Saturday, 12 March 2016

Pengalaman Backpackeran dengan Balita : Persiapan dan Tips



Adem...Indah...Free


Dua minggu yang lalu, saya dan suami mengajak anak kami Ken yang berumur 3,5 tahun untuk berlibur ke negara tetangga. Karna ini pengalaman pertamanya naik pesawat, kami pilih tujuan yang tidak membutuhkan waktu lama dipesawat, saat itu rute yang kami ambil adalah Jakarta - Kuala Lumpur(KL), KL-Singapore, Singapore-KL, dan KL-Jakarta. Totalnya, kami 4 kali naik turun pesawat n keluar masuk imigrasi. 

Liburan? Ke Luar Negeri? Kedengerannya sih gaya bener ya. Beberapa orang beranggapan bahwa liburan itu gaya hidup, foya-foya, seneng-seneng, hura-hura. Tapi kenyataannya belum tentu seperti itu. Gaya liburan yang kami pilih adalah gaya backpacker meskipun dengan membawa balita. Tujuan kami berlibur adalah untuk memberikan pengalaman baru buat Ken serta merefresh pikiran dan mood dari keruwetan dan kegalauan. asekkk

Kenapa saya menyebut gaya kami adalah ala backpacker? Hmmm sebenernya, saya bukan tipe cewe yg doyan membeli sesuatu yang merupakan "keinginan", saya adalah tipe yang mengutamakan "kebutuhan". Saya bisa dibilang ga antusias untuk belanja baju lah, sepatu lah, makeup lah, kecuali emang sepatu udah rusak, baju udah ga bagus, makeup udah abis. Bahkan untuk belanja bulanan aja saya aga males, saya lebih seneng ngabisin waktu ama keluarga daripada blenji blenji. Begitu pula untuk liburan kami kali ini, saya berprinsip "Carilah yang termurah dan mudah" wkwkwkwkwk...Bahkan kalopun saya punya uang berlebih, saya akan berpikir seribu tujuh ratus lima puluh sembilan kali untuk menggunakan jasa travel agent atau berlibur ala koper.

Backpackeran dengan balita bukanlah hal mudah, tetapi kita bisa melakukan beberapa persiapan dan trik yang dapat memudahkan perjalanan kita. Dibawah ini saya akan bahas persiapan dan pengalaman saya selama backpackeran pertama kali dengan balita *yg lagi masanya ga bisa diem.

1. Hunting tiket pesawat promo
    Ini adalah dasar dari rencana berlibur ala backpacker saya. Setelah dapet tiket pesawatnya, barulah persiapan yang lain dilakukan. Saya mendapatkan tiket promo JKT-KL PP sekitar sejutaan untuk bertiga. Tiket ini saya beli 6 bulan sebelum keberangkatan. Tiket ini menjadi penyemangat kami untuk nabung buat liburan. Prinsip saya, jangan pake penghasilan RUTIN kita buat liburan, tapi tabung sebagian penghasilan TAMBAHAN kita  untuk liburan. 
Malah nyanyi nyanyi disaat emak bapaknya deg degan mau take off

Ready for new experience

2. Menabung
     Menabung  buat liburan ini bener bener kami lakukan menggunakan celengan klasik. Eh ngga klasik deng, tapi celengan kaleng kekinian yg gambarnya tokoh kartun doyanan Ken. Setiap harinya, kami berkomitmen untuk mengisi celengan itu. Ga dipatok seharinya berapa, saya hanya mengurangi keluar masuk minimarket yang merajalela itu, dan setiap kembalian belanja langsung saya  tabung. Begitupun Ken, dari pengalaman kami, mainan di SG lebih beragam, jadi kami ajarkan Ken untuk menabung dicelengannya sendiri, untuk nantinya dibelikan mainan saat berlibur.

