhubung dihari pertama udah ada perubahan itin, jadi hari kedua ini pun ada perubahan sedikit. Karena Batu Caves sudah kami kunjungi di hari pertama, jadilah kami bisa bersantai dulu di hotel hingga waktu keberangkatan menuju bandara Malaysia KLIA2. Yaps, karna dihari kedua ini kami akan terbang ke Singapore.

Demi menghemat waktu dan uang ala backpacker, pagi itu saya membeli sarapan di Seven Eleven yang berada tepat di sebelah Capitol Hotel tempat kami menginap di Kawasan Bukit Bintang. Ternyata pilihan sarapannya banyak, meskipun instan, saya membeli sarapan berupa sandwich, nasi rendang, dan nasi goreng dengan total harga kurang dari 15RM.

Untuk menuju KLIA2, dari kawasan bukit bintang tempat kami menginap, kami harus menggunakan kereta Monorel sampai ke KL Sentral (stasiun pusat kereta api di Kuala Lumpur).

Tadinya, kami berencana menggunakan bus dari KL Sentral ke Bandara KLIA2 dengan ongkos sekitar 11RM per orang dan waktu tempuh sekitar satu jam. Tapi karna keasikan menikmati kamar Capitol Hotel yang super nyaman, jadilah kita tetep mepet-mepet sampai ke KL Sentral dan terpaksa menggunakan KLIA Express. KLIA Express adalah kereta cepat yang menghubungkan KL Sentral langsung menuju KLIA2 dengan biaya 135RM bertiga. Gagal ngirit nih, lain kali kalo mau jalan jalan hemat, kudu disiplin sama waktu biar bsa pake alternatif termurah :-D Waktu tempuh KLIA Express ini kurang dari setengah jam dengan kereta yang super nyaman.

Sesampainya di KLIA2, kami langsung menuju counter pemeriksaan dokumen. Kebetulan kami sudah melakukan web check in jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Setelah itu langsung menuju pemeriksaan imigrasi dan dilanjutkan dengan menuju Gate yang ditentukan. Enaknya pergi ala ala saya ini adalah saya ga pernah sewa bagasi, jadi ga perlu drop drop koper ataupun nunggu bagasi keluar dan pastinya lebih irit. Cuma ya harus bener bener diatur barang bawaannya biar ngga overweight melebihi ketentuan bagasi kabin (AirAsia aturannya maks 7 kg untuk bisa masuk kabin pesawat). Tips cara menghemat barang bawaan, pernah saya tulis disini :

Pengalaman Backpackeran dengan Balita : Persiapan dan Tips

KLIA2 ini luas buangett, dan jarak antar Gate pun berjauhan. Fiuhh untungnya bawa stroller, jadi Ken ga kecapean jalan disana. Sambil menunggu masuk pesawat, Ken main dulu sekitaran Gate. Lari-larian, unyel-unyelan, dan bolak-balik ngisi botol air dari kran air minum yg tersedia disana.

Jam 13.25 pesawat berangkat dan tiba sekitar sejam setelahnya di Changi Airport Singapore. Oh ya, sehari sebelum keberangkatan, saya udah janjian sama Mba Darling buat COD-an tiket Garden By the Bay. Mba Darling itu cewe Indonesia kece yang sudah lama menetap di Singapore. Dia menjual tiket atraksi dan objek wisata di SIngapore dengan harga yang lebih murah dibandingkan kita beli on the spot. Selain itu, dia juga menyediakan voucher hotel diseluruh dunia. Info lebih jelasnya bisa dicek di web beliau http://jalanjajansingapura.com/. Ahh setiap intip-intip webnya, jadi pengen balik lagi aja kesana hehehe. Empat jempol buat mba yang satu ini, respon by WA nya cepet banget. Kita janjian di starbucks Changi. Keren banget dah Mba Darling ini, sempet ngobrol sebentar, ternyata dia nyaris tiap hari nongkrong di Changi buat COD an. Pas kita janjian pun, ternyata dia lagi janjian juga sama lima orang lainnya. Sukses terus yah Mba Cantik.

Setelah itu, kami langsung menuju counter penjualan EZ Link. EZ Link ini adalah kartu yang digunakan untuk membayar transportasi di Singapore, baik MRT maupun Bus. Kenapa kami memilih EZ Link, bukan STP? STP adalah tourist pass yang berfungsi sama seperti EZ Link, tetapi masa berlakunya hanya 1, 2, atau 3 hari, tergantung pilihan kita. STP ini bisa dipake sepuasnya untuk naik MRT atau Bus selama jumlah hari yang dipilih. Sedangkan EZ link masa berlakunya adalah 5 tahun (pengennya sih next time kami bisa liburan ke Singapore lagi heee). EZ link ini saldonya akan berkurang sesuai pemakaian kita saja. Misal, kalo kita beli STP buat satu hari seharga 10 SGD, mau kita cuma sekali naik MRT pun tetep aja kartu itu hanya berlaku satu hari. Kalo EZ Link, misal kami hanya sekali naik MRT di hari itu, saldonya hanya berkurang maksimal 2 SGD. Lumayan kan yah hehhee....Dan senengnya lagi, Ken masih gratis naik MRT dan Bus di Singapore.. Horay, jadi kami hanya perlu beli 2 EZ Link.

Beres urusan EZ Link, kami menuju MRT Station Changi untuk langsung menuju hotel di daerah Rochor (antara little india dan bugis). Menurut contekan yang saya bawa, Hotel81 Rochor tempat kami menginap, terletak di dekat MRT Station Rochor. Untuk menuju kesana, kami harus naik 3 kali MRT. Dari MRT Changi, kami menuju MRT Tanah Merah Station. Dilanjutkan dengan mengambil jalur hijau menuju MRT Bugis Station. Dari sana, kami pindah ke jalur biru untuk menuju MRT Rochor Station. Total waktu tempuh dari Changi ke Rochor adalah sekitar 40 menit. Dari MRT Rochor Station, kami keluar ke arah Jalan Besar (lihat peta yang ada di station), dan ternyata, dari pintu station pun, hotel kami sudah terlihat. Hurayy, ga perlu nyasar nyasar lagi seperti pengalaman kami waktu ke SIngapore untuk pertama kalinya.

Kami langsung check in hotel dan menuju kamar yang sudah kami pesan. Di Singapore ini, kami ga berharap banyak sama kamar hotel tempat kami menginap. Untuk kamar dengan kapasitas 2 orang (plus satu anak kecil imut), kamar mandi dalam dan wifi, tarifnya udah sejutaan. Maka dari itu setiap ke Singapore, pasti kami padukan dengan mengunjungi Malaysia, salah satunya untuk menghemat budget hotel hehee. Hotel81 ini terletak di banyak tempat di Singapore, salah satunya di Rochor ini. Kamar yang kami tempati sangat bersih, AC dingin, tetapi tanpa jendela, jadi ya berasa ngantuk mulu :-D Kalo saya sih milih hotel yang penting bersih. Kami memilih kamar dengan kamar mandi dalam karena liburan kali ini, kami membawa balita. Selain itu, saya emang udah niat mau nyuci baju di hotel buat menghemat barang bawaan. Jadi ya paling enak memang hotel dengan private bathroom. Kami menginap 2 malam dihotel ini. Review lengkapnya menyusul ya.

Setelah istirahat sebentar, jam 6 sore kami keluar hotel untuk menuju Masjid Sultan. Masjid yang terletak di dekat kawasan Bugis ini memang ada di itinerary kami. Coba deh intip di gambar diatas, tuh udah sama kan hee...kali ini kami mengikuti itin yang sudah dibuat. Kami makan malam di Zam Zam murtabak, tempat makanan timur tengah yang terkenal dengan martabak rusanya. Kami memesan Nasi Briyani, Martabak rusa dan kentang goreng buat Ken. Menurut saya, makan disini emang terbilang mahal kalo buat saya. Seporsi Nasi Briyani seharga sekitar 6SGD. Tapi ya namanya juga penasaran hee...jadi emang udah direncanain untuk makan disini. Oh ya, para pelayan dan pegawai lainnya di Zam Zam ini ramah-ramah loh. Pas mau pulang, Ken dikasih permen chupacup. Ternyata, semua anak kecil yang dateng kesitu pun dikasih :-)

Selesai makan, kami langsung menuju Masjid Sultan yang tepat berada di sebrangnya. Kami sholat dulu disana, sebelum menikmati lingkungan sekitarnya. Meskipun hari sudah gelap, sekitaran masjid masih ramai dikunjungi turis, kami menyusuri Kampung Glam yang dipenuhi toko toko di sepanjang jalannya. Oh ya, disini saya menemukan toko oleh-oleh yang murah dan bagus. Lupa nama tokonya apa, pokonya letaknya tepat dua ruko di sebrang masjid sultan sebelah kiri. Yang jualnya juga ramah meski dia ga bisa bahasa Inggris, apalagi Melayu :-D jadi kita ngobrol pake bahasa tarzan xixixi..