3. Hunting Voucher Hotel Promo
    Hohoho ini juga harus dilakukan untuk semakin merampingkan budget liburan kita. Saya sempet kehilangan kesempatan mendapatkan diskon 50% dsalah satu situs reservasi hotel karna kelamaan mikir. Jadi saya hanya mendapatkan diskon sekitar 20%-30% dari harga normal, totalnya sekitar 3jt untuk 4 malam (2 malem di Kuala Lumpur, 2 malam di Singapur). 
  Di Kuala Lumpur, kami menginap di Capitol Hotel dan Tune Hotel KLIA2 (karna mengejar pesawat pagi). Di Singapur kami menginap di Hotel 81 Rochor yang lokasinya tinggal ngesot ke MRT Station Rochor. Rate hotel di Singapur 2x lipat rate di KL. Dengan 500rb permalam, di KL kita mendapatkan kamar hotel yang luas dengan fasilitas lengkap. Sedangkan di SG, kita perlu minimal 1jt permalam untuk hotel yang sempit tapi bersih maksimal (gapapalah sempit, toh tidur doang). Saya akan mereview hotel-hotel ini masing-masing kapan kapan.  :-D

4. Barang Bawaan
    Meski mengklaim bahwa kami bergaya backpacker, tapi bukan berarti kami semua menggunakan ransel untuk menampung barang bawaan. Kemarin, kami membawa satu buah ransel ukuran standar, dan satu buah koper ukuran 18 inch. Selain itu, saya dan suami masing masing membawa tas selempang kecil untuk menyimpan dokumen dokumen penting dan barang berharga lainnya.
   Banyak yang tanya, gimana caranya hanya membawa sebuah ransel dan sebuah koper untuk keperluan bertiga selama 5 hari 4 malam di luar negeri.Tipsnya adalah, hanya bawa barang2 krusial. Saya mengeliminasi beberapa barang, saat koper kami overweight sesaat sebelum kami meninggalkan rumah. Sebagaimana diketahui, untuk pesawat low budget, barang bawaan yang diperbolehkan masuk kabin perorang hanyalah satu koper/ransel dengan berat maks 7kg dan satu tas jinjing/tas laptop.
   Saya pernah membaca tips menghemat barang bawaan demi koper atau tas yang langsing, salah satunya adalah dengan mencuci baju di hotel... Yapssss, saya lakukan itu. Kami hanya membawa baju untuk 3 hari perjalanan. Di hari ke dua, saya mencuci baju dengan cara berikut :
-  Sumbat wastafel dengan plastik
- Tampung air panas dan campurkan dengan sampo/sabun  mandi. Kalo pake sabun cuci baju, biasanya busanya lebih melimpah dan acara mencuci jd lebih ribet.
- Rendam baju sekitar 30 menit.
- Kucek kucek, peres yang kuat
- Jemur di gantungan handuk yang ada di kamar mandi, lebih bagus lagi kalo kita bawa tali rafia untuk bikin jemuran (niat banget yak, sayangnya saya lupa bawa rafia)
   Nah saat mau dipakai, ternyata bajunya masih semu semu basah. Akhirnya saya gunakan hair dryer fasilitas hotel untuk mengeringkan baju (ketawa puas)...Asli loh itu baju jadi pada kering sempurna dan harum sampo heee...
   Terdengar ribet ya? sampe nyuci nyuci baju pas lagi liburan... Tapi ini semua demi menghindari sewa bagasi pesawat hohoho....Nyuci mah atuh kerjaan emak emak kaya saya, jadi ga masyalah di manapun juga heee....


keribetan di kereta segini doang
jalanan mulus, bawaan rempong ga masyalah

5. Bawa Stroller
    Sebelumnya, saya berniat menyewa stroller di Singapur, tapi ternyata biaya perharinya aja 15SGD plus biaya antar jemput strollernya 15SGD, total 30SGD atau sekitar 270rb perhari....Noooo....meski angkanya ga terlalu besar, tapi ingat prinsip saya adalah "Carilah yang termurah dan mudah".
    Saya menyewa stroller dari Bandung, dengan ongkos sewa 70rb/2 minggu plus ongkir 50rb. Bedanya lumayan ya, Ken bisa santai duduk di stroller saat emak bapaknya masih asik jelong jelong.
Saya memilih Stroller ISport Cocolatte dengan pertimbangan bentuknya yang compatible, bisa dimasukkan ke tas dan masuk kabin pesawat. Sebenernya stroller memang boleh dibawa ke pesawat tanpa biaya bagasi tambahan. Tapi kalo Strollernya berukuran besar, stroller itu harus kita serahkan ke petugas di pintu pesawat, dan diambil lagi setelah penerbangan. Kalo ukuranny ga besar, kita bisa langsung simpan di kompartemen/penyimpanan di atas kepala kita di pesawat.
   Stroller ini bener bener kerasa manfaatnya di Singapur. Jalanan dan transportasi disana bener bener bersahabat dengan stroller. Masuk MRT tinggal dorong dikit tanpa ada gap yg bikin kita khawatir saat masuk kereta (inget saat mau masuk busway yg kudu super hati hati liat bawah karna takut jatuh).
   Setiap harinya, kami jalan-jalan dari pagi hingga hampir tengah malam, dan Ken ga pernah Crunky karna anteng di singgasananya (Stroller).