Nah pas di Kampung Glam ini, Ken mulai crancky gegara pengen maem coklat mulu. Selama liburan, saya emang sangat menjaga asupan makanan Ken, karna khawatir dia sakit atau kecapean di negeri orang. Jadi saya membatasi makanan yang bisa memicu batuk atau flu. DIsana saya lebih banyak memberi Ken buah buahan dan sayuran.

Akhirnya, kami langsung pulang ke hotel dengan menggunakan MRT lagi. Sampe hotel, langsung deh misi nyuci baju saya jalanin :-D

Lanjut ke day 3 ya, yang paling seru, karna kami mengunjungi Orchard, Garden By The Bay, Children's Garden, Marina Bay Sand, Bugis Junction ...cooming soon ;-)

Wednesday, 4 May 2016

Itinerary Liburan Hemat dengan Balita - Kuala Lumpur & Singapore - Day 1 Batu Caves, Bukit Bintang, Twin Tower

Huray Alhamdulillah nih, jarang-jarang ketemu long long weekend (kamis - minggu). Hal pertama yang terlintas saat memasuki akhir pekan panjang ini adalah update blog. Hoho...Ini udah banyak yang pada nagih-nagih aja tentang itinerary liburan 2 bulan lalu. Untungnya dokumentasi lengkap dari mulai to do list, budgeting, bahkan nota-nota belanjaan. Itu semua jadi pengingat apa-apa aja yg kudu diceritain di blog ini. Semoga tulisan ini informatif dan bermanfaat buat orang lain...amin


My itinerary

Kalau dilihat di gambar diatas, itin yang saya buat sangatlah detail. Kenapa? Karna menurut saya itin ini bakal jadi pedoman saya selama liburan sehingga liburannya lebih maksimal, ga buang-buang waktu dengan mikir mau kemana, makan apa, biayanya berapa, naik apa, semua udah terangkum di itin ini. Tinggal berusaha buat ngikutin apa-apa yang sudah direncanakan. Dan kenyataannya adalah....jengjrengggg itin ini ga sepenuhnya berjalan sesuai kenyataan, karna yang namanya pergi sama anak, pastilah harus flexible ngikutin mood dan keinginan dia dan hubby tercintah.

Sebelum kita bahas itin perharinya, saya kasih info dulu bahwa liburan saya kemaren memiliki rute BDG - JKT PP by primajasa, dan JKT - KL - SG - KL - JKT by promonya Airasia :-D sebenernya lebih irit kalo KL-SG dilalui dengan menggunakan bus atau kereta, tapi berhubung rencana ini dadakan, jadilah kita tetep pake pesawat. Awalnya, rute liburan kita adalah JKT-KL PP, tapi hubby dan saya merasa kangen sama suasana Singapore, jadilah kita rubah itin kita beberapa bulan sebelum berangkat. Yang pasti, kita bikin itin ini ga terlalu padat (tapi padat juga sih xixi), biar si kecil ga kecapean, dan Alhamdulillah dari awal berangkat sampai pulang kerumah, dia hepi berat n ga kecapean.

Hari 1 :


Nah dihari pertama ini, kita udah mulai keluar dari itin. Tetiba aja hubby ngajakin ke Batu Caves sore itu juga, dihari kedatangan ke KL. Dari KLIA2, kami menuju KL Sentral menggunakan RedBus. Perjalanan ditempuh sekitar satu jam. Saat di bis inilah tercetus ide untuk langsung ke Batu Caves. 

Setibanya di KL Sentral sekitar pukul 4 sore, kami langsung menuju MyHotel. Hotel ini terletak sangat dekat dari KL Sentral, cukup ikuti petunjuk jalan menuju Monorel. Hotel ini akan terlihat begitu kita keluar dr bangunan KL Sentral. Kami memesan hotel ini sekitar 6 bulan sebelum berangkat, dengan rate kurang dari 300rb per malam. Untuk review lengkap tentang MyHotel, bisa dilihat disini. Tetapi akhirnya kami memesan kembali hotel di tempat lain yang lebih strategis. Jadilah di MyHotel ini kami hanya menitipkan tas selama ke Batu Chaves dan ikut mandi di kamar yang sudah kami pesan.

Setelah beristirahat sebentar, kami langsung menuju Batu Caves dengan menggunakan KTM Komuter seharga 2RM perorang (atau sekitar 6300 rupiah) pada pukul 6 sore. Kami tiba pukul 6.30 di Batu Caves, suasana sudah sepi namun masih terang. Disana kami habiskan waktu sekitar setengah jam untuk berfoto-foto. Mau naik ke gua yang dipuncak sana, tapi ragu karna ada beberapa monyet yang berkeliaran. Ken pun ga mau turun dari gendongan, jadilah ayahnya punya tugas tambahan, udah kaya lagu "ta gendong kemana mana".