tak dorong...kemana mana



6. Cari Tempat Makan
    Mungkin terdengar berlebihan, tapi saya sudah menentukan dimana kami akan makan setiap harinya saat di luar negeri. Kenapa? Demi meyakinkan bahwa tempat kami makan menyediakan makanan yang Halal, Murah, Bersih, Sehat, Enak, dan Alhamdulillah ini cukup berhasil. Kami tidak pernah pusing mau makan dimana karna sudah tau lokasi, menu dan harga. 
   Tips berhemat dalam hal makanan adalah dengan Tidak Makan di Mall, pada kenyataannya, banyak tempat makan yang menyediakan makanan khas (ini yg saya cari) tapi dengan harga yang bersahabat. Banyak banyaklah cari info sebelum kita berangkat berlibur. 
   Tempat makan favorit kami di Kuala Lumpur adalah Nasi Kandar di belakang KL Sentral, dekat station Monorel. Disana menunya banyak, halal dan murrrrahhhhh....Sebagai contoh, saya membeli menu makan bertiga porsi kuli ganteng dan kuli cantik plus softdrink, total sekitar 60rb rupiah. Itu menunya udah pake rendang, ayam jumbo, ikan raksasa, dll.
   Kalo di SG, tempat favorit kami adalah Killiney Kopitiam , tempat ini memang fenomenal dan terkenal karna masih menjaga suasana dan citarasa klasik. Meskipun kudu jalan kaki lumayan jauh dari Station MRT, tapi kami 2 kali datang kesini karna kepincut sama makanannya. Satu porsi chicken curry alias kari ayam plus nasi, harganya sekitar 6SGD atau 54rb rupiah....Tapiiiii...satu porsi karinya itu bisa dimakan buat sekeluarga, soalnya terdiri dari sekitar 4 potong ayam plus kentang... Yang paling juara adalah Roti Kaya (sarikaya), hanya sekitar 1,5SGD tapi rasanya manteppppp luar binasa.
   So...kata siapa makan di SG itu mahal? Bisa kita akalin ko, asal mau aja rada bersusah susah jalan kaki duyu, secara di SG tuh udaranya panas nampol kalo siang hari. Kalo pengennya enak2an ngadem dalem mall n makan di resto, ya psti budgetnya berkali kali lipat heee....
   Ga kasian ama Ken panas panasan?? Hmm disana tuh meski kita jalan kaki siang bolong, udara tetep kerasa bersih..Terus banyak yg bisa diliat juga, jadi Ken sangat menikmati perjalanan ini. Kata siapa menikmati? Saya ga mau egois ngikutin kemauan saya, tiap saat, saya tanya keinginan dan perasaan Ken dan Hubby, jadi kita bertiga tetep kompak karna saling ngerti.