Hal yang menyenangkan adalah saat naik KTM Komuter PP KL Sentral ke Batu Caves. Kereta ini terbilang baru sehingga masih kinyis kinyis, bersih n dingin adem gitu. Itu adalah rute kereta yang Ken naikin untuk pertama kali dalam hidupnya. Pastilah emaknya juga berasa berkesan banget pas liat ekspresi Ken yang girang n ga berhenti ngoceh.

Jam 7.30pm, kami sampai kembali ke KL Sentral. Langsung menuju MyHotel untuk mengambil barang bawaan n capcus ke stasiun Monorel yang cuma selemparan batu aja dari hotel ini. Kami naik monorel ke kawasan Bukit Bintang, pusat keramaian dan keseruan d KL :-)

Capitol Hotel adalah tempat kami menginap di kawasan Bukit Bintang ini. reviewnya disini. Secara keseluruhan, kita puas banget nginep di Hotel ini, dari lokasi yang sangat dekat dengan stasiun Monorel Bukit Bintang, dekat Mall Sungai Wang (kaya Kings nya Bandung), dan banyak makanan di sekitaran hotel, termasuk Seven Eleven yang tepat ada disebelah hotel. Kamarnya luas dan super bersih. Dannn bonusnya, view dari kamar adalah KL Tower n Petronas..Happy banget, berasa dapet combo bonus gitu, dengan rate yg kurang dari 600 rb rupiah, udah bisa foto dari kamar hotel dngan background kedua icon KL tersebut.

Waktu menunjukkan pukul 8.30 malam saat akhirnya kami memutuskan untuk keluar hotel menikmati malam di Bukit Bintang, plus Ken udah nagih pengen beli mainan dari hasil tabungannya beberapa bulan kebelakang. Tentang tabungan Ken ini, pernah saya bahas di postingan saya sebelumnya. Kami berjalan ke arah Pavilion Mall. Wihhh, ken udah seneng aja ngeliat logo ToysRUs udah menggupai-gupai (entah bahasa apa) dari salah satu Mall disekitaran Pavilion. Dan sayapun udah girang nemu Sephora yang lagi penuh pengunjung, tapi Ken ga ngijinin saya masuk sana (dilindungi dari godaan belenji). Yasudahlah sayamah da apa atuh, ngalah aja ngikut anak heee..

Kami memutuskan berjalan ke arah Twin Tower melewati Sky Bridge dr Pavilion Mall. Ternyata lumayan ya, kaki pegel juga jalan sekitar setengah jam. Apalagi hubby yg kudu sambil gendong Ken yang ketiduran. Lucunya stroller malah kita tinggal di hotel wkwkwkk... Fountain water show udah ga berlangsung setibanya kita di sekitaran Twin Tower, yaeyalah orang udah sekitar jam 11 malem kita sampe sana. Alhasil cuma foto-foto sangat sebentar dan ga puas, mudah mudahan bisa kesana lagi :-D
Keluar dr area Twin Tower, saya mencoba bertanya ke petugas disana tentang Bis Go KL, bis gretongan yang bisa mengantar kami kembali ke Bukit Bintang. Tapi kayanya bisnya udah ga ada yg beroperasi, udah terlalu malam, alhasil kita kembali jalan melalui Sky Bridge ke Mall Pavilion.

Sesampainya di Mall Pavilion sekitar jam 12 malam, kami istirahat sebentar sambil jajan eskrim dan memandangi hiruk pikuk Mall yang masih penuh turis meski udah hampir lewat tengah malam. Kami berjalan lagi kearah hotel. Setelah hampir sampai, baru inget bahwa kita belom makan malem :-D Alhasil kita makan di resto halal sebrang hotel. Menunya nasi ayam seharga 8RM per orang.

Sehabis makan, kami langsung menuju hotel buat istirahat. Udah sekitar jam 12.30 malem...dannnn...Ken bangun dong dari tidurnya, padahal selama jalan di Sky Bridge pulang pergi ke Twin Tower, dia lemes ngantuk gitu. Begitu sampe hotel, dia malah seger dan langsung bongkar mainannya. Bundanya sampe harus bujuk bujuk dulu buat ngajakin dia bobo...hohoho...

Lanjut ke bagian dua ya