7. Beli Mainan untuk Si Kecil
    Saya memang jarang ngMall, jadi ga tau perkembangan toys world itu seperti apa. Ken hanya suka mainan berupa mobil mobilan, all about cars, hotwheels dan sejenisnya. Hanya itu mainan yang Ken mau. Dari hasil pengamatan saya (eahh bahasanya), model2 mobilan yang dijual d sini dibandingkan di Malaysia dan Singapur, sangat berbeda. Ko saya ngerasa, stok model yg dsana tuh lebih beragam n berkualitas ya?? Correct me if i'm wrong ya...apa mungkin karna saya kurang gaul disini heee....
   Jadilah Ken seneng banget berburu mainan pake uang hasil tabungannya selama berbulan bulan...hurayyyyy..... Ini bener bener membuat saya terkesan, selama berbulan bulan sebelum kami berlibur, Ken ngerti bener bahwa dia tidak akan meminta dibelikan mainan karna uangnya harus ditabung demi beli mainan yang lebih menyenangkan. Sun Peluk Ken
antusias beli mainan @Toys R Us
8. Susun Ittinary
    Ah harusnya ini mah diurutan no satu, tapi setelah tulisan ini mau dipublish, baru keingetan heee...
Sebelum berangkat, rencanakan perjalanan kita dari mulai jam nya, tujuannya, durasinya, biayanya, dll. Saya bikin sedetail mungkin, kalo ada yg mau nyontek, boleh japri ya.
   Karna kami bergaya irit hee, kami jadwalkan hanya sekali ke wisata berbayar, yaitu Garden By The Bay Singapur, ini karna saya ngidam pengen kesana (wkwkwk). Selain itu, semua tempat yang kami kunjungi adalah Free alias gratis alias gretong. Di SG banyak PlayGround anak yg gratis dan bersih abis. Kemaren kita ke Children's Garden - Gardens by the Bay.  Selain disana, banyak bertebaran playground gratis lain di mall dan tempat lainnya. 
bersih dan gratis
pertama kalinya Ken mau main air



Hmmm apalagi ya, segitu dulu yah, kalo ada yang terlintas lagi di ingatan, pasti saya update terus tulisan ini...

Selamat merencanakan liburan hemat.....

batu chaves KL
batu chaves KL

Menara Kembar tengah malem (asli

Daerah Bukit Bintang KL 

Mr & Mrs at DragonFly Lake Garden By The Bay

At Cloud Forest Garden By The Bay...Ademmmmm





10 comments:

Ria Tumimomor said...

masih mending nyuci baju utk hemat barang bawaan. ada temen saya yg hobi nyuci baju pas jalan2 dgn alasan enak kl pas pulang bajunya sudah bersih... Yang nungguin dia nyuci yang bete

Revina said...

wkwkwkk mantep mba, jadi pulang2 ga bawa oleh2 baju kotor ya heee... Tapi waktu buat liburanny kepotong buat nyuci :-D

Yati Rachmat said...

Salam kenal balik dari Bunda. Waah, Revina ini, beneran deh isteri yang sayang suami. Lho, koq? Iya, bisa berhemat dengan tip and triknya, hehe...Permata hatinya ganteng. Mau diusulin nih ke anak, kalo liburan itu bukan berarti hrs hura-hura, iya, kan? Yang tau isi dompet kita kan, kita sendiri, iya, gak sih?

Revina said...

Bunda...terimakasih sudah mampir. Iya betul skali bun, rasanya ada kesan tersendiri kalo travelling seperti ini. Nambah kekompakan keluarga juga.

Nita Lana Faera said...

Bawaannya dikit banget. Kereeennn, padahal bawa balita ya. Saya aja sendiri bawa satu ransel, haha... Itu tiket dapet murah banget mba segitu.

widya revina said...

heee demi ga kena bagasi mba :-D
Iyahhh itu pas promo 0 rupiahnya AirAsia, jd cuma bayar airpot tax

Muthi Haura said...

Aku juga type cewek yang beli sesuatu sesuai kebutuhan, bukan keinginan, samaan :D Enak ya mbak backpackeran, jadi kepengen juga. Makasih share tipsnya mbak, bolehlah dicoba kalau ada kesempatan backpackeran :D

Muthi Haura said...

Aku juga type cewek yang beli sesuatu sesuai kebutuhan, bukan keinginan, samaan :D Enak ya mbak backpackeran, jadi kepengen juga. Makasih share tipsnya mbak, bolehlah dicoba kalau ada kesempatan backpackeran :D

Damar Aisyah said...

Wah, musti belajar nih, bawaan saya selalu banyak :( apalagi dengan 2 balita. Minim 3 backpack. TFS ya Mbak :)

Akarui Cha said...

Serunyaaaaa bisa traveling sekeluarga ala backpacker pula. Makasih banyak tips nya ya mba.